Vaksin Cansino Pakai Ginjal Embrio Bayi Manusia, MUI: Haram!

News | Senin, 4 Juli 2022 12:00

Reporter : Nabila Hanum

MUI menjelaskan tahapan proses produksi vaksin Cansino memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia.

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram atas vaksin Covid-19 produksi Cansino Biologics Inc. asal China.

Keputusan tersebut tertuang dalam Fatwa MUI nomor 11 Tahun 2022 tentang Hukum Vaksin Covid-19 Produksi Cansio Biologics Inc China.

" Vaksin Covid-19 produk CanSino hukumnya haram," demikian bunyi fatwa tersebut, dikutip dari laman MUI, Senin 4 Juli 2022.

MUI menjelaskan, tahapan proses produksi vaksin tersebut memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia. Sehingga sudah dipastikan hukumnya haram dalam ajaran Islam.

" Memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (juz' minal insan) yaitu sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia," tulis fatwa tersebut.

Vaksin Cansino Pakai Ginjal Embrio Bayi Manusia, MUI: Haram!
Ilustrasi (Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Berdasarkan fatwa itu, MUI lantas memberikan enam rekomendasi. Pertama, MUI meminta pemerintah harus memprioritaskan penggunaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin, khususnya untuk umat Islam.

Ke dua, pemerintah perlu mengoptimalkan pengadaan vaksin Covid-19 yang tersertifikasi halal.

Ke tiga, pemerintah diminta memastikan vaksin Covid-19 lain yang akan digunakan agar disertifikasi halal dalam kesempatan pertama guna mewujudkan komitmen pemerintah terhadap vaksinasi yang aman dan halal.

3 dari 3 halaman

" Pemerintah harus menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan," sambungnya.

Kelima, MUI meminta pemerintah tidak boleh melakukan vaksinasi dengan vaksin yang berdasarkan pertimbangan ahli kompeten dan terpercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan (dlarar).

" Mengimbau kepada semua pihak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, istighasah, dan bermunajat kepada Allah SWT," tulis MUI.

Join Dream.co.id