Akhir Kisah Sang Legenda Es Krim Surabaya

Destination | Rabu, 24 Maret 2021 20:28
Akhir Kisah Sang Legenda Es Krim Surabaya

Reporter : Ahmad Baiquni

Es Krim Zangrandi tak lagi melayani terhitung sejak Senin, 22 Maret 2021.

Dream - Jalan-jalan ke Surabaya, rasanya tak lengkap tanpa mampir dan menikmati es krim legendaris Zangrandi. Toko es krim ini sudah melegenda dan menjadi salah satu spot kuliner andalan Ibu Kota Jawa Timur.

Sayangnya, kamu mungkin tak akan lagi bisa merasakan kelezatan es krim legendaris ini. Karena Senin, 22 Maret 2021, menjadi hari terakhir toko es krim ini buka.

Kabar mengejutkan ini diumumkan manajemen Zangrandi lewat Instagram @zangrandi.icecream. Penutupan ini disebut hanya untuk sementara waktu.

Tak ada yang tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi pada toko es krim itu. Yang jelas, toko itu tutup dalam waktu lama tanpa ada ada kepastian kapan buka kembali.

 

2 dari 3 halaman

Awal Mula Berdiri

Zangrandi pertama kali dibuka pada 1930, saat Surabaya masih dipegang kekuasaan Hindia Belanda. Usaha es krim ini adalah milik keluarga Roberto Zangrandi berkebangsaan Italia.

Seluruh resep es krim toko ini diciptakan oleh Nyonya Roberto Zangrandi, yang dulu dikenal dengan panggilan 'Mevrouw Zangrandi'.

Seluruh es krim dibuat dengan bahan alami. Teknik pembuatannya pun tidak berubah sejak dulu sehingga menyajikan rasa yang sama.

Toko Es Krim Zangrandi berlokasi di Jalan Sindu Negara yang kini dikenal dengan Jalan Yos Sudarso. Menu yang ditawarkan saat itu adalah vanila, coklat, stroberi, moka, tutti frutti, macadonia, serta es krim soda.

 

3 dari 3 halaman

Mempertahankan Identitas

Pada 1960, Roberto memutuskan pulang ke Italia. Toko es krim itu beserta resepnya kemudian dibeli oleh Adi Tanumulia, seorang pengusaha winery.

Karena basisnya di bidang winery, Adi menciptakan rasa-rasa baru di antaranya kopyor, raspberi, durian. Zangrandi sangat mempertahankan karakternya, mulai bahan baku, resep, hingga interior toko yang masih kental dengan gaya arsitektur Eropa.

Keputusan ini tentu sangat disayangkan masyarakat terutama generasi orangtua yang tahu betul bahwa Zangrandi menjadi saksi sejarah zaman kolonial. Mereka pun berharap kedai tersebut tidak ditutup secara permanen dan kembali menemani masayarakat Kota Pahlawan melintasi zaman demi zaman.

Reporter : Radhika Nada

Join Dream.co.id