Berbagai Gaya Traveling Dilihat dari Kewarganegaraan

Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
COMMUNITY  |  31 Januari 2019 11:11

Ternyata, para traveler dari setiap negara punya preferensi berbeda-beda. Kalau Indonesia gimana?

Reporter : Ahmad Baiquni

Dream - Mungkin, banyak orang menganggap kewarganegaraan hanyalah sebagai identitas semata. Artinya, dari mana kita berasal tidak ada hubungannya dengan gaya hidup apalagi gaya traveling.

Nyatanya, anggapan tersebut rupanya keliru besar. Kewarganeraan rupanya memberi pengaruh pada gaya traveling seseorang.

Laman perpesanan akomodasi, Booking.com, merilis hasil survei mengenai pengaruh kewarganegaraan terhadap gaya seseorang dalam traveling. Survei ini dijalankan pada 16 Oktober-12 November 2018, melibatkan 53.492 responden dari 31 pasar di seluruh dunia. Khusus untuk Indonesia, ada 1989 responden yang terlibat.

 Hijab jalan-jalan

Syarat yang ditetapkan bagi responden adalah berusia minimal 18 tahun dan telah melakukan perjalanan sedikitnya sekali dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

Survei ini dijalankan untuk mengetahui motivasi traveler dari seluruh dunia untuk traveling. Selain itu, untuk melihat faktor apa saja yang menjadi pertimbangan traveler sebelum menentukan pilihan destinasi liburan.

 Hijab jalan-jalan

Hasilnya, 90 persen traveler Indonesia menyatakan traveling mereka didasari motivasi meluangkan waktu untuk bersantai. Motivasi ini juga berlaku untuk traveler dari beberapa negara, kecuali asal Denmark dan Perancis.

Motivasi traveler dari dua negara di Eropa ini cukup unik. Tujuan utama mereka traveling adalah bebas melalukan apapun yang diinginkan.

Demikian pula soal preferensi. Sebagian besar traveler Argentina, mencapai 74 persen suka bernostalgia dengan berkunjung ke masa lalu. Traveler dari Tiongkok sebanyak 83 persen dan Taiwan dengan 76 persen traveler lebih suka merasakan gaya hidup yang lebih sederhana.

 Hijab jalan-jalan

Traveler Jepang (66 persen), Jerman (72 persen) dan Hong Kong (80 persen) pergi traveling untuk menghindari tuntutan di rumah.

Terakhir, untuk sebagian traveler, traveling adalah soal status sosial. Traveler Indonesia (75 persen), India (75 persen) dan Filipina (80 persen) mengatakan motivasi traveling mereka adalah pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi teman.

Ma'ruf Amin Sebut Standar Halal Indonesia Jadi Contoh Dunia
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Jokowi Klaim Masyarakat Makmur Berkat Dana Desa
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :