Tata Cara Sholat Taubat Nasuha Bagi Pelaku Zina: Cara Bertaubat, Keutamaan, dan Doa

Stories | Kamis, 18 Agustus 2022 11:00

Reporter : Arini Saadah

Syarat taubat adalah menyesali perbuatan dosa dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Dream - Manusia sudah pasti pernah melakukan dosa. Cara menghapus dosa-dosa yang disengaja maupun tidak disengaja adalah dengan bertaubat secara betul atau taubatan nasuha.

Salah satu cara taubat nasuha dilakukan dengan mengerjakan tata cara sholat taubat. Ketika menjalankan tata cara sholat taubat nasuha berarti kita menyesali perbuatan dosa dan memohon ampunan dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi.

Dosa besar dalam Islam beragam bentuknya, salah satunya adalah berzina. Zina adalah berhubungan badan antara wanita dan pria tanpa adanya ikatan suami-istri. Agar diampuni dari perbuatan dosa besar ini, diharuskan untuk melaksanakan cara taubat nasuha dengan sholat.

Perintah untuk bertaubat telah Allah sampaikan dalam Surah An-Nur ayat 31: " Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

Tata cara sholat taubat nasuha bagi pelaku zina sebenarnya sama dengan tata cara sholat taubat lainnya. Hanya saja perlu ditekankan bahwa seseorang yang bertaubat menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi zina lagi ke depannya.

Berikut tata cara sholat taubat nasuha bagi pelaku zina, sesuai ajaran Islam.

Tata Cara Sholat Taubat Nasuha Bagi Pelaku Zina: Cara Bertaubat, Keutamaan, dan Doa
Ilustrasi Tata Cara Sholat Taubat Nasuha Bagi Pelaku Zina. (Foto: Shutterstock.com)
2 dari 7 halaman

Cara Taubat Nasuha Bagi Pelaku Zina

Sebelum mengetahui tata cara sholat taubat nasuha bagi pelaku zina, seseorang juga perlu melakukan beberapa hal berikut ini agar dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Terdapat enam cara untuk bertaubat nasuha bagi pelaku zina, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Menyesali Perbuatannya

Ketika melaksanakan tata cara sholat tabuat nasuha, pelaku zina harus secara sungguh-sungguh menyesali perbuatan dosanya. Bahkan Nabi SAW telah menjelaskan bahwa penyesalan adalah inti dari taubat.

Rasulullah SAW. bersabda, " Penyesalan adalah hakekat taubat." (HR. Ahmad 3568, Ibn Majah 4252 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

2. Meninggalkan Zina dan Pemicunya

Cara bertaubat nasuha bagi pelaku zina selanjutnya adalah dengan meninggalkan zina dan segala pemicunya. Hal ini membuktikan bahwa seseorang benar-benar telah niat untuk bertaubat setelah melakukan zina.

3. Tidak Mengulangi

Setelah bertaubat nasuha, tentu saja pelaku zina harus berjanji pada diri sendiri dan kepada Allah SWT untuk tidak mengulangi perbuatan zina lagi.

3 dari 7 halaman

 Ilustrasi© Freepik.com

4. Mendekatkan Diri kepada Allah

Bertaubta dari zina juga dilakukan dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Selain menjalankan sholat fardhu, alangkah baiknya ditambah dengan ibadah sunnah lainnya.

5. Mencari Lingkungan yang Baik

Lingkungan membaca pengaruh bagi kehidupan seseorang. Jika lingkungannya positif, maka akan berdampak baik bagi kehidupan seseorang. Maka dari itu bergaullah dengan orang-orang yang saleh agar dirimu juga ikut menjadi orang yang lebih baik.

6. Merahasiakannya

Perbuatan zina adalah aib besar, begitu juga dengan dosa-dosa besar lainnya. Usai bertaubat jangan sampai orang-orang tahu apa yang kamu perbuat, termasuk orang-orang terdekatmu.

Cukuplah hanya dirimu dan Allah saja yang mengetahuinya. Melaksanakan dengan benar tata cara sholat taubat nasuha bagi pelaku zina adalah upaya untuk memohon ampunan dari Allah SWT.

4 dari 7 halaman

Keutamaan Sholat Taubat Nasuha Bagi Pelaku Zina

Melakukan tata cara sholat taubat nasuha bagi pelaku zina tentu saja memberikan keutamaan yang luar biasa. Jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Berikut beberapa keutamaan melaksanakan tata cara sholat taubat nasuha bagi pelaku zina:

1. Dicintai oleh Allah SWT

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 222: “ Sungguh, Allah sangat menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

2. Diampuni Dosa-dosanya oleh Allah

Hal ini sebagaimana hadis Nabi SAW, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Tiada seorang pun yang berdosa kemudian ia berwudhu lalu mengerjakan sholat (Sholat taubat) serta memohon ampun kepada Allah melainkan ia akan diampuni oleh-Nya.”

3. Dimasukkan ke Surga

Orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh maka Allah akan mengampuni dan memasukkan ke surga-Nya. Hal ini seperti  firman Allah dalam Surah At Tahrim ayat 8: “ Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuha. Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

4. Didoakan oleh Para Malaikat

Orang yang bertaubat akan didoakan oleh para malaikat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran surah Al Mu’min ayat 7: “ Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.”

5 dari 7 halaman

Tata Cara Sholat Taubat Nasuha Bagi Pelaku Zina

Setelah mengetahui tata cara taubat nasuha dan keutamaannya di atas, selanjutnya kita akan belajar tentang tata cara sholat taubat nasuha bagi pelaku zina.

Tata cara sholat taubat nasuha bagi pelaku zina sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Perbedaannya hanyalah terletak pada niat dan tujuannya. Tata cara sholat taubat nasuha untuk pelaku zina dikerjakan sebanyak dua rakaat sekali salam. Boleh dilakukan dua rakaat, empat, hingga enam rakaat.

Syarat mutlak untuk melakukan cara sholat taubatan nasuha adalah suci dari hadas besar dan kecil serta menutup aurat. Berikut tata cara sholat taubat nasuha bagi pelaku zina yang perlu diketahui:

  • Niat sholat taubat nasuha, boleh dilafalkan agar lebih mantab.

Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillahi ta’ala. Artinya: “ Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Takbiratul Ihram.
  • Disunahkan membaca doa iftitah.
  • Membaca surat Al Fatihah.
  • Membaca surat dari Alquran.
  • Rukuk (Membaca tasbih ruku’ tiga kali).
  • I'tidal (Membaca doa i’tidal).
  • Sujud (Membaca tasbih sujud tiga kali).
  • Duduk diantara dua sujud (Membaca doa 'Robbighfirlii warhamnii...').
  • Sujud kedua (Membaca tasbih sujud tiga kali).
  • Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan di atas sampai 10..
  • Tasyahud akhir (Membaca bacaan tasyahud akhir).
  • Mengucap salam.
  • Berdoa mohon ampunan.
6 dari 7 halaman

Doa Setelah Sholat Taubat

 Ilustrasi© Freepik.com

Setelah melaksanakan tata cara sholat taubat di atas, bagi pelaku zina dianjurkan membaca doa mohon ampunan di bawah ini. Saat berdoa diharapkan melakukan dengan sungguh-sungguh dengan mengharap ampunan dari Allah SWT.

Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi. Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuua laa yaghfiru dzunuuba illa anta.

Artinya:

" Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya. Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hambamu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku padamu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau."

7 dari 7 halaman

Cara Menghindari Perbuatan Zina

Zina adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh Islam. Oleh karena itu, setiap umat Islam haruslah menghindar dari perbuatan tersebut. Yakni dengan tidak melakukan hal-hal yang mengarah pada perbuatan zina. Berikut adalah beberapa cara menghindari perbuatan zina yang perlu sahabat Dream ketahui:

Menjaga Pandangan

Cara menghindari zina yang pertama adalah menjaga pandangan. Hal ini telah dijelaskan oleh Ibnu Katsir bahwa Allah SWT melarang hamba-Nya untuk melakukan, mendekati, dan hal-hal yang menyebabkan serta menjadi faktor pendorong perbuatan zina. Menjaga pandangan yang dimaksud dalam hal ini adalah kepada lawan jenis.

Dijelaskan juga dalam firman Allah SWT melalui surat An-Nur ayat 30 berikut:

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

Artinya: Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30).

Memberikan Batasan Ikhtilath

Ikhtilath adalah percampuran antara laki-laki dan perempuan dalam suatu tempat dengan waktu yang lama. Hal ini pun telah dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud berikut:

Minggirlah kalian, tidak boleh bagi kalian (para perempuan) berjalan di tengah jalan, hendaklah kalian berjalan di pinggir jalan.” (HR. Abu Daud).

Sahabat Dream juga bisa melihat batasa ikhtilath ini saat melaksanakan sholat berjamaah. Di mana shaf laki-laki berada di depan dan shaf perempuan berada di bagian belakang.

Berpuasa

Cara agar seseorang terhindar dari zina tidak selalu dengan langsung menikah. Karena menikah pun disyaratkan bagi mereka yang sudah mampu, baik secara fisik, mental, maupun finansial. Oleh karena itu, selain menikah bisa dengan berpuasa. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari berikut:

Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).” (HR. Bukhari).

Join Dream.co.id