Survei: Ini 5 Aplikasi Favorit Milenial Indonesia

Techno | Rabu, 10 Juli 2019 12:23
Survei: Ini 5 Aplikasi Favorit Milenial Indonesia

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Sahabat Dream sudah punya?

Dream - Generasi milenial memiliki peran penting bagi perkembangan dunia digital. Mereka tergolong sangat aktif menggunakan teknologi untuk menunjang aktivitas.

Jumlah generasi milenial Indonesia pada 2020 diperkirakan mencapai 34 persen dari total penduduk. Pemakaian internet mereka terbilang sangat tinggi dengan rata-rata enam jam per hari.

Salah satu layanan digital yang paling banyak dikonsumsi adalah e-commerce. Berdasarkan hasil survei Alvara, ada lima jenis e-commerce terlaris di kalangan milenial.

Aplikasi transportasi merupakan layanan yang paling banyak diminati milenial. Di kategori ini, Gojek lebih banyak digunakan oleh 70,4 persen responden dibandingkan Grab yang hanya 45,7 persen.

" Sebanyak tiga dari sepuluh milenial pasti menggunakan transportasi online dalam satu minggu. Kemudian satu dari tiga pasti memakainya lebih dari sekali," ungkap Hasanuddin Ali, CEO dan Founder Alvara Research, di Jakarta, Selasa 9 Juli 2019.

Pada kategori pesan-antar makanan, Go-Food kembali mendominasi sebesar 71,7 persen dibandingkan GrabFood 39,9 persen. Hal ini juga terjadi pada kategori aplikasi pembayaran digital.

" Brand awareness GoPay mencapai 100 persen dan 67 persen lebih banyak digunakan oleh responden. Rata-rata mereka melakukan transaksi online Rp100 ribu-Rp200 ribu per transaksi," papar Hasan.

2 dari 9 halaman

Aplikasi Belanja dan Traveling

 Alvara

Namun sayangnya, aplikasi belanja masih didominasi oleh platform luar negeri seperti Lazada (47,9 persen) dan Shopee (32,2 persen). Disusul oleh aplikasi Tanah Air yaitu Tokopedia (15,4 persen) dan Bukalapak (14,4 persen).

Untuk kategori pemesanan hotel dan tiket, Indonesia kembali unggul dengan skor Traveloka sebesar 79 persen.

" Bagi milenial, traveling kini sudah menjadi kebutuhan primer. Bukan hanya untuk liburan tapi hanya sekadar eksis di sosial media," pungkasnya.

3 dari 9 halaman

Hore! LinkAja Bisa Dipakai Transaksi di Aplikasi GOJEK

Dream – LinkAja, platform keuangan digital milik PT Platform Karya Nusantara bergerak cepat untuk menggapai konsumen lebih banyak. LinkAja menggandeng perusahaan transportasi online terbesar, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia).

Dengan kerjasama ini, pengguna Gojek kini bisa membayar transaksi menggunakan LinkAja di aplikasi besutan Nadiem Makariem tersebut. 

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 8 Juli 2019, fitur LinkAja bisa digunakan untuk melengkapi fitur pembayaran non tunai, yaitu Go-Pay. Dijadwalkan fitur tersebut akan mulai tersedia di aplikasi GOJEK pada tahun ini.

“ Kami menyambut positif kehadiran LinkAja di dalam platform GOJEK,” kata President GOJEK, Andre Soelistyo, di Jakarta.

Andre optimistis kerja sama dengan pihak yang bermisi sama bisa memperbanyak masyarakat yang akan merasakan dampak positifnya.

“ Komitmen ‘Dari Indonesia untuk Indonesia’ yang dibawa oleh LinkAja menjadikannya rekan kolaborasi yang strategis dan satu tujuan bagi kami,” kata dia.

4 dari 9 halaman

Dukung Gerakan Nasional Non Tunai

Managing Director Go-Pay, Budi Gandasoebrata, mengatakan LinkAja mengusung misi yang sama dengan GOJEK dan Go-Pay, yaitu mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT). Kehadiran layanan keuangan ini juga memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat Indonesia tentang manfaat pembayaran non tunai.

“ Kami yakin kolaborasi ekosistem GOJEK dan LinkAja dapat mempercepat adopsi non-tunai di Indonesia, terutama di lapisan masyarakat yang belum pernah tersentuh jasa keuangan formal,” kata Budi.

Dia mengatakan kerja sama dengan LinkAja bisa mengedukasi masyarakat yang masih bergantung kepada uang tunai tentang manfaat dan potensi non tunai.

5 dari 9 halaman

Berikan Akses Layanan Keuangan yang Efisien

CEO LinkAja, Danu Wicaksana, mengatakan perusahaan berharap LinkAja bisa memberikan akses layanan keuangan yang efisien kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Plus, meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia hingga 75 persen pada akhir 2019.

“ Kami pun menyambut baik kerja sama dengan GOJEK untuk memperkaya fitur dan kegunaan LinkAja kepada para pengguna,” kata Danu.

Andre menambahkan GOJEK dan Go-Pay akan terbuka dengan kolaborasi yang bertujuan positif kepada masyarakat luas serta membangun ekonomi Indonesia dari piramida terbawah.

“ Kami berharap bahwa melalui kerja sama ini, pengguna GOJEK jadi memiliki lebih banyak pilihan pembayaran dan masyarakat pun bisa semakin nyaman dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari,” kata dia.

6 dari 9 halaman

LinkAja Resmi Diluncurkan, Bisa untuk Transaksi Apa Saja?

Dream – Menteri BUMN, Rini Soemarno, resmi meluncurkan layanan keuangan berbasis elektronik, LinkAja, Minggu 30 Juni 2019. Layanan ini merupakan uang elektronik yang berasal dari sinergi Telkomsel dan tujuh BUMN .

LinkAja diharapkan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

CEO LinkAja, Danu Wicaksana, mengatakan ada dua tantangan dalam meningkatkan inklusi keuangan, yaitu kebiasaan masyarakat menggunakan uang tunai dan akses terhadap layanan keuangan yang masih terbatas. Hingga 2018, tercatat 76 persen transaksi di Indonesia masih menggunakan uang tunai.

“ Harapan utama kami adalah LinkAja dapat menjadi agen pembangunan nasional dan membantu visi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan Indonesia menjadi 75 persen di akhir tahun ini,” kata Danu di Jakarta.

Menurut Danu, tantangan itu menjadi pekerjaan utama LinkAja untuk mencoba memberikan edukasi secara konsisten untuk mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang menggunakan uang tunai menjadi non tunai, serta optimalisasi jangkauan ke seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan layanan keuangan yang efisien.

 LinkAja resmi meluncur.

“ Karenanya, kami berupaya untuk menyesuaikan strategi yang kami jalankan dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat sehingga mau berpindah menggunakan layanan uang elektronik dalam bertransaksi sehari-hari,” kata dia.

Layanan keuangan ini, kata Danu, mendapatkan dukungan dari Telkomsel, bank-bank pelat merah, dan PT Pertamina (Persero).

7 dari 9 halaman

Diharapkan Jadi Unicorn Baru

Sementara, Rini mengatakan bahwa LinkAja sebagai pemersatu transaksi digital Himpunan Bank-bank Negara (Himbara). Selain itu, dia optimistis kehadiran LinkAja bisa menjadi unicorn baru kebanggaan anak bangsa.

Payment gateway system ini dihubungkan dengan sistem perbankan bank-bank BUMN. Bukan hanya e-wallet saja, bagi yang belum punya rekening bank BUMN sudah bisa tinggal transfer. Tapi kalau yang punya bisa dipakai untuk debit card, jadi ini mempermudah,” kata dia.

 Menteri BUMN, Rini Soemarno, berharap LinkAja menjadi unicorn baru.

Rini mengatakan, layanan ini sudah bisa digunakan di luar negeri, yaitu Singappura. Di negeri Singa itu, banyak buruh migran Indonesia sehingga bisa mempermudah untuk mengirimkan uang ke daerah mereka.

Kini, layanan LinkAja sedang menjajaki negara-negara lainnya, seperti Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia. “ Di negara-negara itu banyak TKI,” kata dia.

8 dari 9 halaman

Fitur dan Layanan Unggulan LinkAja

Danu menambahkan, layanan ini menawarkan pembayaran digital yang berbeda dengan produk lain. Dikatakan bahwa fitur-fiturnya fokus kepada pemenuhan esensial masyarakat.

“ Salah satunya adalah melalui program digitalisasi SPBU bersama Pertamina, pengenalan pembayaran nirsentuh di jalan tol dengan Jasa Marga, dan pembayaran digital di berbagai moda transportasi publik, seperti kereta api, tol, LRT, MRT, dan pesawat,” kata dia.

 Menteri BUMN, Rini Soemarno, mencoba pembayaran dengan LinkAja.

LinkAja menghadirkan beragam fitur dan layanan transaksi pembayaran di lebih dari 150 ribu merchant dan akan terus bertambah. Layanan ini bisa digunakan untuk lebih dari 400 tagihan dan produk digital seperti IndiHome dan PLN, Bukalapak, Tokopedia, serta Blanja.

Layanan keuangan ini bisa digunakan untuk membayar transportasi publik seperti BlueBird, Railink, Damri, serta puluhan partner donasi, seperti Rumah Zakat dan BAZNAS. Pengguna juga bisa mengisi saldo dan menarik tunai di lebih dari 100 ribu titik Grapari Indonesia, termasuk di minimarket, ATM Link Himbara, jaringan ATM Bersama, serta 100 ribu jaringan outlet mitra LinkAja.

9 dari 9 halaman

Tarik Tunai Tanpa Debit

Fitur unggulan LinkAja yang baru adalah layanan tarik tunai tanpa kartu debit (hanya dengan menggunakan smasrtphone) di lebih dari 40 ribu ATM Link Himbara. Ini memungkinkan pengguna untuk melakukan penarikan uang instan tanpa harus membawa kartu.

Selain itu, LinkAja juga menjadi satu-satunya uang elektronik di Indonesia yang melayani remitasi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura yang ingin mengirimkan uangnya ke keluarganya di tanah air secara mudah, murah,aman, dan cepat.

“ Dengan ini kami berharap kehadiran LinkAja memperkaya offering uang ada di masyarakat, bukan menawarkan hal yang sama,” kata Danu.

Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting
Join Dream.co.id