George Town, Menyimak Masa Lalu Dalam Bingkai Kekinian

George Town (Shutterstock.com)
DESTINATION  |  27 Februari 2020 11:10

George Town selalu jadi incaran traveler.

Reporter : Ahmad Baiquni

Dream - Berkunjung ke Penang, Malaysia, tak lengkap rasanya tanpa singgah sejenak ke George Town. Nama kota ini memang terdengar sangat Inggris, beda dengan kota lain yang bernuansa Melayu.

Nama George Town tersemat karena kota ini dibangun di masa kolonial Inggris. Alhasil, terjadi percampuran budaya yang kompleks antara Melayu, Arab, China, Eropa, dan India yang menjadikan kota ini cukup kaya.

UNESCO pun menetapkan George Town sebagai situs Warisan Budaya Dunia. Bangunan dengan arsitektur yang merupakan unsur perpaduan sejumlah unsur budaya dengan mudah ditemukan.

Dari kota kolonial, George Town menjelma jadi destinasi wisata modern dan favorit. Banyak turis tertarik datang ke kota ini karena keunikannya, yaitu banyaknya mural di hampir sebagian besar dinding bangunannya.

 George Town

Shutterstock.com

Dalam sejarahnya, George Town dulunya merupakan pusat bangunan dengan arsitektur yang terpengaruh Melayu, India, China dan Eropa. Bangunan-bangunan tersebut berdiri kokoh selama ratusan tahun.

Setelah dinobatkan sebagai Warisan Budaya Dunia, Pemerintah Negara Bagian Penang mempercantik wajah George Town. Banyak sekali seniman lokal yang dilibatkan lewat projek kompetisi bertajuk Marking of George Town.

Para seniman dan desainer tersebut diminta membuat ide pengembangan George Town untuk menarik lebih banyak pelancong. Kompetisi tersebut dimenangkan studio Sculpture at Work, yang lalu mendesain karikatur menggunakan 52 kerangka baja dan dipajang di salah satu dinding bangunan.

 George Town

Shutterstock.com

Karikatur atau lebih dikenal dengan mural tersebut menjadi awal lahirnya karya seni jalanan yang menghiasi George Town. Berangsur-angsur, jumlah mural di kota tua tersebut semakin banyak dan beragam.

Sebagian besar mural dibuat dengan kandungan nilai lokal, terutama dalam konsepnya. Seperti instalasi mural dengan konsep anak kecil mengendarai sepeda, sepasang muda mudi bercanda di gerobak mantau, nenek penjual susu kedelai dan masih banyak lagi.

Berkat mural itulah, George Town menjadi incaran traveler. Mereka ramai-ramai mengabadikan momen indah tersebut dengan berfoto dan mengunggahnya di Instagram

Sumber: Merdeka.com

Eksklusif! Marsha Timothy Jaga Imun dan Hati Tetap Senang
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
75 Bahasa Daerah untuk Buku Pedoman Perubahan Perilaku
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :