Temuan Mengejutkan dari Lubang Terdalam Bumi yang Dibuat Manusia

Techno | Selasa, 11 Agustus 2020 18:32
Temuan Mengejutkan dari Lubang Terdalam Bumi yang Dibuat Manusia

Reporter : Ulyaeni Maulida

Dan kini hanya menyisakan tutup logam berkarat sebagai tanda keberadaan lubang terdalam tersebut.

Dream – Kola Superdeep Borehole merupakan sebuah lubang buatan manusia yang berasal dari sisa sumber minyak yang telah lama tidak digunakan.

Namun nyatanya lubang ini adalah hasil dari pertempuran dingin antara AS dan Uni Soviet. Lebih dari 20 tahun yang lalu.

Namun pengeboran lubang tersebut luput dari perhatian dunia. Karena saat itu, dunia sedang terpaku pada perlombaan antariksa terkait pendaratan manusia di bulan.

Lubang ini terletak di Murmansk, Rusia. Dan menjadikannya sebagai lubang terdalam yang pernah di bor oleh manusia. Ukurannya bahkan mencapai 12 kilometer ke arah bawah kerak bumi.

2 dari 3 halaman

Kembali dilakukan penggalian para peneliti

 

Deepest Hole© Foto: Youtube/ SciShow

Para peneliti di Rusia dan AS secara terpisah mulai mengebor kerak bumi. Untuk melihat seberapa jauh mereka menemukan lubang tersebut. Dan hasilnya justru diluar bayangan yang pernah dipikirkan.

Di AS, pengeboran dilakukan dengan nama 'Project Mohole' yang berlangsung di lepas pantai Pasifik Meksiko. Tim peneliti AS berhasil mengebor hingga 183 meter dibawah dasar laut.

Meskipun berhasil membuktikan pengeboran lepas pantai merupakan sebuah hal yang dapat dilakukan, namun pengeboran ini akhirnya dihentikan karena tidak adanya sokongan dana pada tahun 1966. Meskipun alasan yang sebenarnya tidak benar-benar disebutkan.

Sementara itu, di Rusia, para peneliti mulai mengebor Semenanjung Kola, setelah mendengar upaya yang dilakukan oleh AS.

Tidak seperti proyek yang dilakukan AS, Uni Soviet melakukan pengeboran sekitar tahun 1970-1994. Yang berhasil menciptakan Kola Superdeep Borehole yaitu sebuah lubang terdalam yang pernah dibuat oleh manusia.

3 dari 3 halaman

Menjadi salah satu proyek paling memukau

 

Hal yang paling keren adalah meskipun lubang itu mungkin berasal dari agresi Perang Dingin, para peneliti yang bekerja sama dengan tim pengeboran mampu membuat banyak studi ilmiah tentang kerak bumi. Karena mereka dapat mempelajarinya secara fisik.

" Sejauh ini, penemuan paling memukau dari proyek ini adalah pendeteksian fosil mikroskopis plankton di batuan berusia lebih dari 2 miliar tahun, ditemukan empat mil di bawah permukaan," ungkap Bryan Nelson dari Mother Nature Network.

" 'Fosil mikroskopis ini mewakili sekitar 24 spesies purba, dan terbungkus dalam senyawa organik yang entah bagaimana bertahan dari tekanan dan suhu ekstrem yang ada sejauh ini di bawah Bumi,” lanjutnya kembali.

Meskipun berhasil, pengeboran terhenti pada tahun 1994 karena suhu di sekitar bumi melonjak dari 100 derajat Celcius menjadi 180 derajat Celcius, menyebabkan bor tidak berfungsi dengan baik.

Proyek tersebut resmi dihentikan pada tahun 2005. Dan hanya menyisakan tutup logam berkarat sebagai tanda keberadaan lubang terdalam tersebut.

 

(Sumber: sciencealert.com)

Join Dream.co.id