Penyesalan Terbesar Bill Gates: Microsoft Kalah dengan Android

Techno | Selasa, 25 Juni 2019 15:47
Penyesalan Terbesar Bill Gates: Microsoft Kalah dengan Android

Reporter : Maulana Kautsar

Microsoft disebut `tak kebagian` untung sebesar US$400 miliar.

Dream - Pendiri dan salah seorang orang terkaya di dunia, Bill Gates mengungkapkan penyesalan terbesar yang dia alami. Bill menyebut, kegagalan terbesarnya yaitu gagal menempatkan Microsoft dalam posisi Andoid, sebagai salah satu sistem operasi seluler non-Apple terbesar di dunia.

" Dalam dunia perangkat lunak, terutama untuk platform, ini adalah pasar pemenang-ambil-semua. Jadi kesalahan terbesar yang pernah ada adalah kesalahan manajemen apa pun yang saya lakukan yang menyebabkan Microsoft tidak seperti Android," kata Bill, dilaporkan CNet, Selasa, 25 Juni 2019.

Penyesalan Bill tersebut diungkapkan dalam sebuah wawancara di perusahaan modal ventura Village Global. Dalam penyesalan itu, dia juga tak menyadari pengembangan teknologi akan beralih ke perangkat mobile.

Dia menyebut, dalam pasar perangkat ponsel non-Apple, Microsoft kehilangan kesempatan mendapat untung sebesar US$400 miliar karena kalah dari Android.

 

2 dari 7 halaman

Sudah Diakui CEO Pengganti Bill

Bill menyarankan Microsoft mengajukan gugatan antimonopli karena upaya Google menguasai pasar sistem operasi ponsel.

Google merilis Android satu dekade lalu. Saat ini Android digunakan lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan, atau lebih dari dua kali lipat jumlah pengguna Windows 10.

Sebelumnya, Steve Ballmer, yang menggantikan Gates sebagai CEO pada 2000 dan pensiun pada 2014, pernah mengakui bahwa kesalahan terbesarnya adalah membiarkan Google mendominasi pasar pencarian.

3 dari 7 halaman

Punya Duit Rp1.334 Triliun, Bill Gates Antre Burger di Pinggir Jalan

Dream – Siapa yang tak mengenal Bill Gates? Pendiri Microsoft ini terkenal sebagai orang yang memiliki ribuan triliun. Dengan harta yang dimilikinya, Gates bisa membeli apapun

Berdasarkan Bloomberg Billionaire Index, Jumat 17 Januari 2019, hartanya mencapai US$94,1 miliar (Rp1.334,56 triliun).

Namun dengan kekayaan itu Gates tak lantas berbuat semau hati. Dia menunjukan hal itu saat membeli makanan khas Amerika Serikat, burger.

Dikutip dari Geek Wire, miliarder ini kedapatan sedang ikut mengantre di depan kedai burger, Dick’s Drive-In, Seattle, Amerika Serikat. Pria ini mengenakan jaket marun dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana panjang.

Foto ini diabadikan oleh seorang warganet Facebook bernama Mike Galos. Di akun Facebooknya, Galos menuliskan caption yang menggelitik.

“ Ketika kamu memiliki harta senilai US$100 miliar (Rp1.418,23 triliun), menjalankan yayasan amal terbesar di sepanjang sejarah dunia, dan antre untuk membeli burger, kentang goreng, dan cola di Dick’s sama seperti kita. INI adalah perilaku orang kaya. Tidak seperti yang punya toilet emas di Gedung Putih,” tulis Galos.

 Bill Gates antre di toko burger.

(Foto: Akun Facebook Mike Galos)

Bicara tentang Gates, dia pernah memberitahu mahasiswa di University of Washington, bahwa berita miliarder ikut mengantre burger terlalu dibesar-besarkan.

“ Saya mengerti keinginan untuk memiliki jutaan dolar AS. Tentu itu ada kebebasan yang bermakna. Tapi, ketika kamu berada di atas itu semua. Itu adalah hamburger yang sama. Dick’s tidak menaikkan harganya,” kata dia.

4 dari 7 halaman

Bill Gates Kaya Raya Karena Mesin Besar dan Lamban Ini

Dream – Kalau mau sukses di dunia karier, ada satu keahlian yang harus kamu kuasai. Hal ini sudah terbukti pada orang terkaya dunia sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates.

Keahlian itu adalah keterampilan mengoperasikan komputer.

Dilansir dari CNBC, Sabtu 8 September 2018, Gates mulai berkecimpung di pemrograman komputer sejak berusia 13 tahun. Kegiatan ini dilakukan ketika sekolahnya mendapatkan terminal komputer untuk pertama kali.

“ Dulu, mesinnya besar dan lamban. Malah tak ada layar. Tapi, saya keranjingan,” kata dia.

Gates menghabiskan banyak waktu untuk belajar komputer, mulai dari meretas sampai membuat kode. Pengenalan komputer ini mengubah kehidupannya.

 

5 dari 7 halaman

Ambil Manfaat

Separuh abad kemudian, Gates percaya bahwa keterampilan dasar untuk mengoperasikan komputer bermanfaat bagi banyak orang, terutama untuk karier.

“ Semua orang bisa mengambil manfaat dari pelajaran komputer dasar,” kata dia.

Gates mengatakan keterampilan ini sangat bermanfaat untuk perkembangan karier. Keterampilan ini bisa menjawab kebutuhan data dan cara penyelesaian tugas.

Pernyataan ini juga diamini oleh istri Gates, Melinda Gates. Melinda mengatakan literasi komputer sangat diperlukan dan itu adalah keterampilan yang penting. Ilmu komputer punya kekuatan untuk mengubah dunia.

“ Semakin banyak kami mendorong banyak orang untuk tertarik pada teknologi, semakin baik masa depan itu,” kata dia.

6 dari 7 halaman

Begini Jadinya Kalau Bill Gates Nggak Sekolah di SMA Ini

Dream – Bill Gates diketahui juga pernah drop out dari Harvard University, untuk meluncurkan Microsoft pada 1975. Tapi jarang diketahui kiprah Gates di dunia Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Gates berkesempatan memberikan pidato di depan murid-murid civitas SMA Lakeside School. Lalu, apa yang disampaikan Gates?

“ Lakeside adalah salah satu hal terbaik yang pernah terjadi kepada saya. Salah satu alasan saya bersyukur kepada Lakeside adalah saya bisa menemukan Microsoft pada awal-awal saya di sini,” kata Gates, dikutip dari CNBC, Rabu 30 Mei 2018.

Dia berkenalan pertama kali dengan komputer ketika duduk di sekolah privat di Seattle. Di sana, dia berkenalan tentang komputer, mendigitalisasi jadwal sekolah, sampai meretas sistem jadwal sekolah menjadi kelas perempuan.

Setelah lulus SD, orangtuanya menyarankan untuk masuk ke sekolah ini. Sebelum masuk sekolah Lakeside School, Gates ragu karena ada sederet aturan yang harus dituruti di sekolah khusus pria ini. Seperti memanggil guru dengan “ master” dan mengenakan dasi dan jas. Dia juga ragu bisa menembus sekolah itu.

Untungnya, Gates menurut perkataan orangtua. Lakeside School memberikan Gates kesempatan untuk berkenalan dengan komputer.

 

7 dari 7 halaman

Pengalaman dan Wawasan Allen

Ya, ketika itu, komputer menjadi barang baru dan mewah bagi orang-orang, terlebih bagi murid sekolah. Sudah harganya ribuan dolar, komputer ini menghabiskan banyak listrik.

“ Sekolah mematikan terminal dan mengatur dengan ketat siapa yang harus menggunakannya. Sebaliknya, mereka justru membukanya. Alih-alih mengajar komputer, Lakeside hanya melepas kita,” kata dia.

Suami Melinda Gates ini bertemu dengan Paul Allen di Lakeside School, partner Gates untuk mendirikan Microsoft. Pengalaman dan wawasan Allen serta pengetahuan yang ada dimilikinya memberikan kepercayaan untuk memulai sebuah perusahaan berdasarkan ide yang liar dan tidak disetujui banyak orang.

“ Chip komputer akan menjadi sangat kuat, sehingga komputer dan perangkat lunak akan menjadi alat berada di setiap meja dan setiap rumah,” kata dia.

Gates menyebut, sekolahnya berperan dalam kesuksesan merintis Microsft. Cara mengajar dengan komputer membuatnya lebih mampu memahami relevansi komputer di dunia nyata.

“ Kalau tak ada Lakeside, tak akan ada Microsoft,” kata dia. (ism) 

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id