Huawei Luncurkan Pesaing Google Maps

Techno | Selasa, 20 Agustus 2019 07:13
Huawei Luncurkan Pesaing Google Maps

Reporter : Maulana Kautsar

Menantang keberadaan Google Maps.

Dream - Setelah dilarang menggunakan Android, Huawei mengembangkan sistem operasi tersendiri. Salah satu bagian sistem operasi yang dikembangkan yaitu, Huawei Map Kit.

Dikutip dari laman NDTV, Selasa 20 Agustus 2019, Huawei Map Kit akan menawarkan tampilan kondisi lalu lintas dan jalur yang digunakan. Aplikasi ini dibuat untuk menantang Google Maps.

Map Kit akan menawarkan pengembang sistem navigasi jalan serta cara untuk menunjukkan kondisi lalu lintas real time, waktu-nyata.

Map Kit dikembangkan dengan mendukung pemetaan augmented-reality. Mirip Google Maps, Map Kit juga akan menawarkan kondisi lalu lintas waktu nyata dan fitur pengenalan lajur.

Layanan ini konon tersedia dalam 40 bahasa. Aplikasi ini diperkirakan akan diluncurkan pada Oktober 2019.

Pekan lalu, raksasa teknologi China itu meluncurkan HarmonyOS, disebut sebagai Hongmeng OS di Cina, yang bertujuan mengurangi ketergantungan perusahaan pada OS Android yang dikembangkan Google.

Harmony OS akan bekerja di berbagai perangkat termasuk speaker pintar, mobil, komputer, jam tangan pintar, earbud nirkabel selain dari smartphone dan tablet.

2 dari 6 halaman

Huawei Luncurkan Pengganti Android

Dream - Huawei merespons pemerintah Amerika Serikat yang melarang perusahaan mereka menggunakan sistem operasi Negeri Paman Sam itu.

Perusahaan asal China itu sedang mengembangkan sistem operasi baru, yang konon akan diberi nama Hongmeng.

Dikutip dari laman CNet, Selasa 6 Agustus 2019, sumber yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa Huawei akan meluncurkan ponsel bersistem operasi Hongmeng seharga US$290, setara Rp4,15 juta.

Ponsel tersebut rencananya akan diluncurkan di kuarter ke empat tahun ini. Ponsel bersistem operasi Hongmeng itu diduga akan tampil bersama peluncuran Huawei Mate 30.

Melihat harganya, kemungkinan besar, sistem operasi tersebut digunakan untuk ponsel besutan Huawei di pasaran harga rendah.

3 dari 6 halaman

Sedang Membuat Ekosistem

Sementara itu, ponsel kelas menengah dan flagship besutan Huawei masih menggunakan Android.

Dugaan ini masuk akal karena pada Juli 2019, Eksekutif Huawei, Catherine Chen, mengatakan, Hongmeng sedang dibangun, tetapi tidak untuk ponsel.

Sistem ini dirancang untuk perangkat internet-of-things (IoT), semisal TV pintar.

Tetapi komentar Huawei tentang Hongmeng belum sepenuhnya konsisten. Pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei, mengatakan, Hongmeng " kemungkinan" lebih cepat daripada Android.

Ren juga menyebut, Hongmeng dimaksudkan untuk bekerja di perangkat IoT. Huawei, kata dia, sedang bekerja untuk membuat ekosistem aplikasi untuk menyaingi Google Play Store dan Apple App Store.

4 dari 6 halaman

Setelah Huawei, 5 Perusahaan Ini Masuk Daftar Hitam Amerika

Dream - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China kembali berlanjut. Setelah melarang Huawei, AS kembali membatasi ruang perusahaan superkomputer asal China.

Dilaporkan PC Magazine, AS melarang perusahaan pemasok asal negara menjual komponen ke beberapa pengembang komputer asal China. Alasan Gedung Putih melarang transaksi itu karena tak ingin China membangun superkomputer untuk militer Cina.

Dalam daftarnya, Departemen Perdagangan AS memasukkan perusahaan Sugon, tiga perusahaan yang berafiliasi, dan sebuah lembaga penelitian Cina. Lima lembaga itu dituduh bertindak terhadap keamanan nasional AS dan kepentingan kebijakan luar negeri.

Sugon, yang sumber komponen dari Intel, AMD, dan Nvidia, bertanggung jawab atas puluhan superkomputer yang saat ini peringkat di daftar top500 dunia.

Menurut Departemen Perdagangan, Sugon telah bekerja dengan lembaga penelitian China untuk menciptakan superkomputer `exascale`, yang juga sedang berusaha dibangun oleh AS.

Teknologi baru akan setidaknya lima kali lebih kuat dari superkomputer terkemuka saat ini. Tapi, Departemen Perdagangan khawatir Cina akan menggunakan sistem `exascale` untuk keperluan militer.

" Sugon telah secara terbuka mengakui berbagai penggunaan akhir militer dan pengguna akhir dari komputer berkinerja tinggi," kata departemen itu dalam pemberitahuannya.

5 dari 6 halaman

Perusahaan Patungan AMD

Pada 2015, AS juga memasukkan National University of Defence Technology (NUDT), dalam daftar hitam mereka.

AS menyebut, NUDT mereka membeli chip AS untuk membangun superkomputer yang dapat mensimulasikan senjata nuklir dan kegiatan militer lainnya.

Selain Sugon, perusahaan yang dikenai sanksi yaitu, Higon. Perusahaan ini merupakan usaha patungan yang dibangun Sugon dan AMD untuk membangun chip " Hygon" yang dikhususkan untuk pasar server Cina.

Diduga, AMD akan harus mengakhiri kemitraan itu. Penjualan hanya dapat dilanjutkan jika lisensi telah diamankan dari Departemen Perdagangan.

6 dari 6 halaman

Kampus Juga Kena Dampak

Selain empat perusahaan, Institut Teknologi Komputasi Wuxi Jiangnan juga ditambahkan ke daftar entitas daftar hitam.

Kampus tersebut diklaim telah membantu militer China untuk membangun superkomputer yang sangat besar.

Industri superkomputer Huawei dan Cina telah mengembangkan teknologi buatan sendiri. Bahkan, saat ini, superkomputer tercepat China menempati urutan ketiga di dunia, dan berjalan dengan prosesor yang dirancang Cina.

Terkait
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id