Inovasi GP Ansor, Luncurkan Aplikasi Online Kursus Bahasa Korea

Techno | Jumat, 24 April 2020 07:36
Inovasi GP Ansor, Luncurkan Aplikasi Online Kursus Bahasa Korea

Reporter : Ahmad Baiquni

Aplikasi ini dapat diakses secara gratis dan menjadi alternatif belajar Bahasa Korea dari rumah.

Dream - Gerakan Pemuda Ansor menelurkan inovasi dengan meluncurkan aplikasi online kursus Bahasa Korea. Aplikasi ini dibangun atas kerja sama GP Ansor dengan Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) bersama KoreanFirst.

Aplikasi itu tersedia secara gratis di PlayStore dengan nama Kelas Korea. Atau bisa juga diakses melalui laman https://kelas.koreanfirst.net.

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan nilai awal dalam pembuatan aplikasi ini sebesar Rp1.420.000. Menurut dia, aplikasi ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin belajar Bahasa Korea.

" Kursus ini bisa jadi alternatif bagi masyarakat Indonesia untuk belajar Bahasa Korea dari rumah, sebagai bagian peningkatan pengetahuan, terutama yang memiliki rencana bekerja di Korea," kata dia.

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini mengatakan SPPI dipilih sebagai mitra karena memiliki 11 ribu lebih anggota. Mereka tersebar di seluruh dunia, termasuk pula di Korea Selatan.

 

2 dari 5 halaman

Alternatif Belajar Bahasa Korea

Ketua SPPI, Ilyas Pangestu, mengatakan sebagian anggotanya bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Menurut dia, mereka adalah pekerja migran yang rentan dieksploitasi maupun menjadi korban human trafficking.

Kursus online ini, kata dia, bisa menjadi salah satu upaya untuk menekan risiko kejahatan yang bisa dialami para pekerja migran. Sehingga mereka bisa bekerja dengan aman.

" Tenaga kerja harus benar-benar disiapkan, salah satunya penguasaan bahasa. Jadi pelatihan online ini sangat tepat, targetnya pelatihan lebih jelas, yakni masyarakat yang mau belajar Bahasa Korea untuk bekal dia bekerja di Korea," kata Ilyas.

 

3 dari 5 halaman

Bisa Konsultasi Lamaran Pekerjaan

Pada kesempatan yang sama, Danu Sonsengnim selaku perwakilan KoreanFirst mengatakan kelas online merupakan kontribusi nyata tiga lembaga untuk masyarakat Indonesia.

Terutama bagi mereka yang ingin menambah pengetahuan dan meningkatkan keahlian dalam berbahasa Korea.

" Bagi masyarakat yang ingin bekerja di Korea atau bekerja di perusahaan Korea yang ada di Indonesia, kursus online Bahasa Korea ini jadi pilihan," kata dia.

Selain itu, terbuka kesempatan untuk berkonsultasi mengenai lamaran pekerjaan di Korea. Danu mengatakan hingga saat ini peluang kerja di Korea Selatan masih terbuka lebar.

" Untuk jelasnya silakan klik website-nya di https://kelas.koreanfirst.net atau melalui PlayStore dengan nama aplikasi Kelas Korea," kata dia.

4 dari 5 halaman

Ansor dan Tokoh Dunia Cetuskan Seruan Nusantara

Dream - Sejumlah tokoh lintas agama dari berbagai dunia bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengajak masyarakat internasional mewujudkan perdamaian global.

Ajakan tersebut dikuatkan melalui Seruan Nusantara yang tercetus di Kota Yogyakarta, Jumat, 26 Oktober 2018.

Seruan Nusantara tersebut merupakan muara dari 2nd Global Unity Forum (GUF) yang digelar Pimpinan Pusat GP Ansor.

Acara yang digelar selama dua hari mulai Kamis 25 Oktober hingga 26 Oktober berlangsung di Hotel Marriot, Sleman, DI Yogyakarta.

Ansor dan para tokoh agama juga meminta berbagai pihak tak memanfaatkan agama sebagai senjata politik.

Sekjen GP Ansor Abdul Rochman mengajak semua pihak untuk bergabung bersama membangun konsensus global dalam mencegah dijadikannya Islam sebagai senjata politik.

 “ Ansor juga mengajak mewujudukan tata dunia yang sungguh-sungguh adil dan harmonis yang ditegakkan di atas dasar penghormatan terhadap kesetaraan hak dan martabat bagi setiap manusia,” ujar Abdul di Yogyakarta, Sabtu 28 Oktober 2018, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id.

Pengukuhan Seruan Nusantara ini lantaran ada sebagian kecil kelompok yang ingin mengubah konsensus negara Indonsia yaitu Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945.

Seruan Nusantara dibuat dalam empat bahasa, yaitu Indonesia, Jawa, Arab, dan Ingggris. Pertemuan ini dihadiri perwakilan negara-negara yang mengalami konflik agama seperti Irak, Afganistan, Palestina, dan Suriah. Indonesia diharapkan menjadi inspirasi dunia dalam menjaga pluralisme dan toleransi.

5 dari 5 halaman

GP Ansor Apresiasi Upaya Bupati Banyuwangi Jaga Toleransi

Dream - Gerakan Pemuda (GP) Anshor memuji upaya Bupati Banyuwangi yang terus menjaga kerukunan umat beragama di Banyuwangi. Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor Adung Abdurrahman mengatakan umat beragama di Banyuwangi dikenal dapat berdampingan dengan baik.

" Banyuwangi ini menjadi contoh menarik tentang bagaimana menunjukkan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Meski masyarakatnya memiliki keyakinan yang beragam, tetap damai dan bersatu padu," kata Adung.

" Visi pemimpin Banyuwangi, saya kira, menjadi faktor menarik untuk menjadi contoh pada dunia. Meski memiliki visi keislaman yang kuat, akan tetapi tetap memberi ruang yang layak bagi kebudayaan dan keberagaman," ujar Adung.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menanggapi kerukunan antarumat beragama dan golongan menjadi modal penting bagi pembangunan daerah. " Pertumbuhan Banyuwangi saat ini, bukan karena pemimpinnya, namun karena keguyupan masyarakatnya untuk membangun. Maka, penting kerukunan tersebut dijaga, bagaimana bisa membangun daerah kalau satu sama lain tidak rukun," kata Anas, dikutip dari Merdeka.

Sebagai upaya menjaga kerukunan tersebut, Anas ingin meningkatkan intensitas dialog dan silaturahmi antarumat beragama.

" Dalam beberapa bulan sekali, kita bertemu, berdialog bersama. Kadang di masjid, kadang di gereja, di pura dan lain sebagainya. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga kerukunan tersebut," ucap Anas.

Banyuwangi telah mendapat Harmony Award dari Kementerian Agama atas keberhasilannya menjaga kerukunan dalam keberagaman.

Join Dream.co.id