Aplikasi Ini Luncurkan Fitur Baru untuk Bantu Guru dan Siswa Selama PJJ 2021

Techno | Kamis, 7 Januari 2021 10:13
Aplikasi Ini Luncurkan Fitur Baru untuk Bantu Guru dan Siswa Selama PJJ 2021

Reporter : Dwi Ratih

Seperti fitur barunya?

Dream - Semester genap telah di mulai awal Januari 2020. Gredu, yang merupakan platform teknologi di bidang pendidikan, pun sudah menyiapkan beberapa upaya untuk memaksimalkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang masih di lakukakan beberapa sekolah selama masa pandemi Covid-19.

Setelah mendapat kesan positif dari mitranya lewat fitur Kelas Interaktif dan Tugas Online, yang diluncurkan sejak 2020, kini perusahaan rintisan tersebut menambah fitur dengan menyediakan absensi, jadwal, hingga pengumuman untuk memudahkan guru dan siswa dalam berkomunikasi dengan baik walaupun masih melakukan PJJ.

Walaupun terbilang baru, Gredu telah meraih sejumlah pencapaian di 2020, dengan berkolaborasi bersama 300 sekolah, dan tercatat memilki 350.000 pengguna yang terdiri dari murid, guru, dan orang tua, serta merupakan salah satu platform yang mendapatkan bantuan kuota internet.

2 dari 6 halaman

Target lebih di 2021

Sesuai dengan visinya, Gredu ingin menjadi solusi pendidikan di Indonesia agar selalu berkembang dengan bantuan digitalisasi teknologi terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini.

" Goals kita di 2021 adalah bagaimana Gredu tetap berjalan walaupun selesai pandemi, dengan membantu digitalisasi pendidikan Indonesia" jelas Theresia Andina, Lead Sales Gredu, pada wawancara virtual Rabu, 6 Januari 2021.

 Theresia Andina© GREDU

Rencananya, Gredu akan memperluas koneksi dengan berklaborasi ke 200 sekolah yang terfokus pada area Tanggerang, Yogyakarta, Pangandaran, Cirebon, dan Sulawesi Utara.

Gredu juga menargetkan 70.000 pengguna baru di tahun 2021.

Laporan: Yuni Puspita Dewi

3 dari 6 halaman

Nadiem Berharap Anak Indonesia Lebih Produktif dan Kontributif di Tengah Pandemi

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim mengatakan ia ingin anak-anak Indonesia setelah menyelesaikan pendidikannya dan terjun di masyarakat bisa produktif.

Dia ingin, ke depannya anak-anak Indonesia berkontribusi dalam masyarakat.

“ Kita bukan mau anak-anak yang jago menghafal atau dapat angka tinggi. Tapi kita ingin anak-anak yang bisa produktif dan berkontribusi di apapun bidang dia pada saat keluar dari sistem pendidikan kita,” kata Nadiem, dalam diskusi daring bertajuk Indonesia Belajar dari Rumah: Daring Hingga Luring, belum lama ini.

4 dari 6 halaman

Di masa pandemi, inovasi-inovasi harus terus dilaksanakan. Kemerdekaan belajar, kata Nadiem, harus dipastikan tetap diperoleh anak-anak di Indonesia mulai dari sekolah hingga pendidikan tinggi.

Dia pun mengapresiasi tinggi para mahasiswa yang tetap semangat berkontribusi di masa pandemi. Khususnya dalam bidang vokasi, lanjut Nadiem, sudah banyak peralatan kesehatan, masker, hand sanitizer yang diproduksi oleh perguruan tinggi, termasuk juga di tingkat SMK.

“ Itu benar-benar membuat saya sangat optimis bahwa kreativitas anak-anak Indonesia itu luar biasa,” kata Nadiem menambahkan.

5 dari 6 halaman

Nadiem Beberkan Kunci Perkembangan Teknologi

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makariem, berharap, penerima Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dapat membawa perubahan bagi Indonesia, terutama dalam perkembangan teknologi.

Nadiem mengingatkan, perubahan terjadi begitu cepat. Sehingga, belajar mengikuti teknologi saat ini tak menjamin adanya relavansi di masa depan.

" Karena itu lebih penting yang kita pelajari di masa sekarang adalah yang pertama belajar mencintai belajar. Cinta belajar akan punya mindset continuous learning. Itu luar biasa pentingnya," kata Nadiem dalam siaran YouTube LPDP RI, Senin 2 November 2020.

Menurut Nadiem, ketika semangat belajar terus muncul, barulah masuk tren teknologi. Ia menyebut, mengikuti tren teknologi sebagai percepatan perubahan baiknya dilakukan secara bersama-sama.

" Kemampuan berkolaborasi menjadi maha penting. Kemampuan anak-anak genearasi muda bekerja sama menciptakan sesuatu, menghasilkan sesuatu, melalukan berbagai macam hal produktif secara tim, akan menjadi sangat penting dengan perkembangan teknologi," terang Nadiem.

6 dari 6 halaman

Kemampuan dalam mengatasi risiko kuat kaitannya dengan karya. Menurut Nadiem tanpa mengambil risiko maka tidak akan muncul sebuah inovasi.

" Inovasi itu tidak ada, tidak mungkin bisa tercapai tanpa Anda mengambil resiko. Jadinya kemampuan dan keberanian untuk generasi muda kita mengambil risiko juga menjadi maha penting," ungkapnya.

Berani mengambil risiko yang berujung pada munculnya inovasi, kata Nadiem, juga menjadi komponen dari profil Pelajar Pancasila. Sebab dalam profil Pelajar Pancasila juga membawa transformasi.

" Semua yang Saya mention tadi, jika terjalin maka menjadi kompetensi-kompetensi dari profil pelajar, untuk bisa mengantisipasi tantangan di masa depan," pungkasnya.

Join Dream.co.id