Kontroversi Pergantian Nama Museum Agra, Upaya Hapus Warisan Mughal di India

Ilustrasi sejarawan dan pelestari warisan budaya menyebut keputusan itu sebagai "serangan terhadap warisan India (Foto: Shutterstock.com)
DESTINATION  |  17 September 2020 09:10

Upaya penciptaan negara India yang eksklusif ini ditentang oleh banyak pihak.

Reporter : Arini Saadah

Dream – Kontribusi Kerajaan Mughal terhadap sejarah peradaban India kini tengah menghadapi tantangan. Muncul polemik seputar peran Mughal setelah adanya pertanyaan dari Kepala Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath.

“ Bagaimana Mughal bisa menjadi pehalawan kita?” tanya Yogi, menggugat peran besar Mughal bagi berdirinya India.

Dia juga mengatakan Museum Mughal yang sedang dibangun di dekat Taj Mahal, Kota Agra, akan diberi nama menurut nama penguasa Hindu terdahulu yaitu Chatrapati Shivaji Maharaj.

Sejarawan India Profesor Farhat Hasan dari Universitas Delhi menyebut keputusan tersebut sebagai serangan terhadap warisan India.

“ Keputusan ini sangat menyedihkan. Menyedihkan bahwa kepemimpinan politik kami bangkrut  dan tidak memiliki visi untuk berbagi warisan sejarah dan peran penting yang dimainkan Mughal dalam membangun budaya gabungan India yang kami banggakan,” tutur Profesor Farhat Hasan seperti dikutip dari Arab News.

Selanjutnya : Perubahan Nama Museum
Libur Panjang Boleh Pelesiran, Ini Syaratnya
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Yusuf Mansur: Perhatikan Diri Kita dan Orang Lain, di Situlah Islam Berperan
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :