Gara-gara Kebijakan Baru, WhatsApp Makin Ditinggalkan?

Techno | Selasa, 12 Januari 2021 19:41
Gara-gara Kebijakan Baru, WhatsApp Makin Ditinggalkan?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kebijakan ini juga berujung meningkatnya pengguna platform pesaing.

Dream – Aplikasi perpesanan singkat, Signal dan Telegram, mendadak naik daun. Hal ini disebabkan oleh pembaruan aturan layanan yang membuat warganet bertanya-tanya.

Dikutip dari sabcnews.com, Rabu 13 Januari 2021, menurut perusahaan analisis data, Sensor Tower, selama dua hari terakhir, unduhan Signal mencapai 100 ribu kali di Apple dan Google, sedangkan Telegram 2,2 juta unduhan.

Minggu lalu, WhatsApp mengumumkan aturan baru. Platform perpesanan ini meminta pengguna untuk menyetujui dan mengizinkan Facebook dan anak usahanya untuk mengoleksi data pengguna, termasuk data telepon dan lokasi.

Pengguna harus menyetujui kebijakan ini sebelum 8 Februari 2021. Jika tidak, mereka akan kehilangan akses percakapan dan kontak.

Kebijakan baru ini mengundang kritik dari pakar teknologi dan pengguna.

2 dari 3 halaman

Bertentangan 180 Derajat

Editor in Chief Majalah Fast Company, Wesley Diphoko, mengatakan kebijakan itu merupakan langkah yang berkebalikan 180 derajat dari Facebook. Diphoko mengatakan Facebook menyakinkan pengguna datanya aman saat membeli WhatsApp.

Dengan kebijakan yang diberikan WhatsApp, itu berarti pengguna akan menerima ketentuan bahwa WhatsApp berbagi data dengan platform media sosial itu.

Sensor Tower menyebut dalam seminggu pertama 2021, unduhan WhatsApp merosot 11 persen daripada minggu sebelumnya.

CEO World Wide Worx, Arthur Goldstuck, mengatakan iklan dan bisnis akan menargetkan pengguna sesuai dengan informasi yang disimpan pengguna di WhatsApp. Goldstuck meyakini WhatsApp menjadi media iklan.

“ Kami tidak perlu terkejut pada masa depan, kami harus menerima syarat dan ketentuan baru yang menampilkan iklan yang relevan dengan pengguna,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Tanggapan WhatsApp

Platform perpesanan ini angkat suara tentang isu kebijakan baru. WhatsApp menegaskan kebijakan privasinya tidak akan berpengaruh terhadap percakapan antar akun maupun grup pribadi para pengguna.

“ Seluruh chat pengguna masih dilindungi enskripsi end to end. Artinya, siapa pun, termasuk WhatsApp dan Facebook, tidak bisa membaca isi pesan pengguna,” tulis perusahaan melalui keterangan tertulisnya.

Pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp.

Berikut ini adalah rinciannya.

Bisnis tersebut kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk chat melalui WhatsApp Artinya, percakapan dengan bisnis tersebut dapat disimpan di server Facebook

Jika pengguna berbicara dengan bisnis yang memilih metode penyimpanan di luar WhatsApp, perusahaan akan menampilkan notifikasi di chat tersebut Pengguna kemudian berhak dan bebas memilih apakah mereka mau berinteraksi dengan bisnis tersebut atau tidak.

Percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan aplikasi gratis WhatsApp Business, maupun yang menggunakan WhatsApp Business API tapi tetap menggunakan layanan hosting WhatsApp, masih terlindungi enkripsi end-to-end seperti biasa. 

Join Dream.co.id