Takut Dijarah, 100 Gerai Apple yang Baru Dibuka 5 Hari Tutup Lagi

Techno | Senin, 1 Juni 2020 13:20
Takut Dijarah, 100 Gerai Apple yang Baru Dibuka 5 Hari Tutup Lagi

Reporter : Cynthia Amanda Male

Tokonya baru dibuka selama lima hari.

Dream - Aksi protes terhadap kematian George Floyd yang terjadi beberapa waktu lalu masih berlanjut. Bahkan, aksi warga di Amerika pun semakin ricuh.

Kericuhan ini berdampak pada toko brand teknologi, Apple yang memutuskan menutup kembali sejumlah gerai milik mereka. 

Sebelumnya, perusahaan raksasa teknologi ini telah membuka 100 dari 271 cabangnya selama lima hari di 21 negara bagian. 

Dilansir dari Cnet.com, keputusan penutupan muncul dipicu kekhawatiran aksi penjarahan berbagai toko di Amerika Serikat yang dapat membahayakan karyawan maupun pelanggan.

Penjarahan dilakukan oleh puluhan ribu pengunjuk rasa yang turun ke jalan di Amerika Serikat selama lima hari berturut-turut untuk memprotes kematian George Floyd.

“ Dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan tim kami, kami memutuskan untuk menutup sejumlah toko di Amerika Serikat pada hari minggu,” tutur Apple pada 9to5Mac.

 

(Sumber: Cnet.com)

 

2 dari 6 halaman

Viral Video Penjarahan Gerai Louis Vuitton dalam Kerusuhan di AS

Viral Video Penjarahan Gerai Louis Vuitton© MEN

Dream - Protes warga di Portland, Oregon, Amerika Serikat karena kematian George Floyd, warga pria kulit hitam yang terbunuh oleh seorang polisi meledak. Sejumlah demonstrasi berlangsung dan berujung kerusuhan.

Sejumlah warga yang tak bertanggung jawab bahkan sampai merangsek masuk ke salah satu pusat perbelanjaan besar, Pioneer Place. Tempat ini merupakan lokasi gerai seperti Louis Vuitton, Starbucks, dan toko pakaian H&M.

Sebuah video viral di media sosial menampilkan penjarah yang merusak pintu kaca Louis Vuitton. Mereka mengambil dengan membabi buta barang-barang yang ada dalam toko tersebut.

Dikutip dari Pamplin, insiden yang terjadi pada 29 Mei 2020 ini membuat kota Oregon mencekam. Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk mengendalikan penjarahan dan kerusuhan.

 

3 dari 6 halaman

4 dari 6 halaman

Demo Anti Rasis Memanas, WNI di AS Diimbau Tak Keluar Rumah

Dream - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengimbau warga Indonesia di Amerika Serikat untuk tenang serta tetap waspada dengan aksi demonstrasi yang diikuti kerusuhan dan penjarahan di negara tersebut.

Aksi demonstrasi di AS muncul setelah peristiwa kematian pria Afrika-Amerika bernama George Floyd yang saat ditahan polisi. Bermula di Minnesota, aksi demonstrasi kini menyebar hampir di seluruh negara bagian di AS.

Tak hanya aksi protes, di beberapa kota di AS mulai terjadi penjarahan yang menyasar sejumlah pusat perbelanjaan.

Menyikapi kondisi tersebut, Kemlu melalui akun Instagram @safatravel.kemlu mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Indonesia di negara tersebut.

 

5 dari 6 halaman

Pengelola akun Kemlu RI tersebut juga mengimbau kepada warga Indonesia untuk " Tidak keluar rumah untuk sementara waktu, yang juga sesuai dengan petunjuk Protokol Kesehatan di berbagai wilayah di AS, kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak."

" Terus memantau pemberitaan dan mengikuti secara seksama petunjuk dan arahan yang dikeluarkan otoritas setempat," demikian seperti dikutip dari laman Instagram @safetravel.kemlu, Minggu (31/5/2020).

Kerusuhan akibat kematian George Floyd telah memaksa Gubernur Minnesota, Tim Walz untuk mengumumkan keadaan darurat dan mengaktifkan Garda Nasional Minnesota untuk pemulihan ketertiban.

Selain laporan adanya pengumuman status keadaan darurat di Minnesota, Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet juga menyampaikan desakannya kepada Pemerintah AS untuk segera mengambil " tindakan serius" guna menghentikan pembunuhan orang Afrika-Amerika yang tidak bersenjata.

Join Dream.co.id