Gegara Serial TV Ini, Pelanggan Ramai-Ramai Tinggalkan Netflix

Techno | Selasa, 27 Oktober 2020 07:13
Gegara Serial TV Ini, Pelanggan Ramai-Ramai Tinggalkan Netflix

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Hasil analisis menunjukkan tayangan yang diproduksi di Prancis tersebut, menimbulkan gelombang boikot.

Dream - Pembatalan langganan layanan streaming Netflix meningkat hingga mencapai 800 persen, diduga karena tayangan serial terbarunya “ Cuties”.

Dilansir dari The New York Post, penayangan serial tersebut tampaknya berakibat buruk bagi Netflix. Hasil analisis menunjukkan tayangan yang diproduksi di Prancis tersebut menimbulkan gelombang boikot pada bulan September lalu.

Baru dua hari acara tersebut ditayangkan, tagar #CancelNetflix langsung trending di Twitter dan petisi yang mengecam acara itu pun ditandatangani ratusan ribu orang di Change.org.

2 dari 4 halaman

Kata Netflix

CFO Netflix, Spence Neumann, tidak menyinggung masalah “ Cuties” saat memaparkan pendapatan Netflix kuartal keempat. Dia justru menyatakan bahwa Netflix tengah fokus pada awal tahun ini saat lockdown coronavirus meningkatkan pengajuan langganan Netflix.

Menurut Neumann, perusahaan itu hampir mencapai target berlangganan sebesar 195 juta pengguna di seluruh dunia. Hingga akhir September, menurutnya, Netflix telah menambah hingga 2,2 juta pelanggan, turun dari kuartal pertama dan kedua sebesar 16 dan 10 juta.

3 dari 4 halaman

Dituding Sebagai Serial Eksploitasi Anak

Namun, analisis data dari firma Antenna dan YipitData di New York menunjukkan fakta berbeda.

Gelombang protes yang dimotori golongan konservatif telah menurunkan angka berlangganan Netflix.

Golongan konservatif itu mengklaim film “ Cuties” telah mempertontonkan eksploitasi anak-anak perempuan di bawah umur yang tinggal di Paris yang mereka sebut sebagai “ hyper-sexualized”.

 

 

4 dari 4 halaman

Kehilangan Banyak Pelanggan Sejak September

Antenna melaporkan bahwa Netflix telah kehilangan sebanyak lima kali lebih banyak pelanggan di bulan September dibandingkan dengan bulan Agustus, hanya beberapa hari setelah gelombang protes tersebut.

Sementara itu, YipitData memaparkan data yang lebih ekstrem, pembatalan di bulan September mencapai delapan kali dibandingkan bulan Agustus dan lembaga itu menyimpulkan bahwa penurunan tersebut yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: New York Post

Terkait
Join Dream.co.id