KPAI: Stop Tindakan Bully di Medsos dengan 3B

Techno | Selasa, 16 April 2019 13:15
KPAI: Stop Tindakan Bully di Medsos dengan 3B

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Harus berhati-hati, dapat berujung depresi dan bunuh diri.

Dream - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan aksi perundungan di media sosial lebih berbahaya dibanding tindakan di dunia nyata.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mencontohkan aksi perundungan di media sosial yang dilakukan warganet bisa dilakukan sangat cepat dan masif ketika muncul suatu peristiwa tertentu.

Contoh terbaru adalah kasus kekerasan yang dialami oleh siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, AY. Saat kasus itu mencuta, warganet dengan cepat melakukan aksi bully kepada siswi berinial A maupun para pelaku.

Untuk mencegak kejadian yang sama berulang, Retno mengingatkan warganet untuk memahami literasi 3B ketika hendak menggunakan media sosial.

" B pertama itu memastikan, benar-benar adakah peristiwa itu," ujar Retno di Gedung KPAI, Jakarta, Senin 15 April 2019.

Retno melanjutkan, B kedua yakni baik atau tidak melakukan penyebaran berita yang ada di media sosial.

" B ketiga, bermanfaatkah apa yang disebarkan," ucap dia.

KPAI meminta kepada warganet untuk berhenti melakukan perundungan di media sosial. Karena, hal itu lebih berbahaya dibanding kasus yang sedang dialami oleh anak korban dan anak pelaku.

" Ada anak yang bunuh diri akibat cyber bully," kata Retno mengingatkan bahaya perundungan di sosial media.(Sah)

Keinginan Jokowi Bertemu Prabowo
Join Dream.co.id