9 Museum Gratis di Jogja yang Wajib Dikunjungi

Destination | Senin, 17 Juni 2019 14:34
9 Museum Gratis di Jogja yang Wajib Dikunjungi

Reporter : Siwi Nur Wakhidah

Wisata gratis dan edukatif bisa Sahabat Dream temui di Jogja. Ada banyak museum yang bisa dikunjungi secara gratis. Berikut daftar 13 museum gratis di Jogja yang wajib dikunjungi.

Dream - Jogja dikenal dengan kota pendidikan dan kota budaya. Hal ini dikarenakan banyaknya sekolah dan perguruan di Jogja, selain itu Jogja juga masih kental dengan budaya Jawanya.

Ada begitu banyak peninggalan budaya dan sejarah Indonesia yang berada di Jogja. Berdasarkan rangkuman dari Asosiasi Museum Indonesia, di Jogja tercatat ada 36 museum, dan tersebar hampir di seluruh sudut Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengunjungi museum bisa menjadi pilihan liburan dan hiburan bagi anak-anak yang edukatif dan menyenangkan. Selain bisa menambah wawasan, anak-anak juga akan semakin mengenal sejarah bangsanya. Mengajak anak atau teman mengunjungi museum, tidak ada salahnya kan Sahabat Dream?

Menariknya, beberapa dari ke 36 museum tersebut, ada yang tidak menarik harga tarif masuk atau HTM. Tentu hal ini sangat menguntungkan pengunjung karena gratis dan menambah pengetahuan dan wawasan.

Berikut beberapa daftar museum di Jogja yang gratis:

2 dari 3 halaman

Museum Gratis di Bantul

1.    Museum Gumuk Pasir

Dilansir dari Parangtritis Geomaritime Science Park, merupakan hasil kerja sama dengan antara Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional dengan Fakultas Geografi UGM pada 2001. Museum ini berlokasi di Kawasan Kagungan Dalem Gumuk Pasir, Depok, Bantul.

 museum gumuk pasir
© https://pgsp.big.go.id/museum-gumuk-pasir/

Museum ini terdiri dari 4 lantai yang memiliki banyak ruangan seperti ruang audio visual, bilik interaktif, zona teras Yogyakarta, zona antara, zona bahariku di lantai 1, hingga zona ufuk parangtritis di lantai 4.

 museum gumuk pasir
© https://pgsp.big.go.id/museum-gumuk-pasir/


Museum Gumuk Pasir membuka layanan kunjungan setiap Senin-Jumat pukul 08.00 hingga 16.00. Sedangkan untuk akhir pekan, harus mengajukan permohonan khusus.

2.    Museum Purbakala Pleret

Museum Purbakala satu ini terletak di Dusun Kedaton, Kecamatan Pleret, Bantul. Museum ini memang masih begitu asing, karena letaknya yang cukup jauh dari keramaian kota Yogyakarta. Namun selayaknya museum lainnya, museum ini memiliki cukup banyak koleksi dari benda-benda sejarah.

Salah satu koleksinya berasal dari Candi Gampingan dan Situs Payak, dan ada juga beberapa pinjaman koleksi dari museum lainnya. Yang unik dari museum ini adalah sumur Gumuling, sumur berwarna merah yang kono airnya magis.

Untuk sampai ke museum ini, Sahabat Dream bisa melewati Jalan Imogiri Timur sampai ke perempatan Wonokromo.

3.    Museum Jendral H.M Soeharto

Siapa yang tidak mengenal Jendral Besar Soeharto? Tentu Sahabat Dream mengenal sosok pemimpin rezim Orde Baru ini ya.

 Museum Soeharto
© http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/museum/423

Di Dusun Kemusuk, Sedayu, Bantul terdapat museum yang berisi memorial Soeharto lho. Museum ini dibangun atas prakarsa sang adik, H. Probosutejo. Selain itu, museum ini bertujuan untuk mengenang prestasi dan keberhasilan Soeharto saat menjadi pemimpin Indonesia.

4.    Museum Wayang Beber Sekartaji

Museum yang satu ini berada di kawasan Kanutan, Sumbermulyo, Bantul. Selain gratis, museum ini juga memiliki pementasan wayang beber dan koleksi wayang serta lukisan-lukisan bersejarah, lho.

 Koleksi Museum Wayang Sekartaji
© http://wayangbeber.org/media/


Museum Sekartaji sendiri memiliki visi melestarikan wayang beber sebagai karya agung adiluhung asli nusantara. Selain pementasan wayang beber, museum Sekartaji juga memiliki program melukis wayang beber dan membuat kertas nusantara. Wah menarik ya, Sahabat Dream!

3 dari 3 halaman

Museum Gratis di Kota Yogyakarta

5.    Museum Mata Dr. Yap

Museum yang satu ini memang dimiliki dan dikelola oleh yayasan, namun HTM museum ini gratis lho, Sahabat Dream. Museum yang sudah diresmikan sejak tahun 1997 ini memiliki koleksi yang masih terjaga.

 Museum Mata Dr Yap
© http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/museum/385

Koleksinya sebagian besar adalah peninggalan alm. Dr Yap Hong Tjoen dan Dr. Yap Kie Tiong, pendiri RS Mata Dr. Yap Yogyakarta. Selain itu, museum ini  juga memiliki ruang perpustakaan yang berisi buku-buku yang jumlahnya hingga 934 judul buku.

6.    Museum TNI AD Dharma Wiratama

Kalau museum yang satu ini tentu sudah sangat terkenal, selain karena usianya yang sudah tua, yakni sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Museum yang terletak di Jl. Jendral SUdirman No. 75 ini, sebelumnya dijadikan markas bagi para tentara lho, Sahabat Dream.

Museum ini memiliki 21 ruangan yang memiliki banyak koleksi benda-benda kemiliteran dari zaman penjajahan. Selain itu juga, di museum ini terdapat ruang peristiwa yang berisi gamparan peristiwa militer zaman penjajahan.  

7.    Museum Kepresidenan Yogyakarta

Terletak di Jalan Ahmad Yani, Ngupasan, Gondonaman ini, terletak di ujung jalan Malioboro. Sebagian orang menyebutnya sebagai Gedung Agung, karena pernah digunakan sebagai Istana Kepresidenan era revolusi.

 Gedung Agung
© https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Istana_Kepresidenan_Yogyakarta

Di dalam museum ini juga terdapat koleksi arca dan dagoba, dan juga barang seni seperti lukisan karya Basuki Abdullah, Soedjojo, Affandi, Dullah, dan seniman-seniman lainnya.

8.    Museum Puro Pakualaman

 Pakualaman
© http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/museum/400

Museum yang terletak di Jl. Sultan Agung, Pakualaman ini dibangun tahun 1884 pada masa pemerintahan Paku Alam V. Di dalam museum ini terdapat banyak koleksi, seperti singgasana Pangeran Adipati Praja Paku Alaman, cempuri, hingga pusaka keraton. Museum ini sendiri buka setiap hari mulai pukul 08.00.

9.    Museum Sasana Wiratama Pangeran Diponegoro

Museum ini menjadi saksi sejarah ketika Pangeran Diponegoro dikepung oleh penjajah. Museum yang diprakarsai oleh Mayjen TNI Widodo pada 1968 dibentuklah panitia perencanaan pembangunan museum ini.

Di dalam museum ini terdapat prasasti yang ditanam di dalam tanah bekas puri Pangeran Diponegoro. Prasasti ini berbunyi, Ngesti Paras Gapuraning Tunggal yang menunjukkan angka 1968 M. Museum ini dibangun di bekas rumah Pangeran Diponegoro di Tegalrejo, Yogyaj=karta.

Sumber: Asosiasi Museum Indonesia

Join Dream.co.id