Akhirnya, Desa Wisata Penglipuran Dibuka Kembali

Destination | Rabu, 22 September 2021 18:55

Reporter : Ahmad Baiquni

Penglipuran telah menerima 100 wisatawan per hari.

Dream - Desa Wisata Penglipuran yang merupakan salah satu destinasi favorit di Bali akhirnya buka kembali untuk wisatawan. Desa yang menyandang predikat desa terbersih di dunia ini sudah dikunjungi sejumlah wisatawan didominasi domestik.

" Pelaku pariwisata di Penglipuran sudah mulai bangkit dan tentunya ini kesejahteraan mereka," ujar Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng.

Menurut Moneng, jumlah wisatawan yang datang ke Penglipuran sekitar 100 orang per hari. Pembukaan dilakukan setelah Bali ditetapkan dalam level 3 selama masa perpanjangan PPKM.

" Sudah dibuka, sesuai dengan surat edaran gubernur. Sudah mulai bergeliat, rata-rata 100 orang per hari, kadang lebih," kata dia.

Rata-rata, wisatawan banyak berdatangan ketika akhir pekan. Sebelum masuk, pengunjung diharuskan memiliki sertifikat vaksinasi Covid-19 secara fisik mengingat desa ini belum menyediakan fasilitas scan QR Code untuk aplikasi PeduliLindungi.

Moneng mengatakan sistem skrining masih dijalankan secara manual. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) untuk memesan petunjuk QR code kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli.

" Sebelum kami buka, saya lapor dulu sama Bapak Kadis bagaimana bapak, kami belum memiliki ini (scan QR Code) sesuai edaran, kan ada aplikasi PeduliLindungi," kata dia.

 

Akhirnya, Desa Wisata Penglipuran Dibuka Kembali
Desa Adat Penglipuran (Shutterstock.com)
2 dari 2 halaman

Siapkan Sistem QR Code

Jawaban dari Kadis, kata Moneng, pihaknya diminta untuk membuka destinasi lebih dulu. Sedangkan sistem QR code disiapkan sembari pariwisata bergerak kembali.

" Sehingga petunjuk secara manual, artinya pecalang kami bertanya sudah vaksin apa belum, itu bisa lihat di handphone atau berupa sertifikat dan lain sebagainya," kaa dia.

Lebih lanjut, Moneng mengingatkan wisatawan yang ingin berkunjung ke Penglipuran diharuskan taat protokol kesehatan. Seluruh pihak harus waspada terhadap potensi penularan Covid-19.

" Pengunjung dan masyarakat atau yang bertugas dan pengelolaan tetap haris waspada dan taat dengan protokol kesehatan," ucap dia, dikutip dari Merdeka.com.

Join Dream.co.id