Peneliti Indonesia Ciptakan Helm Purwarupa untuk Tenaga Medis Covid-19

Techno | Senin, 15 Juni 2020 16:36
Peneliti Indonesia Ciptakan Helm Purwarupa untuk Tenaga Medis Covid-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Helm ini bertujuan untuk menekan risiko penularan corona kepada tenaga medis.

Dream – Pandemi virus corona telah menyambangi banyak negara, termasuk Indonesia. Negara ini pun tercatat memiliki tingkat infeksi yang terus meningkat. Bahkan, tak sedikit pula tenaga medis yang terjangkit virus Covid-19.

Dikutip dari keterangan tertulis Center for Innovation of Medical Equipment and Devices (CIMEDS) UGM, yang diterima Dream, Senin 15 Juni 2020, salah satu faktor yang membuat tenaga medis terpapar virus ini karena melepas Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, faceshield, dan masker.

Tergerak dalam upaya melindungi para tenaga medis, dua dosen di UGM mengembangkan inovasi ADP setara dengan keamanan Bio Safety Level 4 (BSL-4).

“ Bagian-bagian ini yang menurut kami menjadi suatu kekurangan terlebih saat salah melepaskan APD-nya, untuk itu kami mengembangkan APD “ Astro” karena terintegrasi menjadi satu kesatuan yaitu kepala,badan dan tangan,” kata dosen, peneliti, dan ilmuwan dari Departemen Fakultas Teknik Material, Science and Engineering UGM, Suyitno.

Bersama dosen, peneliti, dan ilmuwan Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo, RM. Norman Tri Kusumo Indro, Suyitno mengembangkan APD yang bernama Astro. Produk ini terdiri dari penutup kepala, setengah badan, dan full one piece.

2 dari 3 halaman

Ini Kelebihannya

Fitur unggulan Astro ini adalah menutup semua bagian depan operator secara 180 derajat. Ada fitur jendela di samping telinga kiri dan kanan yang berfungsi sebagai ruang sirkulasi. Fitur ini bisa mengurangi pengembunan.

Keunggulan lainnya adalah resleting di bagian belakang agar APD ini bisa dipakai dari belakang. Fitur ini lahir dari inspirasi kerja dokter gigi yang sangat tinggi aeorosolnya.

“ Kami percaya jalur masuk Covid-19 melalui droplet/cairan, tidak melalui udara. Jadi, kami memang sengaja membuat baju ini tidak full pressurized oksigenasi kabin, tetapi masih mengandalkan oksigen dari udara ruangan melalui rongga celah yang kami siapkan di belakang baju Astro,” kata Norman.

Norman dan Suyitno menjamin tenaga medis tetap aman karena masih menggunakan lapisan pertama yaitu hazmat dan APD level 3. Fungsi astro sebagai faceshield ini terbuat dari bahan PVC yang tahan air dan cipratan serta bisa didaur ulang dengan disinfeksi sesuai protokol.

3 dari 3 halaman

Berapa Harganya?

APD ini merupakan produk lokal. Material-material yang diciptakan ada di Indonesia dan pabriknya di Yogyakarta. Berapa harganya? Norman dan Suyitno menyebut harganya di bawah Rp100 ribu.

“ Kami yakin dan optimistis ketersediaan produk ini jika diproduksi secara massal,” kata Suyitno.

“ Kami berharap ASTRO dapat mengurangi infeksi kontaminisasi silang dari para tenaga medis sehingga negara kita dapat segera menyelesaikan pandemi dengan seksama,” kata Norman. 

Terkait
Join Dream.co.id