Beberapa Alasan Donald Trump `Takut` Dengan Huawei

Techno | Selasa, 28 Mei 2019 16:03
Beberapa Alasan Donald Trump `Takut` Dengan Huawei

Reporter : Maulana Kautsar

Kekhawatiran AS sudah muncul sejak era Obama.

Dream - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani keputusan untuk melarang kerja sama dengan produk Huawei Technologies Co. Keputusan ini bukan tanpa alasan.

Sejak era Presiden AS, Barack Obama kondisi mewaspadai Huawei juga pernah terjadi. Hanya saja, Obama memutuskan melakukan langkap halus lewat cara diplomasi dengan pemerintah China mengenai pencurian data siber dari daratan China.

Menurut laporan Bloomberg, ada sejumlah alasan mengapa AS di era Trump begitu khawatir dengan ancaman teknologi yang dikembangkan Huawei.

Jejak Huawei di dataran Paman Sam berawal dari ekspansi Huawei di Oregon. Di area pedesaan AS itu, Huawei memasarkan peralatan jaringan berkualitas tinggi dengan harga 20 hingga 30 persen lebih murah ketimbang pabrikan umum.

Layanan Huawei terdiri dari sambungan telepon seluler rumah, layanan seluler, dan data berkecepatan tinggi.

 

2 dari 3 halaman

Pencurian Data

Setelah pendekatan itu, Huawei berkembang. Perusahaan itu mengumpulkan sekitar US$92 miliar di luar China. Perangkat Huawei digunakan di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Bahkan, dengan prestasi luar biasa itu, Huawei sebanding dnegan Samsung Electronic Co dan Apple Inc.

Tapi, citra bisnis ini dibarengi dengan isu pencurian data besar-besaran. Huawei dianggap bekerja sebagai `anak buah` China.

Meski berulang kali dibantah, kabar itu masih muncul. " Saya mencintai negara saya, saya mendukung Partai Komunis, tapi saya tidak akan melakukan apa pun yang membahayakan dunia," kata pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei.

Ren mengatakan, telah menolak segala permintaan dari Beijing mengenai informasi sensitif tentang seorang klien.

 

3 dari 3 halaman

Kasus Jari Robot

Bahkan Ren mengklaim menolak memberkan informasi mengenai jaringan 5G. Jaringan yang banyak menggunakan perangkat Huawei ini dianggap AS punya bahaya.

Kasus lain yang mengkhawatirkan dan membuat heboh yaitu dugaan pencurian jari robot diagnostik bernama Tappy pada 2014. Huawei kala itu bekerja sama dengan T-Mobile US.

Seorang insinyur Huawei kemudian kedapatan membawa jari robot diagnostik itu di dalam tas miliknya.

Mengikuti jejak AS, sejumlah sekutu Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Inggris bahkan telah melarang penggunaan perangkat Huawei.(Sah)

Terkait
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id