WhatsApp Resmi Punya Fitur Mode Gelap, Ini Cara Mengaktifkannya

Techno | Rabu, 4 Maret 2020 11:48
WhatsApp Resmi Punya Fitur Mode Gelap, Ini Cara Mengaktifkannya

Reporter : Maulana Kautsar

Warna yang digunakan untuk mode gelap tak sepenuhnya hitam.

Dream - WhatsApp meluncurkan fitur mode gelap atau dark mode secara global Rabu, 4 Maret 2020. Peluncuran ini menjawab antusiasme dari masyarakat Indonesia yang telah menantikan fitur ini di aplikasi WhasApp.

Melalui keterangan tertulisnya, WhatsApp menyebut, peluncuran mode gelap ini untuk memberikan pengalaman baru menggunakan pesan dengan tampilan yang lebih segar.

Fitur ini juga dirancang untuk mengurangi ketegangan mata di lingkungan yang minim cahaya. Tentunya dengan harapan menghindari momen-momen canggung yang terjadi ketika cahaya dari ponselmu menerangi seisi ruangan.

 Mode gelap WhatsApp© Istimewa

Mode gelap WhatsApp

Tak seperti mode gelap di aplikasi lain, WhatsApp juga menggabungkan warna hitam dan putih murni untuk menghasilkan kontras yang tinggi. Sehingga mengakibatkan kelelahan pada mata.

 

2 dari 6 halaman

Cara Mengaktifkan Fitur Dark Mode WhatsApp

Dalam mode gelap WhatsApp, kamu akan melihat latar belakang yang memadukan warna abu-abu gelap khusus dan putih tulang (off-white) yang membuat obrolan kamu lebih ramah untuk mata.

Untuk mengaktifkan mode gelap, kamu harus memperbarui versi WhatsApp. Pengguna Android 10 dan iOS13 dapat mengaktifkan mode gelap dengan mudah melalui pengaturan perangkat.

Sementara itu, pengguna Android 9 dan versi sebelumnya dapat mengaktifkan mode gelap melalui Pengaturan WhatsApp > Chat > Tema > pilih 'Gelap'.

 

 

3 dari 6 halaman

CEO Telegram: Pengguna WhatsApp dalam Ancaman

Dream - WhatsApp terus memperbarui versi. Sejumlah ponsel kini tak bisa lagi menggunakan aplikasi yang kini dimiliki Facebook tersebut.

Menyambut pembaruan versi, bos aplikasi instan pribadi, Telegram, Pavel Durov, menyebut bahaya penggunaan aplikasi WhatsApp. Pavel mengatakan, ada eksplotasi dan kelemahan sistem dari perpesanan WhatsApp.

" Pekan lalu menjadi jelas bahwa backdoor ini (WhatsApp) telah dieksploitasi untuk mengekstrak komunikasi pribadi dan foto-foto Jeff Bezos, orang terkaya di planet ini, yang sayangnya mengandalkan WhatsApp," tulis Pavel, Jumat, 31 Januari 2020.

Tak hanya itu, Pavel juga menyebut kasus penghapusan WhatsApp dari ponsel juga disarankan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke para pejabatnya. Saran itu juga disarankan pemerintah Amerika Serikat (AS).

4 dari 6 halaman

Bukan iOS dan Android

Pavel dalam blognya menulis, WhatsApp punya kerentanan pada privasi di beberapa sistem operasi, salah satunya iOS.

" Kerentanan video corupt WhatsApp hadir tidak hanya di iOS, tetapi juga di Android dan bahkan perangkat Windows Phone. Artinya, di semua perangkat seluler dengan WhatsApp terpasang," kata dia.

 WhatsApp© Istimewa

" Kesalahan keamanan ini tidak ada pada aplikasi perpesanan lain di iOS. Jika Jeff Bezos mengandalkan Telegram alih-alih WhatsApp, dia tidak akan diperas oleh orang-orang yang mengkompromikan komunikasinya," ucap dia.

Pavel menyindir kalimat `enkripsi end-to-end` yang ditulis WhatsApp. Menurutnya, enskripsi semacam ini sudah diterapkan di Telegram jauh sebelum diikuti WhatsApp.

" Dan kami tidak hanya memperhatikan kekuatan, tetapi juga keterbatasan teknologi ini. Aspek lain dari aplikasi olahpesan dapat membuat enkripsi ujung ke ujung tidak berguna," ucap dia.

5 dari 6 halaman

Backdoor

Alasannya, kata Pavel, cadangan data percakapan akan dipindakankan ke sistem penyimpanan awan (cloud) yang biasanya tidak dienkripsi.

 WhatsApp Bakal Dilarang di Iran, Ini Alasannya© MEN

Alasan lain, kata dia, yaitu adanya `pintu belakang`. Agen keamanan kerap memasang backdoors sebagai bentuk celah dari enkripsi -ujung-ke-ujung.

" Saya tahu itu karena kami telah didekati oleh beberapa dari mereka -dan menolak untuk bekerja sama. Akibatnya, Telegram dilarang di beberapa negara di mana WhatsApp tidak memiliki masalah dengan pihak berwenang, paling mencurigakan di Rusia dan Iran," kata dia.

Pintu belakang ini, kata Pavel, biasanya disamarkan sebagai kelemahan keamanan " tidak disengaja" . Pada tahun lalu saja, 12 kekurangan semacam itu telah ditemukan di WhatsApp.

6 dari 6 halaman

Enkripsi WhatsApp Mudah Diretas?

Masalah lain yang disebut Pavel yaitu lemahnya implementasi enkripsi.

" Bagaimana orang dapat yakin bahwa enkripsi yang diklaim WhatsApp untuk digunakan adalah yang benar-benar diterapkan dalam aplikasi mereka? Kode sumbernya disembunyikan dan biner aplikasi dikaburkan, membuatnya sulit untuk dianalisis," kata dia.

 Whatsapp© © 2015 http://www.mobilitaria.com/

Dia menyontohkan, kondisi serupa tidak terjadi di aplikasi Telegram. Aplikasi yang sudah open-source dan enkripsi sepenuhnya didokumentasikan sejak 2013.

" Telegram mendukung build yang dapat diverifikasi untuk iOS dan Android - artinya siapa pun dapat memastikan kode sumber di GitHub dan aplikasi Telegram yang Anda unduh adalah hal yang sama," ucap dia.

Terkait
Join Dream.co.id