Unggahan Kocak Ridwan Kamil Ingatkan Suami yang Nekat Mengibuli Istri

Techno | Senin, 18 Januari 2021 18:45
Unggahan Kocak Ridwan Kamil Ingatkan Suami yang Nekat Mengibuli Istri

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Postingan chat itu diambil Ridwan Kamil untuk mengingatkan angka perceraian di masa pandemi Covid-19 yang cukup tinggi.

Dream - Masa pandemi Covid-19 tidak hanya mempengaruhi ekonomi, namun turut berpengaruh juga pada tingkat keharmonisan keluarga. Hal ini terungkap dari salah satu unggahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @ridwankamil, ia merasa prihatin dengan angka perceraian yang terus meningkat di Pulau Jawa selama masa pandemi.

Terkait fenomena itu, Ridwan Kamil yang terkenal sering mengunggah lelucon di sosial medianya, mengunggah suatu percakapan guna menghibur para followers-nya dan masyarakat Indonesia.

 

2 dari 5 halaman

Dalam unggahannya, Ridwan Kamil turut perihatin dengan kenaikan angka perceraian di masa pandemi Covid-19.

"Terjadi kenaikan angka perceraian di masa pandemi," tulisnya pada Senin, 18 Januari 2021.

Untuk mengurangi ketegangan, Ridwan Kamil pun memperlihatkan sebuah unggahan percakapan pesan WhatsApp yang tidak diketahui identitasnya.

      View this post on Instagram      

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil)

 

Percakapan tersebut menunjukkan tingkah konyol seorang suami yang menyembunyikan nomor ponsel wanita dengan memalsukan namanya menggunakan nama pria, yang akhirnya dibalas sang istri dengan sikap menohok.

 

 

3 dari 5 halaman

Banyak warganet yang merasa terhibur dengan unggahan Gubernur satu ini.

Namun di balik itu, Ridwan Kamil menghimbau kepada warganet untuk menjaga diri, keluarga, dan negara, termasuk keharmonisan rumah tangga.

" Mari jaga diri, jaga keluarga, dan jaga Negara kita. Termasuk jaga keharmonisan rumah tangga kita," himbaunya.

4 dari 5 halaman

Ridwan Kamil Ingatkan Denda Rp1 Juta Bagi Penolak Vaksin Covid-19

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengingatkan denda bagi orang yang menolak disuntik vaksin Covid-19. Meski begitu, ia optimistis proses vaksinasi akan berjalan baik karena Presiden Joko Widodo akan ikut serta.

Menurut dia, tidak perlu ada aturan baru mengenai penolakan pemberian vaksin. Pasalnya, hal itu sudah diatur dalam Undang-undang wabah tahun 1984. Aturan itu pula lah yang tinggal disosialisasikan secara masif.

" Sebenarnya sudah tak perlu pakai aturan lagi karena sudah ada di UU Wabah tahun 1984 memuat sanksinya sampai Rp1 juta. Jadi kami merasa itu saja yang disosialisasikan pasal itu tak perlu buat aturan lagi," kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis 7 Januari 2021.

" Karena kategori menolak itu dia membahayakan masyarakat dalam situasi lagi wabah dengan hukuman maksimal dalam UU itu Rp1 juta," terang dia.

5 dari 5 halaman

Tetap Optimistis

Meski demikian, ia mengaku optimis masalah penolakan tidak akan muncul secara signifikan. Pasalnya, Presiden Joko Widodo sendiri akan menjadi orang pertama dalam penyuntikan vaksin pada Januari ini.

Secara tidak langsung, hal ini akan membuat keyakinan masyarakat mengenai vaksin akan membaik.

" Itulah kenapa Pak Presiden meminta setelah Pak Presiden disuntik hari keduanya itu para gubernur dan wali kota bupati tokoh masyarakat dan ulama. Jadi saya sih insya Allah optimis," terang dia.

" Makanya saya titip ke media bantu sosialisasi UU itu agar orang paham bahwa ini tugas bukan pilihan. Karena waktu saya tanya ke Pak Presiden mereka yang sudah terdaftar itu adalah wajib bukan hak," katanya.

Sumber: merdeka.com

 

Join Dream.co.id