Roket Milik Miliarder AS Bakal Luncurkan Satelit Punya Indonesia

Techno | Jumat, 23 Agustus 2019 19:00
Roket Milik Miliarder AS Bakal Luncurkan Satelit Punya Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar

Satelit ini digadang-gadang jadi solusi internet di pedalaman.

Dream - Perusahaan roket Falcon 9 milik Elon Musk, SpaceX akan meluncurkan satelit milik Indonesia, Satelit Indonesia Raya (Satria). Kabar itu disampaikan Direktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Anang Latif.

Satelit ini ditargetkan akan meluncur ke orbit pada akhir 2022. Peluncurannya akan digelar di Florida, Amerika Serikat.

" Roket peluncurnya sudah diputuskan buatan Amerika, Space X, yaitu Falcon 9. PSN sebagai mitra kami juga sudah menetapkan satelit yang akan dipakai adalah buatan Prancis, Thales Alenia Space. Sudah dipastikan dua kombinasi ini yang akan kita pakai untuk mendukung Satria," kata Anang, dikutip dari Liputan6.com, Jumat, 23 Agustus 2019.

Anang mengatakan, pembangunan satelit dimulai sejak pertengahan 2019. Dijadwalkan proyek itu akan rampung pada pertengahan 2022.

Satria diharapkan bisa mulai beroperasi untuk mendukung konektivitas layanan publik pada 2023.

" Pembangunannya cukup rumit karena ini kan berteknologi tinggi dan kira-kira butuh 36 bulan untuk selesai. (Kapasitas) 150 Gbps ini merupakan satelit pertama di Asia yang sebesar ini," ucap dia.

Satria menggunakan teknologi high throughput satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-Band. Cakupan sinyal satelit layanan internet ini akan mencapai hampir 150 ribu titik layanan publik di seluruh Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, beberapa waktu lalu mengatakan, Satria menjadi solusi bagi daerah-daerah yang tidak terjangkau Palapa Ring. Satelit ini diperuntukkan bagi pemerintah dan berbagai layanan publik termasuk sekolah, Puskesmas, Kantor Desa, Koramil, dan Polsek yang membutuhkan akses internet.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Andina Librianty)

2 dari 6 halaman

Satelit Nusantara Satu Berhasil Mengorbit di Langit Papua

Dream - Satelit Nusantara Satu berhasil mengorbit di langit Papua setelah diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada Jumat 22 Februari 2019, pukul 08.45 WIB.

Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman, mengatakan, Satelit Nusantara Satu dipastikan dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan.

" Dengan mengorbitnya satelit ini maka dapat memberikan akses internet yang merata kepada seluruh masyarakat Indonesia," ujar Adi dikutip dari laman Liputan6.com, Selasa 2 April 2019.

Ia berharap, dengan mengorbitnya Satelit Nusantara Satu ini semua wilayah Indonesia dapat mengakses internet cepat.

Setelah peluncuran, kata Adi, Satelit Nusantara Satu melakukan tes orbit atau In Orbit Test (IOT) dengan melakukan Payload/Transponder IOT pada 8 Maret 2019 di Cikarang, Jawa Barat. Selain itu, dilakukan juga Bus IOT di Mission Control Center (MCC) Palo Alto dari SSL.

Nantinya, Satelit Nusantara Satu ini akan dikendalikan di Satellite Control Facility (SCF) di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

" Semua yang di bawah kendali kami seperti pusat monitor jaringan di Cikarang dan SCF Jatiluhur sudah siap beroperasi sejak 2 November tahun lalu. Kami bersyukur peluncuran satelit hingga mencapai orbitnya dan pelaksanaan seluruh proses mulai dari persiapan, peluncuran, perjalanan menuju orbit hingga serangkaian pengujian teknis telah dilakukan dengan baik,” ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/ Ilyas Istianur Praditya

3 dari 6 halaman

Satelit Nusantara Satu Mengorbit, 25 Ribu Desa Nikmati Internet Cepat

Dream - PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) untuk pertama kalinya, meluncurkan satelit broadband menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Satelit tersebut diberi nama Satelit Nusantara Satu.

Direktur Jaringan PSN, Heru Dwikartono, mengatakan, Satelit Nusantara Satu dilincurkan di Cape Canaveral Flrodia, Amerika Serikat, Kamis 21 Februari 2019, sekitar pukul 20.45 waktu setempat atau Jumat 22 Februari 2019 pukul 08.45 WIB.

" Kehadiran Satelit Nusantara Satu ini pencapaian besar PSN untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah dunia digital, ini sesuai dengan tagline yakni Nusantara Satu, Satukan Indonesia," ujar Heru di kantor pusat PSN, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat 22 Februari 2019.

Nantinya, satelit ini akan menempati slot orbit 146 derajat Bujur Timur tepat di atas langit Papua. Setidaknya butuh waktu dua minggu bagi Satelit Nusantara Satu untuk bisa mencapai orbitnya.

 Indonesia telah meluncurkan Satelit HTS berkecepatan maksimal 15 Gbps (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Indonesia telah meluncurkan Satelit HTS berkecepatan maksimal 15 Gbps (Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Setelah itu, perlu tiga minggu lagi untuk melakukan beberapa pengujian agar satelit benar-benar bisa digunakan. " Jadi (total) dua minggu ditambah tiga minggu lagi," ucap dia.

Satelit Nusantara Satu, kata Heru, memiliki kapasitas 26 transponder co-brand dan 12 transponder Extended C-brand, 8 spot beam Ku-band dengan total bandwidth mencapai 15 Gbps. Kecepatan itu lebih besar tiga kali lipat dibanding satelit konvensional yang dimiliki Indonesia saat ini.

Heru berharap, Satelit Nusantara Satu yang memiliki cakupan seluruh Indonesia itu mampu menghadirkan internet berkecepatan tinggi di 25 ribu desa. Dengan internet berkecepatan tinggi, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat.

Selain satelit ini, PSN juga berencana akan meluncurkan Satelit Nusantara Dua pada 2020 dan Satelit Nusantara Tiga pada 2022.

4 dari 6 halaman

Satelit Nusantara Satu Dibawa Bareng Penjelajah Bulan Israel

Dream - Pesawat ulang alik milik SpaceX, Falcon 9, resmi meluncur pada Kamis 21 Februari 2019 ,dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS). Pesawat itu membawa Satelit Nusantara Satu milik Indonesia ke luar angkasa.

Selain satelit Nusantara Satu milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Falcon 9 juga membawa peralatan penting milik Israel dan Amerika Serikat.

Dilaporkan SpaceNews, Falcon 9 membawa penjelajah bulan bernama Beresheet, yang dalam bahasa Ibrani berarti `Awal Mula`. Penjelajah bulan ini merupakan milik lembaga swasta SpaceIL's.

Baresheet akan memulai perjalanan di Bulan selama dua bulan menggunakan daya dorongnya sendiri.

SpaceIL awalnya membangun Beresheet untuk Google Lunar X Prize. Dengan mencapai bulan, Beresheet akan menjadikan Israel negara ke empat yang mencapai bulan, setelah AS, Rusia, dan Cina. Ini juga akan menjadi objek ruang angkasa non-pemerintah pertama yang mencapai bulan.

Misi SpaceIL untuk pendarat adalah mengambil foto dan video, dan mengukur magnetosfer. Alat ini mendarat 33 menit setelah Falcon 9 melintasi atmosfer.

Selain penjelajah bulan, AS juga mengirim eksperimen milik Angkatan Udara (AU) mereka. Satelit S5 Laboratorium Penelitian AU itu akan berjalan beriringan dengan Satelit Nusantara Satu, sebelum akhirnya dilepaskan ke orbit geostasioner.

S5 dibangun di Blue Canyon Technologies dari Boulder, Colorado, AS. Satelit ini merupakan proyek ujicoba satelit berbiaya rendah yang dapat mengingkatkan pengetetahuan objek di orbit geostasioner sejauh 36.000 kilometer di atas Bumi.

5 dari 6 halaman

Satelit Nusantara Satu Dibawa Bareng Penjelajah Bulan Israel

Dream - Pesawat ulang alik milik SpaceX, Falcon 9, resmi meluncur pada Kamis 21 Februari 2019 ,dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS). Pesawat itu membawa Satelit Nusantara Satu milik Indonesia ke luar angkasa.

Selain satelit Nusantara Satu milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Falcon 9 juga membawa peralatan penting milik Israel dan Amerika Serikat.

Dilaporkan SpaceNews, Falcon 9 membawa penjelajah bulan bernama Beresheet, yang dalam bahasa Ibrani berarti `Awal Mula`. Penjelajah bulan ini merupakan milik lembaga swasta SpaceIL's.

Baresheet akan memulai perjalanan di Bulan selama dua bulan menggunakan daya dorongnya sendiri.

SpaceIL awalnya membangun Beresheet untuk Google Lunar X Prize. Dengan mencapai bulan, Beresheet akan menjadikan Israel negara ke empat yang mencapai bulan, setelah AS, Rusia, dan Cina. Ini juga akan menjadi objek ruang angkasa non-pemerintah pertama yang mencapai bulan.

 

6 dari 6 halaman

Misi SpaceIL

Misi SpaceIL untuk pendarat adalah mengambil foto dan video, dan mengukur magnetosfer. Alat ini mendarat 33 menit setelah Falcon 9 melintasi atmosfer.

Selain penjelajah bulan, AS juga mengirim eksperimen milik Angkatan Udara (AU) mereka. Satelit S5 Laboratorium Penelitian AU itu akan berjalan beriringan dengan Satelit Nusantara Satu, sebelum akhirnya dilepaskan ke orbit geostasioner.

S5 dibangun di Blue Canyon Technologies dari Boulder, Colorado, AS. Satelit ini merupakan proyek ujicoba satelit berbiaya rendah yang dapat mengingkatkan pengetetahuan objek di orbit geostasioner sejauh 36.000 kilometer di atas Bumi.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id