Penyebab Pemanasan Global dan Dampaknya Bagi Kehidupan

Techno | Selasa, 4 Agustus 2020 12:33
Penyebab Pemanasan Global dan Dampaknya Bagi Kehidupan

Reporter : Ulyaeni Maulida

Pemanasan global banyak diakibatkan oleh aktifitas manusia yang tanpa disadari justru dapat merusak lingkungan.

Dream – Pemanasan global (global warming) adalah fenomena perubahan iklim akibat kenaikan suhu rata-rata pada atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Hal tersebut disebabkan karena karbon dioksida (CO2), dan polutan udara lainnya serta gas rumah kaca berkumpul di atmosfer kemudian menyerap sinar matahari dan radiasi matahari yang memantul dari permukaan bumi.

Radiasi matahari seharusnya naik ke luar angkasa. Namun karena adanya polutan udara, menyebabkan radiasi tersebut terperangkap di atmosfer dalam jangka waktu yang lama. Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan efek rumah kaca.

World Meteorological Organization (WMO) mengungkapkan terjadi kenaikan suhu rata-rata global mencapai 1,1 derajat Celcius. Kenaikan tersebut mengakibatkan banyak terjadinya bencana alam sebagai respon naiknya suhu bumi. Seperti badai, kekeringan, banjir, mencairnya es kutub utara dan selatan, kenaikan air laut hingga kebakaran hutan.

Pemanasan global tak lepas dari gaya hidup dari penduduk bumi. Berbagai aktifitas yang terbilang dapat merusak lingkungan, justru menjadi kebiasaan buruk yang tanpa disadari menjadi penyebab dari pemanasan global. Diantaranya:

2 dari 6 halaman

Penebangan dan Pembakaran Hutan

Hutan© Pexels.com

Hutan adalah paru-paru dunia. Hutan menjadi salah satu sumber kehidupan terbesar bagi manusia. Hutan berfungsi menyerap dan memerangkap karbon dioksida yang akhirnya mencegahnya untuk terperangkap di atmosfer. Selain itu hutan juga berfungsi sebagai pengatur siklus air dan mengurangi risiko banjir dan tanah longsor.

Namun, sayangnya banyak terjadi penebangan hutan demi kepentingan komersil. Tak hanya itu, penebangan hutan juga kerap kali dilakukan untuk membuka lahan baru bagi penduduk setempat.

Namun, seringkali beberapa oknum justru melakukan tindakan yang merusak hutan. Seperti dengan sengaja membakar hutan untuk mempercepat proses penggundulan hutan.

Akibat pembakaran tersebut, suhu udara akan semakin meningkat. Pembukaan lahan dengan cara pembakaran juga menyebabkan efek rumah kaca dan berkurangnya sejumlah pohon yang seharusnya bisa menyerap karbon dioksida.

Penggundulan hutan juga menyebabkan terancamnya keseimbangan ekosistem karena banyak makhluk hidup yang mendiami hutan kehilangan tempat tinggalnya.

Semakin sedikit lahan hutan yang tersedia, kemungkinan kualitas oksigen di bumi pun makin memburuk. Serta dapat mengancam keanekaragaman hayati.

3 dari 6 halaman

Akibat dari Emisi Gas Kendaraan

Knalpot Motor Injeksi Ngebul? Begini Cara Penanganannya© MEN

Kendaraan bermotor sudah menjadi alat transportasio utama bagi sebagian besar masyarakat. Lebih dari 90 persen transportasi umum (baik transportasi darat, udara, maupun air) ditenagai bahan bakar petroleum, seperti bensin atau diesel.

Ketika bahan bakar ini menyuplai panas dan memberi tenaga pada mesin, maka mesin akan melepaskan karbon dan polutan lainnya. Sehingga kualitas udara dan air akan menurun. Efek kendaraan bermotor inilah yang kemudian berakumulasi dan memerangkap panas di atmosfer.

Berbagai jenis kendaraan bermotor inilah yang menjadi penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca. Sehingga hal ini secara perlahan akan merusak kualitas udara, tanah, hingga air.

4 dari 6 halaman

Limbah Industri

Limbah industri© Pexels.com

 

Kegiatan industri merupakan titik awal penyebab terjadinya kenaikan suhu secara masif dari tahun ke tahun. Hasil dari kegiatan ini akan menyebabkan berbagai limbah industri dan meningkatkan pemanasan global.

Kadar karbon yang dihasilkan akibat limbah industri yaitu sebesar 412 bagian per juta dalam 150 tahun terakhir. Karbondioksida, metana dan nitrogen oksida yang telah menyebabkan peningkatan suhu bumi selama 50 tahun terakhir.

Selain industri kertas, industri plastik termasuk juga salah satu dalang terbesar dari pemicu pemanasan global.

5 dari 6 halaman

Penggunaan Listrik Secara Berlebih

 

Pembangkit listrik yang merupakan kebutuhan utama sehari-hari manusia juga menyumbang dampak yang besar secara global terhadap perubahan iklim. Semua pembangkit listrik memiliki dampak beragam terhadap kondisi udara, air, dan tanah.

Memproduksi listrik membutuhkan bahan bakar yang kemudian melepaskan berbagai macam gas seperti karbon dioksida. Karbon dioksida ini kemudian akan menyebabkan efek rumah kaca. 

Penggunaan listrik secara berlebihan menyumbang 27,5 persen dari total emisi gas rumah kaca pada tahun 2017.

6 dari 6 halaman

Dampak Dari Pemanasan Global

Pemanasan global© Pexels.com

 

Berbagai dampak buruk akan disebabkan oleh pemanasan global. Hal ini akan sangat berbahaya bagi kehidupan manusia.

Pemanasan global dapat menyebabkan risiko kesehatan bagi manusia, seperti alergi, asma, dan wabah penyakit menular. Hal ini diakibatkan dari meningkatknya polusi udara, dan perubahan cuaca yang tidak menentu.

Sehingga membuat sistem imun makhluk hidup akan menurun dan mudah terserang berbagai penyakit.

Pemanasan global akan meningkatkan suhu di permukaan bumi. Sehingga memicu terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan. Hal tersebut akan menimbulkan kabut asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu, mencairnya es di kutub-kutub Bumi akibat dari pemanasan global, akan menyebabkan naiknya permukaan air laut. Hal ini dapat mengakibatkan banjir di wilayah yang terdampak.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Join Dream.co.id