Twitter Resmi Jadi Milik Elon Musk, Beri Mahar Rp635 Triliun

Techno | Selasa, 26 April 2022 12:47

Reporter : Okti Nur Alifia

Elon Musk akhirnya resmi membeli Twitter meski harus mengeluarkan biaya US$44 miliar.

Dream - Media sosial berciri khas burung biru yang disebut Twitter resmi dimiliki CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Orang terkaya di dunia itu memboyong Twitter dengan mahar US$ 44 miliar atau setara Rp635 triliun, pada Selasa, 26 April 2022.

Kabar ini datang dari cuitan Elon Musk sendiri di akun Twitter-nya. Ia menyampaikan pendapatnya perihal kebebasan berbicara sebagai landasan demokrasi.

Di mana Twitter adalah ruang diskusi manusia, yang dapat membicarakan isu penting bagi masa depan.

“ Yesss!!!” cuit @elonmusk yang mengungkapkan kebahagiannya.

“ Kebebasan berbicara adalah landasan dari demokrasi dan Twitter adalah pusat digital di mana orang-orang bisa mendiskusikan hal-hal penting bagi masa depan umat manusia,” kata Elon dalam siaran pers yang dibagikannya.

Twitter Resmi Jadi Milik Elon Musk, Beri Mahar Rp635 Triliun
Elon Musk Resmi Mengakusisi Twitter
2 dari 5 halaman

Elon juga menyampaikan harapannya agar Twitter lebih baik, dengan berbagai rencana dan pandangan terkait teknologi terbaru yang akan tersedia pada Twitter.

“ Saya juga ingin membuat Twitter lebih baik dari sebelumnya dengan meningkatkan produk dengan fitur-fitur baru, membuat algoritma open source untuk meningkatkan kepercayaan, mengalahkan bot spam, dan mengautentikasi semua orang. Twitter memiliki potensi yang luar biasa,” lanjut Elon.

Kesepakatan ini juga disambut baik oleh orang nomor satu di Twitter yakni Parag Agrawal sang CEO Twitter. Pria berkebangsaan India ini menyebut Twitter memiliki tujuan yang berdampak luas ke seluruh dunia.

“ Twitter memiliki tujuan dan relevansi yang berdampak pada seluruh dunia,” kata Parag, dikutip dari Liputan6.com.

“ Sangat bangga dengan tim kami dan terinspirasi oleh pekerjaan yang tidak pernah lebih penting,” lanjut Parag.

 

 

3 dari 5 halaman

Bikin Saham Twitter Terbang

Dream - Elon Musk sebagai salah satu orang terkaya di dunia kembali menggemparkan publik dengan keputusannya. Pemilik bisnis Tesla ini mengambil alih 9,2 persen saham di Twitter dan menempatkannya sebagai pemegang saham terbesar platform media sosial itu.

Seminggu sebelumnya, CEO Tesla itu memang mengisyaratkan dirinya akan mengguncang industri media sosial.

Dilansir dari Time, Senin, 4 April 2022 saham Twitter langsung meroket hingga 27 persen setelah pembelian saham oleh Elon Musk terungkap pada hari itu dalam pengajuan peraturan.

Pada hari ini, saham perusahaan logo burung berkicau tersebut dibanderol dengan harga US$49,9.

Elon Musk sebelumnya telah melakukan survei pada akun Twitternya, dia menanyakan apakah Twitter sebagai perusahaan mematuhi prinsip-prinsip kebebasan berbicara. Lebih dari 80 juta followers di Twitternya turut andil dalam survei ini.

4 dari 5 halaman

Hasil survei menjelaskan lebih dari 70 persen followers Elon Musk mengatakan Twitter tidak mematuhi kebebasan berbicara. Menanggapi hal ini, Elon Musk kembali bertanya apakah platform media sosial baru diperlukan.

Bahkan ia mengatakan dirinya sendiri akan memberikan pemikiran serius untuk memulai sesuatu hal yang baru.

Namun, menurut Tom Forte, analis dari DA Davidson and Co, Elon Musk tak akan membuat platform baru. Sebagai gantinya, dia justru akan meningkatkan kepemilikannya di Twitter dan mengambil alih perusahaan secara perlahan.

" Mengingat komentar Elon sebelumnya tentang keinginan untuk memulai perusahaan media sosial, saya akan mengatakan kemungkinan dia akan meningkatkan kepemilikannya di Twitter atau mengambil alih saham perusahaan dalam waktu dekat," kata Tom Forte.

Analis Wedbush, Dan Ives juga mengatakan hal yang sama dalam sebuah catatan penelitiannya. Dia menilai langkah Elon Musk mengambil alih saham Twitter mengarah kepada kepemilikan yang agresif.

" Sepertinya Elon memasang laser matanya di Twitter. Ini akan menjadi peran kepemilikan yang lebih agresif," ujar Dan Ives.

5 dari 5 halaman

Elon Musk memang sudah menjadi salah satu tokoh terbesar di Twitter dan beberapa kali mengalami masalah dengan platform tersebut. Salah satunya soal kesepakatan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS yang menempatkan kontrol terkait dengan cuitannya tentang pembuatan mobil listrik di tahun 2018.

Langkah yang diambil Elon Musk sendiri akan menjadi ujian besar bagi CEO Twitter baru Parag Agrawal yang sebelumnya menggantikan pendiri Twitter Jack Dorsey pada November 2021. Agrawal berjanji untuk meningkatkan akuntabilitas, membuat keputusan lebih cepat, dan meningkatkan eksekusi produk.

Join Dream.co.id