Astaga, Data 29 Ribu Karyawan Facebook Dicuri

Techno | Minggu, 15 Desember 2019 18:42
Astaga, Data 29 Ribu Karyawan Facebook Dicuri

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Data ini bahkan tidak dienksripsi.

Dream – Data perbankan 29 ribu karyawan Facebook yang disimpan di hard drive dicuri. Data tersebut diambil dari seorang pekerja payroll. Kabar buruknya, data tersebut tidak dienskripsi, berdasarkan laporan dari Bloomberg.

Dikutip dari The Verge, Minggu 15 Desember 2019, hard dis tersebut berisi tentang ribuan pekerja yang telah bekerja di Facebook sejak 2018. Selain data perbankan, hard drive yang digondol si panjang tangan ini juga berisi data pribadi karyawan.

Plus, data empat digit angka keamanan, gaji, dan bonus. Facebook memberitahukan kabar pencurian melalui e-mail pada Sabtu pagi.

2 dari 6 halaman

Keamanan Data Facebook Dipertanyakan

Meskipun data yang dicuri tak berisi informasi pengguna, kejadian ini masih menimbulkan pertanyaan, terutama aspek pencegahan masalah keamanan data pribadi. Parahnya, perusahaan ini tak memberitahukan masalah kepada karyawan yang terdampak. Sekadar informasi kejadian ini berlangsung pada 17 November 2019.

Ditambah lagi, Facebook baru sadar datanya hilang tiga hari setelah hard drive dicuri. Kini, perusahaan tersebut bekerja sama dengan polisi untuk mengembalikan hard drive. Perusahaan juga menawarkan layanan berlangganan karyawan dengan masa dua tahun untuk mengidentifikasikan layanan perlindungan dari pencurian.

“ Tidak ada tanda-tanda penyerangan. Dipercaya serangan ini merupakan tindak pemecahan kaca mobil untuk mendapatkan barang-barang. Jadi, ini bukan upaya untuk menyerang informasi dari karyawan,” kata juru bicara Facebook.

Tak disebutkan alasan karyawan memindahkan hard drive yang berisi data karyawan. Padahal, karyawan tak seharusnya membawa keluar hard drive dari kantor. Facebook sendiri telah mengambil langkah untuk mengatasi pencurian data Facebook. (mut)

3 dari 6 halaman

Jelang Pemilu AS 2020, Facebook Perketat Regulasi Iklan Politik

Dream - Facebook mengumumkan akan memperketat regulasi iklan bermuatan politik jelang pemilu Amerika Serikat (AS) 2020. Kabar itu disampaikan Facebook di Newsroom miliknya.

" Hari ini, kami berbagi langkah-langkah tambahan untuk melindungi pemilih dan mempersiapkan pemilihan AS 2020," tulis Facebook, diakses Kamis, 29 Agustus 2019.

Facebook menyebut, penguatan ini dilakukan salah satunya dengan memberikan informasi lebih detail tentang perusahaan pengiklan di AS serta memperbarui beberapa isu yang berseliweran di aplikasi Facebook.

 

Jelang Pemilu AS 2020, Facebook Perketat Regulasi Iklan Politik© Dream

 

" Pada tahun 2018, kami mulai mengharuskan pengiklan untuk mendapatkan otorisasi sebelum menjalankan iklan tentang masalah sosial, pemilihan umum, atau politik. Kami juga menyimpan iklan-iklan itu di Perpustakaan Iklan sehingga iklan itu tersedia untuk umum selama tujuh tahun," kata Facebook.

Proses otorisasi ini mengharuskan pengiklan di AS memberikan idenfitikasi untuk mengonfirmasi siapa dan keberadaan mereka. Pengiklan juga menempatkan keterangan `dibayar oleh` pada iklan mereka.

 

4 dari 6 halaman

Organisasi Terkonfirmasi

Alasan inilah yang membuat, sejak pertengahan September, pengiklan perlu memberikan informasi mengenai organisasi mereka.

" Jika mereka tidak memberikan informasi ini pada pertengahan Oktober, kami akan menjeda iklan mereka," ujar Facebook.

Facebook menyebut, pengiklan punya lima pilihan informasi, tiga diantaranya menunjukkan apakah organisasi tersebut terdaftar di lembaga pemerintahan AS.

Salah satu dari tiga opsi sumber daya pemerintah yaitu mereka akan diizinkan untuk menggunakan nama organisasi terdaftar dalam disclaimer dan ikon " i" di sudut kanan atas iklan mereka akan bertuliskan " Organisasi yang Terkonfirmasi."

Selain memberikan alamat jalan, nomor telepon, email bisnis, dan situs web bisnis AS yang cocok dengan email itu, mereka harus memberikan salah satu dari yang berikut:

Nomor identifikasi organisasi terdaftar pajak, domain situs web pemerintah yang cocok dengan email yang berakhiran .gov atau .mil, dan Nomor identifikasi Federal Election Commission (FEC).

 

5 dari 6 halaman

Bukan Organisasi Besar

Facebook juga ingin memastikan pengiklan yang mungkin tidak memiliki kredensial tersebut. Misalnya, seperti bisnis kecil atau politisi lokal, dapat menjalankan iklan tentang masalah sosial, pemilihan umum atau politik.

Pengiklan juga dapat memilih salah satu dari dua opsi berikut,

- Kirim nama organisasi dengan memberikan nomor telepon yang dapat diverifikasi, email bisnis, alamat pengiriman surat, dan situs laman bisnis dengan domain yang cocok dengan email tersebut.

- Tidak memberikan informasi organisasi dan hanya mengandalkan nama resmi Halaman Admin pada dokumen identifikasi pribadi mereka. Untuk opsi ini, pengiklan tidak akan dapat menggunakan nama organisasi terdaftar di penafian.

- Pengiklan yang memilih salah satu dari dua opsi ini, ikon " i" akan membaca " Tentang iklan ini" dan bukan " Organisasi yang Dikonfirmasi."

- Ikon " i" membantu orang-orang di Facebook dan Instagram lebih memahami siapa yang mencoba memengaruhi mereka dan mengapa.

6 dari 6 halaman

Unggah Foto Ini, Pengguna Kena Larangan dari Facebook

Dream - Seorang pengguna Facebook, Faradilla Prameswari Laksani mendapat perlakuan tak biasa dari Facebook. Foto yang diunggahnya dianggap melanggar Standar Komunitas.

Unggahan ini dianggap berhubungan dengan ketelanjangan atau aktivitas seksual.

" Tidak ada orang lain yang dapat melihat postingan Anda," tulis keterangan itu.

Unggahan kucing yang dilarang tayang Facebook (Foto: Faradilla Prameswari Laksani)© Facebook

Unggahan kucing yang dilarang tayang Facebook (Foto: Faradilla Prameswari Laksani)

Uniknya, unggahan Faradilla tidak berhubungan dengan aktivitas pornografi. Rupanya, foto yang dia unggah hanya foto indukan kucing yang melahirkan anaknya.

Foto itu diambil dari atas kepala kucing. Meski diberi peringatan, unggahan tersebut telah dipulihkan. Faradilla sempat mengunggah permintaan maaf dari Facebook.

" Kami mohon maaf karena telah melakukan kesalahan. Kami meninjau kembali foto Anda dan foto tersebut sudah mematuhi Standar Komunitas kami. Kami menghargai Anda karena sudah meluangkan waktu untuk meminta peninjauan. Masukan Anda membantu kami menjadi lebih baik," tulis Facebook.

Join Dream.co.id