Unjuk Gigi Peraih Beasiswa Etos ID Dompet Dhuafa di Akhir Kuliah: Hafiz 30 Juz Alquran hingga Pengusaha Beromzet Belasan Juta Rupiah

Stories | Senin, 15 Agustus 2022 14:00

Reporter : Okti Nur Alifia

Sebanyak 138 peserta luring dan 112 peserta daring dari 23 universitas di Indonesia, mengakhiri masa beasiswa yang sudah didapat sejak 2018.

Dream - Ratusan mahasiswa penerima beasiswa Etos ID, yang digagas oleh Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD), melepas masa juangnya dengan acara wisuda bersama.

Bertempat di gedung Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Agustus 2022, sebanyak 138 peserta luring dan 112 peserta daring dari 23 universitas di Indonesia, mengakhiri masa beasiswa yang sudah didapat sejak 2018.

“ Saya bangga karena kita bisa mendampingi selama empat tahun dan hasilnya tadi kan ada yang ternyata sedang S3, fast track, ada yang salah satu wisudawan terbaik kategori entrepreneurship, ternyata dia punya usaha tiga bidang dan ternyata secara omzet sudah luar biasa,” kata Kepala LPI DD, Mulyadi Saputra, saat ditemui Dream, Minggu 14 Agustus 2022.

Mulyadi menambahkan, wisuda tersebut sekaligus memberikan bukti kepada para donatur yang telah menyumbangkan manfaatnya kepada Dompet Dhuafa.

“ Karena program ini misinya 2 M from muzakki to mustahik. Dan bisa kita buktikan tadi kan. Ternyata apa yang kita lakukan, dengan kurikulum kita dan ternyata menghasilkan output yang sesuai harapan kita,” lanjutnya.

Unjuk Gigi Peraih Beasiswa Etos ID Dompet Dhuafa di Akhir Kuliah: Hafiz 30 Juz Alquran hingga Pengusaha Beromzet Belasan Juta Rupiah
Sesi Wisuda Penerima Beasiswa Etos ID Dompet Dhuafa, Minggu, 14 Agustus 2022 Di Gedung BBGP Jawa Barat (Dream/Okti Nur Alifia)
2 dari 5 halaman

Prestasi Penerima Beasiswa Etos ID, Hafiz 30 Juz hingga Pengusaha

Etos ID merupakan program beasiswa Dompet Dhuafa yang sudah diinisiasi sejak 2003. Hingga kini lebih dari 2.530 etoser (sebutan untuk penerima beasiswa Etos ID) dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa, telah menerima manfaatnya. 

“ Mereka kan astafnya fakir miskin dan mereka sudah melakukan scale up kan. Mereka terus berubahlah dari kondisi ketiadaan jadi kondisi berdaya,” ujar Mulyadi.

 dompet dhuafa etos id© Dream.co.id/Okti Nur Alifia

Dalam kesempatan yang sama, LPI DD juga memberikan penghargaan bagi wisudawan terbaik Etos ID 2022 untuk enam kategori.

Pertama, kepenulisan terbaik, di mana torehan prestasi berhasil diraih beberapa etoser yang sudah menerbitkan buku, karya ilmiah, hingga menjuarai lebih dari 45 LKTI. Kedua, hafalan terbaik. Tercatat, perwakilan etoser Aceh (Ranis dan Rifa), Banten (Lutfi), hingga Lampung (Hilmi)  menjadi penghafal Alquran 30 juz. 

3 dari 5 halaman

Mahasiswa dengan Omzet Belasan Juta Rupiah

Kemudian ada keterlibatan menjadi pembicara atau speaker innovation, social impact terbaik, kepemipinan strategis, hingga kemandirian finansial terbaik.

Dalam kategori finansial terbaik, dua etoser telah unjuk gigi dengan menjadi pengusaha. Yakni Raden Tri Zambi Alamsyah asal Sumedang yang sudah memiliki 3 cabang usaha di Pulau Jawa dengan omzet belasan juta.

Disusul Rizki Anang Ferdian etoser Surabaya, pendiri minipon.id, YouTuber serta Blogger yang sudah mempunyai omzet belasan juta rupiah per bulan.

Salah satu etoser Banten dari UIN Jakarta, Safti Nur Safitri, yang masuk menjadi wisudawan terbaik. Dengan prestasinya yang terlibat di lebih dari 90 speaker innovation, mengatakan selain menerima beasiswa, etoser juga mendapat pembinaan selama 2 tahun di asrama. 

“ Ketemu teman-teman Etos ID di Banten, dibina sedemikian rupa, ruhiyahnya, pembinaan setiap pagi, akademiknya, maupun non akademiknya itu benar-benar di gembleng banget sama Etos ID, itu luar biasa,” kata Safti pada Dream.

4 dari 5 halaman

Keberkahan Dana Zakat

Selain asrama, mereka juga mempunyai aktivitas social project untuk masyarakat. Safti mengungkap dia pernah mengajar di desa binaan Etos ID. 

Menurut Mulyadi, hal ini merupakan wujud dari keberkahan dana zakat yang juga bisa berupa kebermanfaatan ke sesama.

“ Itu salah satu bentuk kanal mereka harus bermanfaat. Maka kita develop kanal itu. Sehingga pada akhirnya inilah keberkahan dana zakat. Selama ini kan di masyarakat mungkin memandang zakat, zakat fitrah, hanya di Ramadhan. Sebetulnya, apalagi sekarang kan ada wakaf, maka sekarang kan anak-anak millenial berwakaf. Bahkan donatur Dompet Dhuafa sekarang banyak anak milenial gitu,” kata Mulyadi Saputra.

 dompet dhuafa etos id© Dream.co.id/Okti Nur Alifia

Mulyadi mengungkap, tidak menutup kemungkinan Etos ID dapat melebarkan sayapnya dengan menambah daftar universitas.

Para etoser juga mempunyai 3 classter untuk diarahkan setelah lulus. Apakah mereka akan menjadi akademisi, bekerja di BUMN, swasta atau korporasi, hingga entrepreneur atau wirausaha. Diketahui salah satu etoser juga meraih IPK hampir sempurna yakni 3,98.

5 dari 5 halaman

Sosok Etoser

Wisuda ini juga menggelar sesi talkshow inspiritif yang bertajuk 'Indonesia Youth Creaction X Cultural Conference (IYCC)' yang mengundang sosok penerima beasiswa Dompet Dhuafa yang sudah sukses dengan kariernya.

 dompet dhuafa etos id© Dream.co.id/Okti Nur Alifia

Seperti Greget Kalabuana, peraih beasiswa Dompet Dhuafa 'Aktivis Nusantara'. Saat ini dia menjadi Islamic Finance Spesialist di United Nations Development Programme (UNDP) program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Adapula alumni Etos ID 2004 lulusan Institut Teknologi Bandung yang melanjutkan studinya ke University College London hingga sekarang bekerja sebagai Head Public Policy & Social Impact Grab.

Sebagai informasi, 250 mahasiswa yang diwisuda berasal dari Universitas Andalas, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Lampung, Universitas Jambi, Universitas Mulawarman, Universitas Palangka Raya, Universitas Padjajaran.

Kemudian dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro.

Dilanjutkan Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, Universitas Halu Oleo, Universitas Hasanuddin, Universitas Sulawesi Barat, dan Universitas Pattimura.

Join Dream.co.id