Inti Bumi Mendingin Lebih Cepat dari Perkiraan, Ini Dampak Buat Semesta

Techno | Rabu, 19 Januari 2022 19:12

Reporter : Sugiono

Sementara suhu permukaan dan atmosfer berfluktuasi selama miliaran tahun, bagian inti Bumi yang cair dan panas ternyata mengalami pendinginan selama ini.

Dream - Bumi terus berevolusi sejak terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu. Namun tidak banyak yang tahu jika ada fenomena aneh yang terjadi sejak Bumi terbentuk.

Sementara suhu permukaan dan atmosfer berfluktuasi selama miliaran tahun, bagian inti Bumi yang cair dan panas, yang merupakan jantung planet ini, ternyata mengalami pendinginan selama ini.

Padahal bagian inti Bumi yang cair inilah yang diduga menghasilkan medan magnet yang luas. Struktur tak terlihat ini diyakini para ilmuwan telah melindungi dunia kita dan memungkinkan kehidupan berkembang.

Selain itu, konveksi mantel, aktivitas tektonik, dan vulkanisme yang terjadi di permukaan Bumi telah membantu mempertahankan kehidupan melalui stabilisasi suhu global dan siklus karbon.

Inti Bumi Mendingin Lebih Cepat dari Perkiraan, Ini Dampak Buat Semesta
Inti Bumi Ternyata Mengalami Pendinginan.
2 dari 6 halaman

Dampak Inti Bumi Mendingin

Namun muncul pertanyaan yang belum terjawab selama ini, yaitu seberapa cepat inti Bumi mendingin dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan proses tersebut?

Teori sebelumnya menyebutkan, inti Bumi masih dalam proses mendingin, dan akan terus terjadi seperti itu sampai benar-benar akan mengeras.

Ketika bagian interior Bumi mengeras, maka aktivitas geologi berhenti. Bumi mungkin berubah menjadi batu tandus raksasa, mirip dengan yang terjadi pada Mars atau Merkurius.

Lalu seberapa cepat pendinginan ini akan terjadi dan berapa lama waktunya? Menurut penelitian oleh ETH Zurich di Swiss, pendinginan inti Bumi ini kemungkinan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

3 dari 6 halaman

Penyebab Inti Bumi Mendingin

Kuncinya bisa jadi adalah sebuah mineral di antara besi atau nikel yang ada di inti luar Bumi dan cairan bawah mantel yang ada di atasnya.

 Inti Bumi yang panas mengalami pendinginan.© Shutterstock

Mineral ini disebut peneliti sebagai bridgmanite, dan seberapa cepat zat ini menghantarkan panas akan memengaruhi kecepatan panas menembus inti dan keluar ke menuju mantel Bumi.

Sayangnya, untuk mengukur konduktivitas termal (perpindahan panas) bridgmanite dari inti ke mantel Bumi tidak sesederhana yang diperkirakan dalam kondisi terbuka.

Masalahnya, konduktivitas termal ini dapat bervariasi berdasarkan tekanan dan suhu, tergantung pada posisinya yang jauh di dalam planet kita.

4 dari 6 halaman

Pengukuran Menunjukkan Hasil Mengejutkan

Untuk mengatasi kesulitan ini, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Motohiko Murakami dari ETH Zurich mengembangkan sistem yang memungkinkan mereka mengukur konduktivitas termal bridgmanite di laboratorium, di bawah tekanan dan suhu mirip dengan yang berlaku di inti Bumi.

Dalam pengujiannya, Murakami menyinari sebuah batu kristal bridgmanite dengan laser berdenyut. Pengukuran menunjukkan hasil yang mendekati kondisi aslinya di inti Bumi.

" Sistem pengukuran ini menunjukkan bahwa konduktivitas termal bridgmanite sekitar 1,5 kali lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya," kata Murakami.

5 dari 6 halaman

Pendinginan Bisa Lebih Cepat Lagi Jika...

Ini artinya aliran panas dari inti ke mantel Bumi ternyata lebih tinggi dari yang selama ini diasumsikan. Dengan aliran panas yang keluar dengan cepat dan besar ini, maka laju pendinginan interior Bumi lebih cepat dari yang diduga.

Menariknya lagi, proses pendinginan inti Bumi ini bisa semakin cepat ketika bridgmanite berubah menjadi mineral lain yang disebut post-perovskite.

Zat ini bahkan disebut lebih konduktif secara termal dan karenanya akan meningkatkan laju kehilangan panas dari inti ke dalam mantel Bumi.

6 dari 6 halaman

Masih Perlu Banyak Penelitian Lagi

Namun Murakami menegaskan bahwa tim tidak bisa mengatakan berapa lama dan seberapa cepat proses ini akan terus berlangsung.

Masalahnya, proses pendinginan planet-planet yang sebenarnya bukanlah sesuatu yang dipahami dengan baik oleh para ilmuwan, termasuk tim Murakami.

" Mars mendingin sedikit lebih cepat karena secara signifikan lebih kecil dari Bumi. Tetapi ada faktor lain yang mungkin berperan dalam seberapa cepat interior planet mendingin," pungkasnya.

Penelitian tentang seberapa lama dan cepat inti Bumi mendingin yang diteliti Murakami dari ETH Zurich ini telah dipublikasikan di Earth and Planetary Science Letters pada 15 Januari 2022 lalu.

Sumber: Science Alert

Join Dream.co.id