Evermos, Social Commerce Berbasis Syariah

Techno | Kamis, 25 Maret 2021 06:33

Reporter :

Market place e-commerce ini fokus pada 20% orang Indonesia yang bisa berbelanja secara online.

Dream - Masa pandemi Covid-19 membuat adanya pergeseran gaya berbelanja bagi sebagian masyarakat.

Jika tadinya kebanyakan orang lebih memilih untuk berbelanja secara offline dengan datang ke toko, di masa pandemi ini mulai banyak yang beralih untuk berbelanja secara online. Ini demi meminimalisir terjadinya penyebaran virus COVID-19.

Walau sudah banyak e-commerce di Indonesia, ternyata hampir 80 persen masyarakat Indonesia tidak pernah berbelanja secara online. Hal ini karena masih ada sebagian orang yang tidak bisa melakukan proses belanja online.

Untuk melayani sebagian masyarakat Indonesia yang tidak bisa berbelanja online, Evermos sebagai platform social commerce dengan basis syariah hadir.

Evermos, Social Commerce Berbasis Syariah
Ilustrasi/Shutterstock
2 dari 7 halaman

Produk akan diantar dari pusat Evermos

Dalam melayani hampir 80 persen konsumen yang tidak bisa berbelanja online, para reseller Evermos membantu dan melayani melalui transaksi online.

“ Market place e-commerce fokus pada 20% orang Indonesia yang bisa berbelanja secara online. Sedangkan kita (Evermos) menyasar konsumen yang tidak bisa berbelanja online, yang nantinya akan dibantu dan dilayani oleh para reseller Evermos,” ungkap Co-Founder Evermos, Ghufron Mustaqim, saat ditemui dalam acara Silahturahmi Evermos di Bekasi, Selasa, 23 Maret 2021.

 Ghufron Mustaqim
© Co-Founder Evermos

Ghufron memberikan contoh, misalkan di suatu daerah sudah ada reseller Evermos, nantinya reseller itu dapat membagikan dengan orang sekitarnya tentang produk-produk yang ada di Evermos.

Jadi jika ada konsumen yang ingin membeli namun tidak mengerti caranya bisa langsung dilayani reseller tersebut untuk melakukan transaksi.

Nantinya produk yang sudah dipilih konsumen bisa langsung diantar dari pusat Evermos ke alamat pembeli.

3 dari 7 halaman

Gratis Jadi Reseller

 Evermos
© Evermos

Pada awal Evermos berdiri, jika seseorang ingin menjadi reseller harus melakukan pendaftaran sebesar Rp300.000. Namun sejak Maret 2021 jika seseorang ingin menjadi reseller bisa langsung daftar tanpa dikenakan biaya tambahan.

Namun, jika reseller ingin mendapatkan benefit lebih harus upgrade menjadi premium dengan biaya tambahan.

Untuk Sahabat Dream yang ingin mendaftar menajdi reseller di Evermos, kalian bisa langsung melakukannya di aplikasi Evermos.

Para reseller di Evermos juga akan diberikan pelatihan untuk bisa berjualan, baik secara online yang diadakan tiap hari, maupun secara offline yang diadakan pada waktu tertentu.

Reseller ini nantinya akan menjadi penghubung antara brand asli Indonesia dan juga para UMKM dengan konsumennya. Setiap reseller ketika berhasil menjual suatu produk nantinya akan mendapatkan komisi dari produk tersebut.

4 dari 7 halaman

Evermos, Social Commerce Pertama di Indonesia Disuntik Rp115 M

Dream - Evermos. Aplikasi social commerce pertama di Indonesia telah hadir. Lalu, apa bedanya social commerce dengan e-commerce yang sudah ada?

" Beda. Mereka (e-commerce) ke customer iya, ke reseller iya. Kami hanya ke reseller," ujar Co-Founder Evermos, Ilham Taufiq saat berbincang dengan Dream.co.id di arena Muslim Fashion Festival (Muffest) 2020, JCC, Senayan, Jakarta. 

Evermos merupakan kependekan dari Everyday Need for Every Moslem. Ilham mengklaim aplikasi dengan model bisnis social commerce ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. 

Evermos, lanjut Ilham, merupakan aplikasi tertutup. Hanya bisa diakses oleh reseller, bukan end customer. Dengan mendaftar Rp300 ribu seumur hidup, lanjut dia, para reseller ini akan mendapat banyak benefit. 

" Mereka mendapat toko online sendiri, gratis, toko online personal. Mereka ngga perlu pikirkan lagi soal domain, hosting dan lain-lain. Itu semua kami buatkan. Seperti online catalog," jelas mantan founder startup properti ini. 

Lanjut Ilham, karakter para reseller ini bukan distributor atau agen besar. Tapi beberapa customer yang memang mencari uang tambahan. Seperti dari kalangan ibu-ibu rumah tangga dan sejenisnya. 

" Komisinya jelas, sekitar15 sampai 35 persen dari harga jual ke customer. Keuntungan lain reseller, mereka tak perlu bayar pendaftaran sebagai reseller di semua brand. Cukup sekali di Evermos," beber Chief Partnership and Strategy Officer Evermos ini. 

Saat ini, Ilham mengklaim Evermos sudah memiliki sekitar 30 ribu reseller. Evermos juga melakukan maintenance komunitas-komunitas reseller yang sudah tersebar di lima kota. Caranya, dengan melakukan pelatihan-pelatihan digital bisnis gratis. 

" Untuk mengaktifkan reseller kita ada sistem trainingonline, event, dan supporting. Kita install mindset, softskill, upskill. Itu free semua," jelasnya lagi.

5 dari 7 halaman

Evermos Dapat Suntikan Investor Rp115 Miliar

Evermos menyebut sudah memiliki 200 karyawan dan berpusat di Bandung. Aplikasi yang berdiri sejak 2018 dan rilis 1 Februari 2019 itu mengaku sudah mendapat suntikan dana investor. 

" Kami juga baru mendapat pendanaan Seri A sebesar Rp115 miliar," tambah Ilham. 

Suntikan itu berasal dari investor Alpha JWC Ventures, Jungle Ventures, dan Shunwei Capital. Rencananya, investasi itu akan digunakan untuk pengembangan aplikasi. 

" Kami akan membangun infrastruktur. Dana itu tujuannya untuk membangun ekosistem islam lewat digital," terangnya. 

Intinya, lanjut Ilham, Evermos ingin fokus menjadi jembatan antara pemilik brand dengan reseller.

" Jadi brand bisa menciptakan jalur distribusi, sementara reseller juga bisa mendapat uang lebih," ujar Ilham. 

6 dari 7 halaman

Model Bisnis Evermos

Dengan maraknya startup digital di Indonesia, Ilham sangat optimistis Evermos bisa bersaing.

 Co-Founder Aplikasi Evermos Ilham Taufiq
© Co-Founder Aplikasi Evermos Ilham Taufiq (Foto: Ismoko Widjaya/Dream)

Dengan model bisnis yang ada, Evermos kata Ilham, bisa menjadi perusahaan rintisan yang membangun ekosistem Islam dengan baik. Lalu, seperti apa model bisnis Evermos?

" Kami menjadi distribution channel. Misal, kami mendapat diskon 30 persen dari brand. Nanti kami akan memberi harga diskon 20 persen kepada reseller,"  Ilham blak-blakan. 

Apalagi, ditambah dengan banyaknya barang-barang kebutuhan muslim yang sudah tersedia di Evermos. Dari mulai fashon, jasa paket wisata religi, kuliner halal, sampai Alquran. 

" Saya lihat tidak ada teknologi yang membuat ekosistem Islam dengan baik. Kalau ojol itu driver, Evermos itu reseller,"  yakin Ilham. 

7 dari 7 halaman

Kenapa Segmen Muslim?

Dengan demografi 90 persen penduduk muslim di Indonesia, pemilihan segmen muslim menurut Ilham sangat realistis. Ditambah, dengan fenomena dan tren hijrah yang terus menanjak. 

" Ekonomi syariah sekarang tidak hanya hanya tren saja. Pemerintah juga mendukung lewat masterplan syariah yang sudah ada," ungkap Ilham. 

Ilham menegaskan Evermos sangat optimistis dapat survive. Pada prinsipnya, lanjut Ilham, Evermos mengutamakan kolaborasi. 

" Kami tak hanya sekadar bakar uang, tapi membangun ekosistem yang baik. DNA kita itu kolaborasi, kami merangkul semua orang," tegasnya lagi. 

Maka itu, kata Ilham, Evermos banyak berkolaborasi dengan beberapa brand. Dari fashion misal dengan Zoya, Elzatta dan lain-lain.

" Kami sampaikan kepada owner-nya. DNI kita itu kolaborasi. Kami mengimani rezeki itu ngga bakal tertukar. Sok imani lewat kamu suplai di sini," yakin Ilham. 

Join Dream.co.id