Data Penumpang Diduga Bocor, Malindo Air Angkat Bicara

Techno | Kamis, 19 September 2019 11:42
Data Penumpang Diduga Bocor, Malindo Air Angkat Bicara

Reporter : Maulana Kautsar

Malindo Air mengambil langkah-langkah pencegahan.

Dream - Malindo Air, anggota grup Lion Air, memberikan pernyataan mengenai perkembangan kebocoran data penumpang. PR & Communications Department, Malindo Air, Andrea Liong mengatakan, kemungkinan data itu telah disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab.

Liong mengatakan, tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e-commerce, saat ini sedang menyelidiki atas hal tersebut.

" Malindo Air juga bekerja sama dengan konsultan cybercrime independen, melaporkan kejadian ini dan untuk proses penyelidikan," ujar Liong dalam keterangan resminya, Kamis, 19 September 2019.

Liong menyebut, Malindo Air sudah mengambil langkah-langkah tepat untuk memastikan data penumpang tidak terganggu. Tindakan ini diambil sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia 2010.

Liong mengatakan, Malindo Air menyatakan tidak menyimpan rincian pembayaran setiap penumpang atau pelanggan di dalam server.

" Malindo Air mematuhi ketentuan Standar Kartu Pembayaran Industri dan Standar Keamanan Data (Payment Card Industry/ PCI - Data Security Standard/ DSS)," ujar Liong mengklaim.

Liong menyebut, untuk tindakan pencegahan, Malindo Air mengimbau dan menyarankan kepada seluruh penumpang atau pelanggan yang memiliki akun Malindo Miles segera mengubah kata sandi. Liong menyebut, Malindo Air akan terus memberikan keterangan lebih lanjut melalui website, seluler (mobile) dan media sosial.

2 dari 6 halaman

Puluhan Juta Data Pribadi Penumpang Lion Air Bocor di Forum Internet

 Pilot Mogok Terbang, Jadwal Lion Air di 5 Bandara 'Delayed'

Dream - Puluhan juta data pribadi penumpang dua maskapai penerbangan yang dimiliki Lion Air beredar di forum selama lebih kurang sebulan. Data itu tersimpan di laman terbuka, Amazon.

BleepingComputer, menyebut catatan data tersebut terbagi dalam dua penyimpanan data. Data pertama dengan catatan 21 juta pelanggan. Sementara gepok data lain punya 14 juta data penumpang.

Data penting itu dibuat pada Mei 2019. Kebanyakan data pelanggan merupakan penumpang Malindo Air dan Thai Lion Air. Cadangan data lain berisi nama-nama penumpang Batik Air.

Data yang tersimpan memuat identitas pemesanan penumpang, nomor telepon, alamat surat elektronik, tanggal lahir, nomor paspor, alamat rumah, serta tanggal kedaluwarsa paspor.

3 dari 6 halaman

Data Pelanggan

 Data pelanggan Lion Air

Meski demikian, tidak jelas kapan data pribadi pengguna itu diakses kali pertama. Tapi, seorang pengguna yang mengumpulkan informasi sensitif dari berbagai forum pertukaran data menduga data tersebut muncul pada 10 Agustus 2019.

Pengguna tersebut, menemukan bahwa kumpulan dua data setelah mereka menerbitkan URL layanan penyimpanan `ember AWS`.

Pada 12 Agustus, seseorang pengguna internet menawarkan pertukaran data yang relatif dikenal dan beberapa waktu kemudian `ember` diamankan.

Dua database dari penyimpanan cloud masih beredar, meskipun, tersedia atas permintaan.  BleepingComputer melihat indeks direktori terbuka dan memperhatikan bahwa file cadangan, yang terbaru bernama 'PaymentGateway.'

Nama cadangan tambahan termasuk referensi untuk program hadiah perusahaan dan layanan pemesanan online GoQuo yang juga menyediakan solusi analitik pelanggan.

4 dari 6 halaman

Jawaban Lion Air

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, memberi penjelasan mengenai kasus ini. Dia menyebut kasus kebocoran data pelanggan Lion Air ini sedang diselidiki.

" Kami sedang melakukan cek ya," kata Danang, Rabu 18 September 2019.

5 dari 6 halaman

Usai Garuda, Lion Air Kini Larang MacBook Pro 15 Masuk Pesawat

Dream –  Lion Air Group melarang salah satu produk Apple, MacBook Pro 15 inchi keluaran 2015, masuk ke kabin dan kargo pesawat.

Larangan ini dikeluarkan seiring dengan penarikan produk oleh Apple.Larangan ini berlaku di penerbangan Lion Air, Batik Air, dan Wings Air.

“ Melarang pengangkutan laptop produk Apple jenis MacBook Pro 15 inchi produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017 sebagai bagasi tercatat/ terdaftar (checked baggage) dan kargo,” kata Corporate Communication Strategic, Danang Mandala Prihantoro,di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 12 September 2019.

Kebijakan tersebut berdasarkan aturan yang dirilis oleh Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA), Federal Aviation Administration (FAA) atau Federasi Penerbangan Federal AS, European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154) mengenai larangan membawa MacBook Pro (Retina 15-Inch). Ditemukan permasalahan pada baterai laptop di produk Apple tersebut yang berpotensi menimbulkan gangguan (hazard) terhadap faktor keselamatan perjalanan udara.

“ Keterangan terperinci yang mencakup spesifikasi produk MacBook Pro 15 Inc yang di recall (ditarik kembali), dipersilakan untuk akses https://support.apple.com/en-sg/15-inch-macbook-pro-battery-recall,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Kalau Mau Tetap Dibawa?

Jika ingin dibawa, Danang meminta penumpang mematikan laptop itu selama penerbangan.

Tidak diperbolehkan gadget ini dalam keadaan sleep mode. Penumpang juga tak boleh mengisi ulang baterai selama penerbangan.

 Kalau Mau Tetap Dibawa?

Danang mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait hingga pemberitahuan lebih lanjut. Lion Air Group patuh menjalankan ketentuan, aturan atau kebijakan yang berlaku serta menerapkan budaya keselamatan pada setiap lini operasional dalam rangka safety first.

Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi
Join Dream.co.id