Informasi Hoax Bakar Uang Rp14 Triliun

Techno | Rabu, 6 Oktober 2021 07:12

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Selama pandemi, kabar misinformasi banyak beredar.

Dream – Informasi bohong dan menyesatkan, atau hoax, yang banyak beredar melalui media sosial atau WhatsApp tak hanya membuat masyarakat terpedaya. Peredarannya telah menimbulkan kerugian ekonomi yang nilainya mencapai triliunan.

Salah satu missinformasi sudah banyak dirasakan masyarakat selama pandemi Covid-19.  Yang cukup meresahkan adalah masyarakat yang enggan mengikuti vaksinasi karena termakan oleh kabar atau berita bohong yang tersebar. 

Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika, Devie Rahmawati, menginstilahkan ketahanan digital yang diguncang informasi hoaks telah menyebabkan 3K di dalam masyarakat. Tidak hanya seputar kesehatan, 3k yang dimaksud adalah kerusuhan sosial, konflik politik, dan kerugian ekonomi.

Khusus terkait ekonomi, informasi hoaks ditaksir telah menyebabkan kerugian hingga mencapai Rp14 triliun. Selama 23 Januari 2020-4 Oktober 2021, Kementerian Kominfo melaporkan telah menemukak sebanyak 1.929 temuan isu hoaks.

“ Selama pandemi, kami melihat percepatan penyebaran misinformasi dan tantangan privasi digital,” kata Devie dalam konferensi pers virtual “ JaWAra Internet Sehat”, Selasa 5 Oktober 2021.

Menurut Devie, kekuatan budaya, kedekatan masyarakat, dan keunikan adalah kunci keberhasilan untuk program-program pemberantasan hoax di Indonesia.

Selain keterampilan digital masyarakat, Program Manager ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menduga masih maraknya informasi hoaks disebabrkan belum merata program pendidikan yang secara khusus mengajarkan cara menangani misinformasi dan meningkatkan literasi digital.

Informasi Hoax Bakar Uang Rp14 Triliun
Literasi Digital Diperlukan Agar Masyarakat Terhindar Dari Kabar Hoax. (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Cara Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat

Untuk itulah, gerakan anak muda, JaWAra Internet Sehat yang didukung Whatasapp dan ICT Watch hadir di tengah infodemi yang merugikan banyak orang. Sebanyak 60 aktivis muda dari 28 provinsi akan memimpin lebih dari 100 kursus pelatihan lokal. Hal ini bertujuan untuk memerangi disinformasi selama pandemi dan membantu masyarakat meningkatkan keamanan dan privasi digital mereka.

Sejak diluncurkan pada 16 Agustus hingga 1 Oktober lalu, para JaWAra telah menjalankan 26 program dan lebih dari 50 kegiatan di lebih dari 50 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Seluruh JaWAra melalui beragam programnya telah secara keseluruhan memberdayakan sekitar 17.300 orang.

Program tersebut telah mencakup roadshow, kelas daring, serial video, dan serial podcast Internet Sehat yang membahas berbagai aspek keamanan digital.

“ Kami menginisiasi program ini untuk membantu menjembatani kesenjangan tersebut lewat pendidikan, membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun literasi digital, serta inspirasi untuk dapat mengajari orang-orang di sekitar mereka,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Dukung Insiatif Literasi Digital

Manajer Kebijakan Publik WhatsApp untuk Indonesia, Esther Samboh, mengaku antusias dapat berkolaborasi dengan anak muda se-Indonesia dalam mengatasi pandemi misinformasi, keamanan digital, dan isu privasi. Esther berharap JaWAra Internet Sehat, dengan fokus pada skala lokal dan inisiatif pendidikan yang komprehensif, akan menjadi batu loncatan besar untuk memajukan literasi digital di Indonesia.

Melalui para JaWAra muda, mereka berharap dapat menjangkau orang-orang lintas generasi untuk membawa perubahan positif pada pengalaman digital mereka.

“ Selanjutnya, WhatsApp akan terus mendukung penuh inisiatif literasi digital lain dan upaya untuk melindungi keamanan digital masyarakat yang dicanangkan oleh pemerintah,” kata Esther.

Program JaWAra Internet Sehat berfokus pada penanganan misinformasi, terutama terkait pandemi, tetapi Kominfo, ICT Watch dan WhatsApp berharap program-program JaWAra dapat membawa perubahan yang berkesinambungan di antara masyarakat lokal. Seperti memberikan edukasi digital, meningkatkan kerja sama oleh berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat, serta bisa menginspirasi kelompok masyarakat membuat program serupa tentang literasi digital.

(Laporan : Syifa Putri Naomi)

4 dari 6 halaman

Viral Pesan Hoax Pembagian Masker Gratis Dibubuhi Obat Bius

Dream - Sebuah pesan berantai yang meresahkan masyarakat kembali beredar di jejaring media sosial WhatsApp. Kali ini penyebar hoaks mengirimkan kabar tentang pembagian masker gratis dari pemerintah.

Pesan yang ditujukan kepada pengurus RT/RW itu berisikan informasi tentang pembagian masker gratis yang mengandung obat bius selama pandemi Covid-19. Tujuannya membuat masyarakat tak sadar sehingga pelaku dapat merampok rumah-rumah masyarakat.

 

 Viral Pesan Hoax Pembagian Masker Gratis Dibubuhi Obat Bius© Dream

 

Berikut narasi pesan tersebut:

" Assalamualaikum Wr Wb

Bpk/ibu Ketua Rt dan Rw, Mohon di informasikan ke warga, saudara.

Keluarga dan kenalan anda!!!

Baru saja mendapat pesan. Sebuah peringatan!!!

Sekarang ada yang baru dan sedang terjadi. Orang datang dari pintu ke pintu dan membagikan masker.

Mereka mengatakan: “ Ini ada pembagian masker dari pemerintah” (hal itu tidak benar)

Mereka meminta anda mengenakan masker untuk difoto/dilihat apakah masker tersebut cocok untuk anda.

(Sebagai laporan kalo sudah sampai alamat) masker yang sudah diberi bius dan mereka merampok!! Tolong jangan terima masker dari orang asing. Ingat, teman-teman, ini adalah waktu yang kritis, orang-orang putus asa, tingkat kejahatan meningkat selama pandemi Covid-19.

Harap berhati-hati!! Setidaknya informasi ini bisa berguna dan bermanfaat, mohon maaf apabila ada salah kata????????????."

5 dari 6 halaman

Cek Fakta

Menanggapi beredarnya pesan singkat tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan, informasi tersebut adalah bohong atau hoaks.

“ Iya lah itu informasinya hoaks,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Yusri pun mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan mengecek kebenaran setiap informasi yang didapatkan dari media sosial, terutama dalam kondisi seperti saat ini.

 

6 dari 6 halaman

Kesimpulan

Tersebarnya informasi mengenai masker gratis yang mengandung bius dan ada oknum yang ingin melakukan perampokan adalah salah.

Polda Metro Jaya menyatakan informasi tersebut palsu atau hoaks.

(Sah, Sumber: Cek Fakta)

Join Dream.co.id