Hilang 22 Tahun, Pria Ini Ditemukan Google Maps

Techno | Senin, 16 September 2019 09:48
Hilang 22 Tahun, Pria Ini Ditemukan Google Maps

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Saat hilang, pria itu berusia 40 tahun.

Dream - Penggunaan aplikasi Google Maps tidak hanya digunakan untuk mencari rute perjalanan saja. Aplikasi peta dari Google ini digunakan untuk mengungkap misteri seseorang yang hilang sejak 1997.

Orang yang hilang sejak dua dekade lalu ialah William Moldth. Dia dilaporkan hilang di Florida, Amerika Serikat pada 7 November 1997, sekitar 22 tahun silam. 

William terakhir kali terlihat di sebuah klub malam, tapi setelah itu tidak pernah kembali ke rumah.

Mendapat laporan orang hilang, polisi kemudian melakukan penyelidikan, namun hasilnya nihil. Pada 28 Agustus 2019, polisi mendapat laporan ada sebuah mobil yang berada di dalam telaga Moon Bay Circle, Wellington.

 google maps

2 dari 6 halaman

Ditemukan Tulang Manusia di Dalam Mobil

Petugas kemudian mengangkat mobil itu. Ketika dibuka, terdapat tulang belulang manusia dari dalam mobil.

Dari hasil identifikasi, tulang itu positif milik William yang dilaporkan hilang pada 1997 lalu.

" Mobil William yang tenggelam ditemukan pria yang sebelumnya warga di daaerah itu," ujar polisi dikutip dari laman BBC.

Penemuan mobil bermula, ada seorang warga setempat yang memakai aplikasi Google Maps, tiba-tiba dia melihat ada penampakan mobil di dalam danau. 

3 dari 6 halaman

Foto Sudah Ada di Google Maps Sejak 2007

Rupanya, foto itu telah ada di Google Maps sejak 2007 lalu, tapi tidak ada orang yang menyadarinya hingga 2019.

Selain itu, mobil milik William bisa terlihat karena air dalam danau itu sudah surut.

William yang dilaporkan hilang ketika berusia 40 tahun itu dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Dalam laporan disebut, William bukan seorang pemabuk.

Sebelum dilaporkan hilang, William sempat menghubungi kekasihnya kalau ia segera pulang ke rumah. Tapi, ia tidak pernah kembali.

(ism, Sumber: bbc.com)

 

4 dari 6 halaman

Andalkan Google Maps, 100 Pengemudi Tersesat Masuk Kubangan

Dream - Penggunaan Google Maps di tengah masyarakat urban telah berkembang pesat. Aplikasi besutan Google ini telah membantu banyak orang menemukan rute dan lokasi yang ingin dituju.

Tetapi, kondisi unik baru saja menimpa ratusan pegngendara di Colorado, Amerika Serikat. Aplikasi andalan penunjuk jalan ini mengarahkan sebanyak 100 orang pengemudi ke kubangan lumpur.

Salah satu pengemudi yang terjebak yaitu, Connie Monsees. Dia menceritakan kisahnya di podcast ABC News Start Here.

Dilaporkan NPR, Monsees menceritakan awalnya dia terjebak kemacetan saat dalam perjalanan menjemput suami di Bandara Internasional Denver.

" Jadi saya mengeluarkan Google Maps untuk melihat apakah ada cara yang lebih baik untuk menuju bandara," kata Monsees.

 

5 dari 6 halaman

Masih Beruntung

Instingnya bekerja, dia mulai rute yang disarankan Google Maps. Tapi, rute itu justru mengarahkan ke jalan tanah.

" Saya mengikuti rute ini dan berpikiran saya adalah, 'Yah, ada begitu banyak orang yang pergi, itu pasti baik-baik saja,'" ujar dia.

Tapi, Monsees tak tahu, hujan berhari-hari telah menciptakan kubangan lumbur. Mobil demi mobil masuk dan macet.

Beruntung mobil milik Monsees bersistem roda 4WD. Sehingga, dia akhirnya bisa keluar dari kubangan lumpur.

 

6 dari 6 halaman

Penjelasan Google

Dia bahkan dapat membantu dua orang terlantar lainnya. Tetapi yang lain akhirnya terjebak dalam kotoran untuk waktu yang lebih lama.

" Saya tidak tahu masalah pada Google," ujar dia.

Google mengatakan, jalan itu tidak ditandai sebagai pribadi. " Kami mempertimbangkan banyak faktor ketika menentukan rute mengemudi, termasuk ukuran jalan dan rute. Kami selalu bekerja untuk memberikan arah terbaik, masalah dapat timbul karena keadaan yang tidak terduga, seperti ketika kondisi cuaca mempengaruhi kualitas jalan. "

Representasi Feminisme Versi Barli Asmara
Join Dream.co.id