Viral Adik Gus Baha Menang Pilkades, Yel-Yel 'Duit Ora Payu' Jadi Sorotan

Stories | Rabu, 5 Oktober 2022 10:36

Reporter : Okti Nur Alifia

Video tersebut memperlihatkan ratusan warga yang mengarak Gus Faruq dengan yel-yel "duit ora payu".

Dream - Kabar kemenangan adik sepupu KH Ahmad Bahauddin atau Gus Baha, Muhammad Umar Faruq, dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjadi viral.

Sebuah video yang mengabadikan momen kemenangan pria yang kerap disapa Gus Faruq itu bertebaran di media sosial. Video tersebut memperlihatkan ratusan warga yang mengarak Gus Faruq dengan yel-yel " duit ora payu" .

Duit ora payu merupakan Bahasa Jawa dengan artinya " uang tidak laku" . Satu kalimat ini menjadi perhatian, dengan makna yang menggaungkan bahwa Gus Faruq bisa menang tanpa embel-embel uang untuk warga.

Terbukti, Gus Faruq memperoleh 709 suara sah, sementara lawan yang merupakan petahana, Hanik Setiyawati, hanya mengumpulkan suara 330 suara pada Pilkades yang digelar, Minggu 2 Oktober 2022.

Viral Adik Gus Baha Menang Pilkades, Yel-Yel Duit Ora Payu Jadi Sorotan
Arak-arakan Kemenangan Gus Faruq
2 dari 4 halaman

Video berdurasi 28 detik itu juga dibarengi tulisan yang menyatakan pihak lawan telah membagi-bagikan uang hingga ratusan ribu setiap orang untuk memberi dukungan.

”Pemilihan Lurah di desa Narukan kecamatan Kragan kabupaten Rembang Jawa Tengah, dimenangkan oleh Gus Faruq (adik sepupu Gus Baha), lawannya bagi2i uang 700rb per kepala.. 

Uang ga laku, warga desa bisa menilai kredibilitas calon Lurah meskipun diiming2i uang.. warga menyambut antusias Lurah Terpilih dng yel2 “ Dueet ora payu.. dueet ora payu.. (duit ga laku..duit ga laku..) 

Semoga ini menginspirasi semua warga +62 tuk bersikap yg sama di tahun 2024, aamiin… takbir.. ALLAHU AKBAR !!!…” demikian kutipan dalam video yang menyebar di aplikasi pesan elektronik WhatsApp.

3 dari 4 halaman

KH Zaimul Umam (Gus Umam), adik Gus Baha yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rembang, membenarkan video tersebut. 

Menurutnya, dari pihak Gus Faruq tidak berniat untuk membagikan uang, masyarakat juga tidak membutuhkan uang untuk memilih Gus Faruq. Ini merupakan prinsip teguh yang dijaga dari keluarganya.

”Memang kami ini sejak awal tidak punya kemampuan secara logistik. Tapi, kami punya kekuatan interaksi sosial kepada masyarakat yang sudah terbangun sejak buyut-buyut saya,” katanya.

4 dari 4 halaman

Yang diinginkan masyarakat adalah perubahan, bukan hanya sekadar iming-iming uang semata. Maka dari itu, pihaknya mewanti-wanti masyarakat mengenai money politic.

”Kami katakan pada masyarakat, kalau ingin perubahan, ini bukan menjadi tanggung jawab keluarga ndalem. Tapi menjadi tanggung jawab bersama. Alhamdulillah, luar biasa antusiasme masyarakat dalam mendukung adik kami,” kata Gus Umam. 

Gus Umam juga menyayangkan jika masih ada kontestan politik yang menganggap masyarakat serba pragmatis dan kapitalis. 

”Lawannya (Gus Faruq) adalah kades petahana. Memang masih pola pikirnya melihat masyarakat dianggap semua pragmatis, kapitalis, memilih figur publik secara transaksional, bukan melihat kualitas kepribadian dan keteladanan. Itu mungkin yang dipakai,” pungkas dia.

Sumber: Muria News

 

Terkait
Join Dream.co.id