Pasar idEA, Saat Pembeli dan Penjual di Dunia Maya Bertemu

Techno | Jumat, 16 Agustus 2019 06:47
Pasar idEA, Saat Pembeli dan Penjual di Dunia Maya Bertemu

Reporter : Ahmad Baiquni

Di festival ini, pembeli dapat bertemu dengan penjual online dan bertransaksi secara langsung.

Dream - Perkembangan bisnis jual beli online terbilang sangat pesat. Keberadaan bisnis model ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, terutama mereka yang masuk kategori UMKM.

Sayangnya, masih banyak pihak yang kurang percaya dengan model jual beli ini. Alhasil, sebagian konsumen tetap memilih berbelanja secara offline meski harus repot.

Berangkat dari kecenderungan itu, Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) berinisiatif menggelar Pasar idEA. Pasar ini menjadi sarana mempertemukan penjual (seller) dan pembeli (buyer) online di dunia nyata.

 Pasar idEA

" Kita memang mau membuat konsumen-konsumen Indonesia yang belum 100 persen percaya bertransaksi online, bisa datang ke sini," ujar Ketua idEA, Ignatius Untung, saat pembukaan Pasar idEA di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis 15 Agustus 2019.

Untung mengatakan pameran ini merupakan ajang kopi darat pelaku bisnis online dengan pasar. Mereka bisa berinteraksi dan bertransaksi di dunia nyata.

" Ketemu sama seller-nya langsung, bisa pegang barangnya, habis itu jadi punya hubungan yang, 'Oh, ini toh yang jualan'," kata dia.

 

 

2 dari 6 halaman

Gandeng UMKM

Pameran ini dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Dia mengatakan keberadaan Pasar idEA yang menggandeng UMKM dapat mendorong laju sektor ekonomi digital.

" Pasar idEA yang menggandeng UMKM akan bisa memberi dampak positif dalam mengantisipasi isu serbuan produk asing di Industri e-commerce," kata Rudiantara.

 Pasar idEA

Rudiantara juga menyatakan UMKM terbukti sebagai sektor yang menjadi tulang punggung Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terkuat di Asia Tenggara 2025.

Pasar idEA yang merupakan festival belanja online to offline (O2O) pertama dan terbesar di Indonesia ini digelar di JCC Hall A & B pada 15-18 Agustus 2019. Sejumlah e-commerce terlibat di ajang ini seperti Tokopedia, Blibli dan masih banyak lagi.

(ism, Laporan: Keisha Ritzska Salsabila)

3 dari 6 halaman

Daftar Profesi Bergaji Besar di Perusahaan e-Commerce

Dream – Beberapa tahun belakangan, perusahaan e-commerce tengah menjadi idola dalam ekonomi digital. Bekerja di perusahaan ini dianggap lebih cerah daripada bisnis ritel fisik karena jumlah konsumen di platform digital terus bertambah setiap tahun.

Pertanyaan, apakah booming e-commerce itu sejalan dengan pendapatan yang diperoleh pegawainya?

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima iPrice, Selasa 7 Mei 2019, kehadiran perusahaan rintisan berbasis ekonomi digital tidak hanya menghadirkan channel investasi baru. Sejumlah perusahaan rintisan berbasis ekonomi digital turut menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menyerap banyak tenaga kerja untuk memutar aktivitas di industri ini.

Tren ini tak hanya di Indonesia, tetapi juga negara-negara tetangga.

Dalam riset tren karier e-commerce Asia Tenggara, jumlah pekerja yang direkrut perusahaan e-Commerce, seperti Tokopedia dan Bukalapak, meningkat lebih dari 100 persen dalam dua tahun. Pertambahan jumlah yang signifikan ini menunjukkan perusahaan e-commerce masih menggantungkan operasionalnya kepada tenaga manusia walaupun platform bisnisnya terlihat ringkas dengan algoritma di internet.

Lalu, profesi apa saja yang dihargai mahal oleh perusahaan-perusahaan e-commerce di Indonesia?

4 dari 6 halaman

Ini Dia Profesi Termahal di Perusahan E-Commerce

Berdasarkan data Qerja untuk membandingkan gaji perusahaan e-commerce dengan 10 perusahaan ritel versi riset Euromonitor International.

Dari infografis di atas, profesi yang berhubungan dengan divisi pengembangan bisnis dan teknologi informatika mendapat penghasilan paling mahal dari perusahaan e-commerce.

Melihat level jabatannya, perusahaan mengalokasikan porsi uang yang banyak untuk menggaji pegawai di level jabatan manajer. Rata-rata gaji dari 10 profesi termahal ini berkisar pada angka Rp28,3 juta.

 

 10 profesi termahal di e-commerce dan ritel fisik.

Kalau dibandingkan, estimasi angka pendapatan dari profesi termahal di perusahaan eCommerce ternyata tidak berbeda jauh dengan perusahaan retail fisik. Di perusahaan retail fisik, rataan gaji dari 10 profesi termahal berkisar pada angka Rp24,2 juta.

Sama seperti di perusahaan eCommerce, level jabatan manager mendominasi profesi termahal di perusahaan retail fisik. Profesi-profesi bergaji besar di retail juga cenderung berasal dari divisi finance dan operation.

5 dari 6 halaman

Apakah Profesi Teknologi Informatika Punya Daya Tawar Lebih Besar?

Sejumlah orang memercayai bahwa profesi yang berhubungan dengan teknologi informatika punya daya tawar gaji lebih besar dibanding profesi lain di era digital ini.

Di perusahaan e-commerce, profesi berbasis teknologi informatika pada entry level alias eksekutif punya kisaran gaji belasan juta rupiah.

Malah, profesi macam software engineer punya estimasi gaji hingga Rp23 juta. Pada level senior alias manager, estimasi gaji profesi IT mencapai Rp26 juta-75 juta.

Di perusahaan e-commerce, estimasi gaji profesi berbasis IT termahal agaknya tidak jauh berbeda dengan profesi termahal pada non-IT. Rataan 10 gaji termahal profesi IT berkisar pada Rp21,1 juta, sedangkan non-IT berkisar pada Rp20,9 juta.

 

 Perbandingan gaji profesi IT dengan non-IT di E-Commerce.

 

Jika ada perbedaan menyolok, terletak pada level jabatan. Orang-orang yang profesinya berbasis IT tidak perlu harus berada di level manager untuk mendapat gaji dua digit. Namun tidak demikian dengan profesi non-IT.

Di perusahaan retail fisik, porsi gaji termahal justru berasal dari profesi non-IT. Rataan gaji 10 posisi termahal pada profesi non-IT berkisar Rp24,2 juta. Rataan ini dua kali lipat lebih banyak dari profesi termahal IT yang hanya berada pada kisaran angka Rp11,1 juta.

Besaran gaji profesi non-IT di perusahaan retail fisik selaras dengan bobot jabatannya. Kesepuluh profesi termahal itu berorientasi pada jabatan manager dan kepala divisi. Sedangkan level jabatan pada profesi IT lebih heterogen meski margin antara jabatan entry level dan jabatan manager tergolong lebar.

6 dari 6 halaman

Kesimpulannya

Dari sana, bisa dilihat ada tiga poin utama. Pertama, estimasi gaji profesi termahal perusahaan e-commerce maupun ritel fisik tergolong berimbang.

Secara umum,  e-commerce tak selalu memberikan gaji yang lebih besar daripada perusahaan ritel. 

 Perbandingan gaji profesi IT dan non IT di ritel fisik

Kedua, perusahaan e-commerce bersedia menggaji sejumlah profesi dengan angka besar meskipun level jabatannya di entry level. Sebaliknya, perusahaan ritel fisik sangat memperhatikan bobot jabatan untuk memberikan gaji.

Ketiga, profesi berbasis non-IT digaji lebih mahal oleh perusahaan ritel fisik. Sementara di e-commerce, profesi IT cenderung lebih sejahtera.(Sah)

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id