Roket China Jatuh ke Bumi, Timbulkan Gas Beracun

Techno | Kamis, 17 September 2020 16:12
Roket China Jatuh ke Bumi, Timbulkan Gas Beracun

Reporter : Sugiono

Yang mengkhawatirkan roket tersebut jatuh dekat permukiman warga.

Dream - Seakan tidak mau kalah dari Amerika Serikat, Rusia, dan Eropa, China, juga berambisi untuk menjelajah angkasa luar.

Dilansir BGR, saat ini China mengejar ketinggalan dengan mengembangkan teknologi roket baru. Pada Minggu, 7 September 2020, China meluncurkan roket terbarunya untuk mengangkut satelit ke antariksa.

Penempatan satelit tersebut berjalan lancar, namun roket pendorong yang membawanya menciptakan masalah baru bagi China.

2 dari 5 halaman

Roket Jatuh di Dekat Permukiman Warga

Mengutip laporan Ars Technica, roket pendorong yang dinamakan Long March 4B itu jatuh kembali ke Bumi setelah menunaikan tugasnya membawa satelit.

Sayangnya, ketika kembali ke Bumi, roket jatuh tidak di tempat yang aman dan jauh dari permukiman. Roket itu malah jatuh di lapangan dekat sebuah bangunan sekolah.

Kejadian ini tentu sangat mengejutkan warga di sekitarnya. Namun ada susulan kejadian yang lebih membuat warga panik dan ketakutan.

3 dari 5 halaman

Begitu Jatuh, Roket Keluarkan Gas Beracun

Roket pendorong tersebut mengeluarkan gas beracun setelah meledak saat berbenturan dengan permukaan tanah.

 Gas beracun hasil ledakan roket pendorong satelit China yang jatuh.
© Cuplikan Video Twitter

Dalam sebuah video yang diposting di media sosial, gas beracun itu membumbung tinggi hingga bisa terlihat dari jarak berkilo-kilo meter.

 Kepulan gas beracun hasil ledakan roket China terlihat dari jauh.
© Cuplikan Video Twitter

Gas tersebut menyerupai asap berwarna oranye karena hasil campuran bahan bakar yang terbakar.

 Roket tersebut menciptakan lubang besar dan dalam.
© Cuplikan Video Twitter

Sementara di lokasi jatuhnya roket pendorong tersebut, tampak permukaan tanahnya amblas dan menciptakan lubang yang cukup dalam.

4 dari 5 halaman

Tutup Mulut Soal Program Angkasa Luar

Tidak jelas apakah roket pendorong itu menyebabkan kerusakan pada bangunan di sekitarnya. Tapi yang jelas, dari kepulan asapnya, roket itu jatuh dekat sekali dengan permukiman penduduk.

Namun yang mengkhawatirkan adalah kepulan gas beracun berwarna oranye tersebut. Sayangnya pemerintah setempat tidak memberikan penjelasan, termasuk laporan tentang korban yang luka atau sakit akibat kejadian ini.

Tetapi hal ini tidak mengherankan karena pemerintah China memang selalu tutup mulut soal program angkasa luar mereka.

5 dari 5 halaman

Videonya

Join Dream.co.id