Mulai Ditinggalkan Pengguna, WhatsApp Pasang Iklan di Koran

Techno | Rabu, 20 Januari 2021 13:12
Mulai Ditinggalkan Pengguna, WhatsApp Pasang Iklan di Koran

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Masalah kebijakan baru membuat pengguna mulai meninggalkan platform itu.

Dream – Isu perubahan privasi membuat WhatsApp mulai ditinggalkan oleh penggunanya. Platform perpesanan singkat ini menempuh beragam upaya untuk meyakinkan pengguna bahwa data mereka aman. Salah satunya adalah memasang iklan besar-besaran di media cetak.

Dikutip dari bandt.com.au, Rabu 20 Januari 2021, kejadian ini bermula ketika WhatsApp meminta dua miliar penggunanya untuk menerima kebijakan baru yang memungkinkan aplikasi ini untuk berbagi data dengan sang induk, Facebook.

Kebijakan ini menuai reaksi keras dari pengguna. Hal ini ditandai dengan melesatnya pengguna Signal dan Telegram.

2 dari 5 halaman

Kalang Kabut

Menghadapi reaksi ini, WhatsApp bekerja keras untuk mengatasi masalah privasi konsumen. Mulai dari mencuit klarifikasi jenis data pengguna yang dikumpulkan pengguna hingga memasang iklan di media cetak.

Seperti yang dilakukan di India, WhatsApp memasang iklan satu halaman penuh di 10 surat kabar yang berbahasa Inggris dan bahasa Hindi. Platform ini menjelaskan serupa bagi 400 juta penggunanya di India.

“ Menghargai privasi Anda adalah DNA kami. Perubahan kebijakan tidak mempengaruhi pesan Anda sebagai teman dan keluarga dengan cara apa pun,” tulis WhatsApp.

 

 WhatsApp pasang iklan,© bandt.com.au

3 dari 5 halaman

Pengguna WhatsApp Resah, Ada Apa Sebenarnya?

Dream – WhatsApp selama ini menjadi aplikasi perpesanan favorit pengguna smartphone dunia. Namun, perubahan privasi membuat pengguna takut dan resah. Sehingga banyak pengguna yang hijrah ke aplikasi lain, termasuk urusan signal.

Pada wawancara email, WhatsApp Head Will Cathcart yang dikutip Gadget Snow, Selasa 19 Januari 2021, mengakui bahwa perubahan pengaturan privasi aplikasi ini menimbulkan beberapa kebingungan, tetapi ia menegaskan bahwa pesan akan tetap dienkripsi.

 

 Pengguna WhatsApp Resah, Ada Apa Sebenarnya?© Dream

 

“ Kami menyadari bahwa pembaruan ini telah menyebabkan kebingungan, kami ingin melakukan segalanya yang kami bisa untuk meyakinkan pengguna. Setiap pesan dan panggilan anda dilindungi karena ditandai enkrip dari ujung ke ujung di bagian atas setiap obrolan,” ujar Will.

4 dari 5 halaman

Pengguna bebas milih

 Ilustrasi© Shutterstock

Diketahui banyak orang yang resah karena hal ini, merupakan pengguna yang berpindah aplikasi lain untuk menghindari kebocoran data dengan WhatsApp.

Tapi persaingan adalah hal yang wajar bagi semua aplikasi perpesanan, pada akhirnya semua ini juga baik untuk semua pihak dan setiap orang bisa memilih aplikasi yang tepat untuk mereka.

Will menjelaskan perubahan ini dimaksudkan untuk orang-orang yang sering menggunakan WhatsApp secara bisnis. Jadi dibuat pengaturan pilihan untuk memilih memakai bisnis chat atau personal.

Pembaruan ini membantu adanya transparansi umum di bisnis chat dan termasuk adanya penjelasan komunikasi.

 

5 dari 5 halaman

Tetap aman, kok..

Kemudian dijelaskannya kerjasama dengan Facebook bukan berarti, Facebook bisa membuka semua data di WhatsApp melainkan untuk membuat para pengguna memiliki koneksi yang lebih global, dapat dengan mudah komunikasi dengan teman, keluarga, teman kerja.

“ Kami tidak menyimpan catatan tentang siapa yang dikirim pesan atau ditelepon oleh semua orang India, kami tidak akan membagikan kontak kalian dengan Facebook atau aplikasi lainnya yang ditawarkan,” jelas Will.

Pembaharuan seperti ini membuat tampilan chat juga berbeda, WhatsApp yang baru menawarkan opsi bisnis chat yang dapat dikelola di infrastruktur Facebook dengan aman.

Peran Facebook dalam hal ini adalah mengelola pesan dengan aman di bawah instruksi bisnis dan atas nama bisnis.

Tetapi balik lagi ke pengguna, layanan ini hanya opsi baru. Jadi bisa saja tidak digunakan, melainkan menggunakan WhatsApp sebagai tempat obrolan biasa.

(Laporan: Josephine Widya)

Join Dream.co.id