Bandara Kebanggaan Singapura Akhirnya Kembali Dibuka

Destination | Kamis, 17 Juni 2021 20:18

Reporter : Ahmad Baiquni

Jewel Changi Airport kini bisa kembali dikunjungi tapi dengan prokes ketat.

Dream - Bandara Internasional Jewel Changi Singapura akhirnya dibuka kembali terhitung mulai Senin, 14 Juni 2021. Bandara yang juga menjadi tempat rekreasi favorit warga Singapura ini sempat ditutup selama sebulan akibat lonjakan kasus Covid-19.

Terminal 3 Bandara Changi sempat ditetapkan sebagai klaster penyebaran Covid-19 akibat pelonggaran yang diberlakukan otoritas setempat. Keputusan baru ditetapkan menyusul kondisi warga Singapura secara bertahap kembali bekerja.

Meski Jewel Changi dibuka, penerapan protokol kesehatan sama sekali tidak dilonggarkan. Pengunjung diharuskan memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak saat berada di seluruh area bandara.

Dibukanya kembali Jewel Changi merupakan langkah awal Singapura untuk kembali membuka penerbangan internasional secara bertahap. Sebelumnya, klaster Bandara Changi sempat menjadi penyebat kasus Covid-19 meroket.

Data Kementerian Kesehatan Singapura mencatat terjadi 108 kasus penularan dari klaster Bandara Jewel Changi. 43 kasus di antaranya adalah pekerja bandara.

Kini, staf yang bekerja di area berisiko tinggi diharuskan memakai alat pelindung diri (APD) setiap saat. APD dikecualikan saat sedang makan atau beristirahat.

 

Bandara Kebanggaan Singapura Akhirnya Kembali Dibuka
Changi Airport
2 dari 2 halaman

Membagi Tiga Zonasi

Untuk menekan lonjakan kasus di area bandara, Changi Airport Group memisahkan 14 ribu stafnya dalam tiga zona risiko Covid-19. Langkah ini untuk meminimalisasi risiko penularan Covid-19 varian baru.

Sejumlah area dibuat khusus untuk menandai zona berisiko tinggi. Zona ini nantinya dipergunakan untuk melayani penumpang yang datang dari luar negeri.

Penumpang yang masuk dan keluar juga tidak lagi punya kesempatan berbaur. Mereka tidak diizinkan berkomunikasi atau berkerumun dengan penumpang lainnya.

Otoritas Singapura juga membatasi akses di bandara. Hanya pemegang tiket dan pekerja penting yang kini boleh berada di bandara tersebut.

Selain itu, CAG juga mengerahkan kembali pekerja yang tidak divaksinasi untuk bekerja di zona lain yang lebih aman. Mereka juga menargetkan lebih dari 90 persen pekerja di Zona 2 dan 3 mendapatkan vaksinasi penuh.

Tak hanya itu, tes RT-PCR akan dilakukan setiap tujuh hari diselingi tes antigen pada hari ketiga. CAG juga merencanakan tes non-invasif harian untuk pekerja Zona 1 yang akan dilakukan di akhir shift sebelum pulang.

Demi lebih mengurangi risiko penularan udara, CAG memasang pemurni udara portabel dengan filter HEPA di seluruh area utama di zona terpisah yang baru, seperti ruang tertutup tempat staf dan penumpang berkumpul, dikutip dari Straits Times.

Join Dream.co.id