Pengguna WhatsApp Resah, Ada Apa Sebenarnya?

Techno | Rabu, 20 Januari 2021 09:12
Pengguna WhatsApp Resah, Ada Apa Sebenarnya?

Reporter : Dwi Ratih

Berikut penjelasan pihak WhatsApp.

Dream – WhatsApp selama ini menjadi aplikasi perpesanan favorit pengguna smartphone dunia. Namun, perubahan privasi membuat pengguna takut dan resah. Sehingga banyak pengguna yang hijrah ke aplikasi lain, termasuk urusan signal.

Pada wawancara email, WhatsApp Head Will Cathcart yang dikutip Gadget Snow, Selasa 19 Januari 2021, mengakui bahwa perubahan pengaturan privasi aplikasi ini menimbulkan beberapa kebingungan, tetapi ia menegaskan bahwa pesan akan tetap dienkripsi.

“ Kami menyadari bahwa pembaruan ini telah menyebabkan kebingungan, kami ingin melakukan segalanya yang kami bisa untuk meyakinkan pengguna. Setiap pesan dan panggilan anda dilindungi karena ditandai enkrip dari ujung ke ujung di bagian atas setiap obrolan,” ujar Will.

2 dari 6 halaman

Pengguna bebas milih

 Ilustrasi© Shutterstock

Diketahui banyak orang yang resah karena hal ini, merupakan pengguna yang berpindah aplikasi lain untuk menghindari kebocoran data dengan WhatsApp.

Tapi persaingan adalah hal yang wajar bagi semua aplikasi perpesanan, pada akhirnya semua ini juga baik untuk semua pihak dan setiap orang bisa memilih aplikasi yang tepat untuk mereka.

Will menjelaskan perubahan ini dimaksudkan untuk orang-orang yang sering menggunakan WhatsApp secara bisnis. Jadi dibuat pengaturan pilihan untuk memilih memakai bisnis chat atau personal.

Pembaruan ini membantu adanya transparansi umum di bisnis chat dan termasuk adanya penjelasan komunikasi.

 

3 dari 6 halaman

Tetap aman, kok..

Kemudian dijelaskannya kerjasama dengan Facebook bukan berarti, Facebook bisa membuka semua data di WhatsApp melainkan untuk membuat para pengguna memiliki koneksi yang lebih global, dapat dengan mudah komunikasi dengan teman, keluarga, teman kerja.

“ Kami tidak menyimpan catatan tentang siapa yang dikirim pesan atau ditelepon oleh semua orang India, kami tidak akan membagikan kontak kalian dengan Facebook atau aplikasi lainnya yang ditawarkan,” jelas Will.

Pembaharuan seperti ini membuat tampilan chat juga berbeda, WhatsApp yang baru menawarkan opsi bisnis chat yang dapat dikelola di infrastruktur Facebook dengan aman.

Peran Facebook dalam hal ini adalah mengelola pesan dengan aman di bawah instruksi bisnis dan atas nama bisnis.

Tetapi balik lagi ke pengguna, layanan ini hanya opsi baru. Jadi bisa saja tidak digunakan, melainkan menggunakan WhatsApp sebagai tempat obrolan biasa.

(Laporan: Josephine Widya)

4 dari 6 halaman

Gara-gara Kebijakan Baru, WhatsApp Makin Ditinggalkan?

Dream – Aplikasi perpesanan singkat, Signal dan Telegram, mendadak naik daun. Hal ini disebabkan oleh pembaruan aturan layanan yang membuat warganet bertanya-tanya.

Dikutip dari sabcnews.com, Rabu 13 Januari 2021, menurut perusahaan analisis data, Sensor Tower, selama dua hari terakhir, unduhan Signal mencapai 100 ribu kali di Apple dan Google, sedangkan Telegram 2,2 juta unduhan.

Minggu lalu, WhatsApp mengumumkan aturan baru. Platform perpesanan ini meminta pengguna untuk menyetujui dan mengizinkan Facebook dan anak usahanya untuk mengoleksi data pengguna, termasuk data telepon dan lokasi.

Pengguna harus menyetujui kebijakan ini sebelum 8 Februari 2021. Jika tidak, mereka akan kehilangan akses percakapan dan kontak.

Kebijakan baru ini mengundang kritik dari pakar teknologi dan pengguna.

5 dari 6 halaman

Bertentangan 180 Derajat

Editor in Chief Majalah Fast Company, Wesley Diphoko, mengatakan kebijakan itu merupakan langkah yang berkebalikan 180 derajat dari Facebook. Diphoko mengatakan Facebook menyakinkan pengguna datanya aman saat membeli WhatsApp.

Dengan kebijakan yang diberikan WhatsApp, itu berarti pengguna akan menerima ketentuan bahwa WhatsApp berbagi data dengan platform media sosial itu.

Sensor Tower menyebut dalam seminggu pertama 2021, unduhan WhatsApp merosot 11 persen daripada minggu sebelumnya.

CEO World Wide Worx, Arthur Goldstuck, mengatakan iklan dan bisnis akan menargetkan pengguna sesuai dengan informasi yang disimpan pengguna di WhatsApp. Goldstuck meyakini WhatsApp menjadi media iklan.

“ Kami tidak perlu terkejut pada masa depan, kami harus menerima syarat dan ketentuan baru yang menampilkan iklan yang relevan dengan pengguna,” kata dia.

 

6 dari 6 halaman

Tanggapan WhatsApp

Platform perpesanan ini angkat suara tentang isu kebijakan baru. WhatsApp menegaskan kebijakan privasinya tidak akan berpengaruh terhadap percakapan antar akun maupun grup pribadi para pengguna.

“ Seluruh chat pengguna masih dilindungi enskripsi end to end. Artinya, siapa pun, termasuk WhatsApp dan Facebook, tidak bisa membaca isi pesan pengguna,” tulis perusahaan melalui keterangan tertulisnya.

Pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp.

Berikut ini adalah rinciannya.

Bisnis tersebut kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk chat melalui WhatsApp Artinya, percakapan dengan bisnis tersebut dapat disimpan di server Facebook

Jika pengguna berbicara dengan bisnis yang memilih metode penyimpanan di luar WhatsApp, perusahaan akan menampilkan notifikasi di chat tersebut Pengguna kemudian berhak dan bebas memilih apakah mereka mau berinteraksi dengan bisnis tersebut atau tidak.

Percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan aplikasi gratis WhatsApp Business, maupun yang menggunakan WhatsApp Business API tapi tetap menggunakan layanan hosting WhatsApp, masih terlindungi enkripsi end-to-end seperti biasa. 

Join Dream.co.id