e-billing: Definisi, Cara Mendapatkan ID dan Cara Penggunaannya

Techno | Kamis, 7 April 2022 19:06

Reporter : Alfi Salima Puteri

Dengan adanya konsep digital dalam pembayaran pajak, maka e-billing merupakan jembatan yang memfasilitasi proses pembayaran pajak secara online.

Dream - e-billing merupakan fasilitas yang paling ramai dibicarakan oleh pengguna pajak dalam beberapa waktu terakhir. Bagaimana tidak, seiring berkembangnya teknologi sistem pembayaran pajak pun semakin berkembang.

Sistem pembayaran manual yang dinilai kuno dan ketinggalan zaman telah merubah persepsi pemerintah dalam proses pembayaran pajak yang terdigitalisasi. Dengan adanya e-billing, maka proses manual pun mulai ditinggalkan.

Dengan adanya konsep digital dalam pembayaran pajak, maka e-billing merupakan jembatan yang memfasilitasi proses pembayaran pajak secara online. Wajib pajak akan merasakan berbagai kemudahan dalam proses pelaksanaannya di lapangan.

Pemerintah berharap dengan adanya sistem online melalui e-billing ini maka akan memberikan berbagai kemudahan baik bagi wajib pajak maupun pemerintah secara khusus.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai e-billing, akan lebih baik untuk mengetahui beberapa detail yang dibutuhkan dalam penerapannya. Berikut terdapat beberapa penjelasan mengenai definisi, cara mendapatkan ID Billing, hingga penggunaannya berikut.

e-billing: Definisi, Cara Mendapatkan ID dan Cara Penggunaannya
E-billing
2 dari 6 halaman

Definisi e-billing

Definisi e-billing secara umum mengacu pada pengertian yang diberikan oleh direktorat jenderal pajak (DJP). Berdasarkan uraian yang mereka sampaikan, e-billing merupakan fasilitas digital berupa sistem pembayaran pajak secara online.

Berkaitan dengan tanggung jawab wajib pajak, definisi e-billing menjadi lebih spesifik sebagai sebuah alat yang wajib dimiliki pengguna wajib pajak. Singkatnya, apabila mereka tidak memiliki e-billing maka tidak dapat melakukan proses pembayaran pajak.

 e-billing© Shutterstock.com

Dalam kaitannya dengan pelaporan dan perhitungan pajak, tentu saja definisi e-billing memberikan keterkaitan satu sama lain. Dalam proses pembayaran pajak tentu saja berhubungan dengan hal tersebut dan sehingga proses pembayaran juga mengacu pada hal tersebut.

Secara lebih terperinci, definisi e-billing merupakan suatu alat pembayaran pajak secara online yang terdigitalisasi secara online. Kaitannya dengan proses pembayaran pajak yang meliputi pelaporan dan perhitungan pajak, maka e-billing merupakan fasilitas kunci dalam proses pembayaran pajak.

3 dari 6 halaman

Cara Mendapatkan ID Billing

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai e-billing dan penggunaannya, maka akan lebih baik untuk mengetahui bagaimana cara mendapatkan ID Billing. Sebelum menggunakan e-billing, wajib pajak perlu memiliki ID Billing.

ID Billing ini nantinya akan digunakan sebagai bukti pembayaran yang sah dalam proses pembayaran pajak oleh wajib pajak. Jika wajib pajak tidak memiliki ID Billing yang dimaksud, maka wajib pajak tidak dapat melakukan pembayaran pajak melalui e-billing secara online.

 e-billing© Shutterstock.com

Sesuai dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak Nomor: KEP-169/PJ/2018. ID Billing, maka penggunaan ID Billing merupakan kewajiban yang harus dimiliki bagi setiap wajib pajak.

Berikut terdapat beberapa langkah mudah yang harus diikuti wajib pajak dalam mendapatkan ID Billing. Dalam pelaksanaannya, ID Billing hanya dapat didapatkan melalui website resmi DJP online.

Untuk itu wajib bagi para pengguna wajib pajak untuk memiliki akun yang terdaftar di laman resmi website DJP online. Selain itu, kepemilikan efin juga merupakan syarat wajib dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembuatan ID Billing.

4 dari 6 halaman

Pemilik Akun DJP Online

Bagi wajib pajak yang telah memiliki akun di DJP online, maka akan lebih mudah dalam mendapatkan id e billing online. Berikut beberapa langkah yang dapat diikuti.
1. Login ke website DJP online
2. Masukkan nomor NPWP, password, dan kode keamanan yang benar
3. Klik menu Bayar kemudian klik menu E Billing
4. Lengkapi formulir informasi yang dibutuhkan sesuai dengan permintaan yang ada
5. Klik Buat Kode Billing
6. Masukkan kode keamanan dan klik Cetak
7. Kode e billing online telah berhasil dibuat

 e-billing© Shutterstock.com

Pengguna Baru

Bagi pengguna baru yang belum memiliki akun di DJP online, berikut terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh dalam membuat e billing online.
1. Masuk laman website DJP online
2. Klik Belum Punya Akun?
3. Isi data diri secara lengkap sesuai permintaan formulir di system seperti nama, nomor NPWP, email, PIN, dan kode keamanan
4. Klik Daftar
5. Cek email untuk melakukan aktivasi akun
6. Masukkan nomor NPWP dan password yang telah dibuat tadi
7. Masukkan kode keamanan yang diminta
8. Klik Isi SSE
9. Lengkapi formulir surat setoran elektronik yang diminta
10. Pilih jenis pajak yang akan dibayarkan
11. Pilih masa pajak (bulan dan tahun) yang akan dibayarkan
12. Masukan jumlah setoran pajak yang akan dibayarkan
13. Masukan catatan apabila perlu
14. Klik simpan

5 dari 6 halaman

Cara Penggunaannya

Apabila ID Billing telah didapatkan, lalu bagaimana cara penggunaannya? Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai penggunaannya tentu saja akan lebih baik untuk mengetahui jenis pajak yang dapat dibayarkan menggunakan e-billing.

Berdasarkan keputusan pemerintah melalui DJP, beberapa pajak yang dapat dibayarkan melalui e-billing yaitu pajak pertambahan nilai (PPn), pajak penghasilan (PPh) baik badan maupun pribadi.

 e-billing© Shutterstock.com

Sesuai dengan peraturan tersebut, maka baik wajib pajak badan maupun pribadi wajib melakukan pembayaran pajak secara online melalui e-billing. Selanjutnya, yang perlu diketahui dalam penggunaan e-billing adalah masa kadaluarsa ID Billing.

Meskipun telah berhasil mendapatkan ID Billing, apabila ID Billing yang dimiliki telah melewati masa kadaluarsa maka ID tersebut tidak dapat digunakan kembali. Dikarenakan masa aktif ID Billing itu bersifat terbatas, maka ada baiknya untuk memperhatikan jangka waktu ID Billing yang dimiliki setiap wajib pajak.

6 dari 6 halaman

Berdasarkan peraturan perpajakan, berikut terlampir beberapa ketentuan mengenai jangka waktu ID Billing.
1. ID Billing yang telah didapatkan melalui DJP Online memiliki masa berlaku 30 hari sejak ID Billing diterbitkan.
2. ID Billing yang telah didapatkan melalui penerbitan dengan jabatan oleh Direktorat Jenderal Pajak, memiliki masa berlaku yang berbeda-beda. Berikut rincian masa berlakunya:
a) 2 bulan sejak diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak
bulan sejak diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP)
b) 7 bulan sejak diterbitkannya SPPT PBB
c) 2 bulan sejak diterbitkannya STP PBB
d) 2 bulan sejak diterbitkannya SKP PBB

 e-billing© Shutterstock.com

Setelah memiliki ID Billing dan mengetahui masa kadaluarsanya maka sekarang saatnya untuk menggunakan ID Billing dalam pembayaran pajak. ID Billing yang telah didapatkan merupakan alat yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran dengan beberapa cara berikut.
1. Melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri) masuk pada menu pembayaran pajak
2. Melalui online bank yang dapat dilakukan oleh bank BNI, Mandiri, CIMB Niaga
3. Melalui internet banking masuk pada menu pembayaran pajak
4. Melalui mobile banking pada menu pembayaran pajak
5. Melalui agen branchless banking
6. Melalui mini ATM yang tersedia di beberapa KPP
7. Melalui Kantor POS
8. Melalui E-commerce dan fintech yang melayani pembayaran pajak

Dengan melakukan pembayaran menggunakan ID Billing pada beberapa media di atas, maka bukti pembayaran Negara (BPN) beserta nomor transaksi penerimaan Negara (NTPN) yang diterima wajib pajak merupakan bukti pembayaran yang sah dan diakui DJP.

Kesimpulan

Setelah mengetahui tentang definisi, cara mendapatkan ID Billing, dan cara penggunaannya, maka dapat disimpulkan bahwa e-billing merupakan alat transaksi pembayaran pajak yang wajib dimiliki setiap wajib pajak di Indonesia.

Terkait
Join Dream.co.id