Kemenristek: Hadi Pranoto Tidak Pernah Jadi Tim Peneliti

Techno | Selasa, 4 Agustus 2020 11:42
Kemenristek: Hadi Pranoto Tidak Pernah Jadi Tim Peneliti

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Hadi Pranoto tidak pernah menjadi salah satu anggota peneliti konsorsium dalam tim pengembangan herbal imunomodulator yang dibentuk oleh Kemenristek/BRIN.

Dream - Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) memberikan klarifikasi terkait kegaduhan yang bersangkutan dengan Hadi Pranoto dan beberapa klaim terkait Covid-19.

Kemeristek melalui melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) menyebut, tidak pernah memberikan dukungan uji klinis obat herbal produksi Bio Nuswa yang diakui Hadi Pranoto.

" Setiap pelaksanaan uji klinis harus mendapatkan persetujuan pelaksanaan uji klinis, seperti oleh BPOM dan ethical clearance yang dikeluarkan oleh Komisi Etik," kata Ali Ghufron Mukti, Staf Ahli Menristek Bidang Infrastruktur sekaligus Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dalam keterangannya, Senin 3 Juli 2020.

Ali juga menyebut, Hadi Pranoto tidak pernah menjadi salah satu anggota peneliti konsorsium dalam tim pengembangan herbal imunomodulator yang dibentuk Kemenristek/BRIN.

" Kemenristek/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) selalu menghargai dan mengapresiasi setiap upaya riset dan inovasi dengan prosedur tertentu untuk dapat menangani pandemi COVID-19 yang menjadi perhatian kita semua," ungkapnya.

2 dari 4 halaman

Beri Imbauan Masyarakat Agar Berhati-hati

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati terkait informasi obat Covid-19. Terlebih obat yang diklaom tersebut, tak dikeluarkan oleh institusi yang berwenang seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan lembaga lainnya.

" Menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dengan isu yang menyebutkan bahwa telah ditemukan obat herbal untuk pencegahan COVID-19 apabila bukan dikeluarkan secara resmi atau dibenarkan oleh instansi terkait seperti BPOM, Kemenkes, Kemenristek/BRIN atau kementerian/lembaga pemerintah lainnya, terima kasih," pungkasnya.

(Sumber: Liputan6.com)

3 dari 4 halaman

Cuma Nama yang Mirip, Hadi Pranoto di Konten Anji Beda dengan Alumni S3 IPB

Dream - Nama Hadi Pranoto mendadak menjadi buah bibir setelah menjadi narasumber dari konten Youtube Anji yang sudah dihapus pihak Youtube. Dalam wawancara itu Hadi Pranoto memperkenalkan diri sebagai professor dan pakar mikrobiologi yang mengklaim telah berhasil menemukan antibodi Covid-19.

Menjadi viral karena pengakuannya tersebut, sosok Hadi Pranoto banyak dicari di dunia maya. Banyak netizen yang meragukan klaim serta gelar akademik yang disandangnya. Obat herbal yang diklaim bisa menyembuhkan Covid-19 juga memicu kontroversi.

Salah satu alat penelusuran yang dilakukan adalah dengan mencari profil Hadi Pranoto sebagai dosen di website Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Di laman tersebut muncul nama Hadi Pranoto dengan gelar akademik Doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Namun foto Hadi Pranoto do website Dikti tersebut berbeda dengan sosok pria yang menjadi narasumber di akun YouTube musisi Anji.

4 dari 4 halaman

Prof Hadi Pranoto Versi Anji dan IPB

Jurnalis Dream.co.id sendiri juga menanyakan ke pihak IPB University terkait sosok Hadi Pranoto yang dimaksud di website Dikti tersebut.

Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti, mengatakan sosok Hadi Pranoto yang menjadi narasumber di video YouTube Anji berbeda dengan dosen yang merupakan alumnus IPB.

" Sosok Hadi Pranoto yang dimaksud dalam berita ini adalah orang yang berbeda dengan Hadi Pranoto yang merupakan Alumnus IPB," jelas Yatri saat dikonfirmasi, Senin 8 Agustus 2020.

Mengaku memiliki nama yang sama, Yatri menegaskan Hadi Pranoto yang pernah menempuh pendidikan S3 di IPB saat ini berprofesi sebagai dosen di Universitas Mulawarman.

Join Dream.co.id