Video TikTok Tutorial Makeup Tutupi Luka KDRT Ini Picu Perdebatan

Techno | Sabtu, 18 Januari 2020 12:01
Video TikTok Tutorial Makeup Tutupi Luka KDRT Ini Picu Perdebatan

Reporter : Sugiono

Videonya jadi viral. Sindiran untuk para pelaku KDRT.

Dream - TikTok ternyata tidak hanya untuk bersenang-senang saja. Platform media sosial berbasis video pendek itu bisa digunakan untuk menyampaikan pesan moral.

Hal itulah yang coba dilakukan TikTokers remaja berusia 16 tahun, yang hanya mau disapa dengan panggilan Amber.

Video TikTok Amber yang menyentil masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi viral. Konten video tersebut jadi perdebatan panjang.

Amber sebenarnya dikenal sebagai TikTokers yang mengupas tutorial makeup. Namun, dia mengubah konten TikTok-nya untuk memprotes KDRT.

Melalui video baru yang mengejutkan bulan lalu, Amber terlihat melakukan lip-sync lagu Not Fair yang dipopulerkan Lilly Allen.

 Amber menyuarakan masalah KDRT melalui video tutorial makeup.© Khidr Al-Zahrani

Sambil menyanyi, Amber memakai makeup untuk menutupi memar palsu di beberapa bagian wajahnya.

2 dari 5 halaman

Terinspirasi dari Pengalaman Teman Keluarga

Setiap kali Amber menyanyikan lirik yang memuji pacar - misalnya 'dia memperlakukanku dengan rasa hormat' - layar berubah dan menampilkan luka memar palsu yang lebih besar.

Amber mengatakan kepada BBC bahwa video itu terinspirasi oleh seorang teman keluarganya yang mengalami KDRT.

Video Amber tersebut langsung menjadi viral di TikTok, dengan mendapat 1,7 tayangan dan 200 ribu like.

 

3 dari 5 halaman

Dapat Pujian Netizen

Selain itu, video Amber itu juga mendapat pujian dan dukungan dari para korban yang pernah mengalami KDRT.

" Terima kasih telah melakukan ini. Saya penyintas (KDRT) dari tahun 2017," kata salah satu netizen.

" Ini membawa beberapa kenangan yang tidak diinginkan kembali. Benar-benar membuka mata saya," tutur yang lainnya.

4 dari 5 halaman

Konten Tidak Cocok Untuk Tiktok

Meskipun demikian ada juga netizen yang menganggap konten video TikTok Amber terlalu 'gelap' bagi platform yang diciptakan untuk hal-hal ringan.

" Ini ... bukan cara yang tepat untuk meningkatkan kesadaran (KDRT)," tulis netizen itu.

" KDRT memang nyata terjadi pada siapa saja dan mereka tidak menampilkannya di TikTok," sindir netizen lainnya.

5 dari 5 halaman

Bukan Untuk Cari Popularitas

Namun Amber bersikeras bahwa videonya tidak dibuat untuk tujuan mencari popularitas.

" Video ini memiliki pesan yang bagus dan tidak dibuat untuk mendapatkan popularitas untuk saya," katanya.

Selain itu, Amber menambahkan bahwa konten video terbarunya itu juga bukan bermaksud untuk membangkitkan kenangan buruk korban KDRT.

Sumber: New York Post

Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id