Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji, Perlu Dipahami Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Your Story | Rabu, 22 Juni 2022 10:19

Reporter : Arini Saadah

Tata cara pelaksanaan ibadah haji perlu dipahami sebelum berangkat ke tanah suci.

Dream – Ibadah haji termasuk rukun islam yang kelima. Artinya setiap orang muslim wajib menunaikannya dengan syarat mampu melakukan perjalanan pulang-pergi.

Tata cara pelaksanaan ibadah haji perlu diperhatikan agar haji yang dilaksanakan sah dan mabrur. Ibadah haji adalah perjalanan panjang yang membutuhkan banyak materi dan fisik yang kuat. Sehingga ibadah ini diperuntukkan bagi orang-orang yang mampu secara fisik dan materi.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Imran ayat 97:

“ Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Terdapat beberapa jenis dan tata cara pelaksanaan ibadah haji, yaitu haji ifrad, qiran, dan tamattu’. Tata cara pelaksanaan ibadah haji perlu diperhatikan secara mendalam karena banyak syarat dan ketentuannya. Berikut tata cara pelaksanaan ibadah haji yang perlu dipahami sebelum berangkat ke tanah suci.

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji, Perlu Dipahami Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Ilustrasi Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji. (Foto: Unsplash.com)
2 dari 9 halaman

Rukun dan Wajib Ibadah Haji

 Ilustrasi© Unsplash.com

Sebelum mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji, kamu perlu mengetahui rukun ibadah haji terlebih dahulu. Rukun merupakan sesuatu yang harus ada ketika melakukan sesuatu. Ibadah haji tidak sah bila meninggalkan salah satu rukun. Namun jika yang ditingalkannya adalah bagian dari wajib haji, maka hajinya tetap sah tapi harus membayar dam atau denda.

Berikut beberapa rukun haji yang wajib ada saat pelaksanaan ibadah haji:

  1. Ihram
  2. Wuquf di Arafah
  3. Thowaf di Ka'bah
  4. Sa’i atau lari-lari kecil dari bukti Shafa ke Marwa.
  5. Tahalul
  6. Tartib

Sedangkan wajib haji adalah:

  1. Ihrom dari miqot,
  2. Mabit di Muzdalifah,
  3. Mabit di Mina,
  4. Melontar jumroh,
  5. Menghindari muharromat atau larang-larangan ihrom, karena akibatnya diwajibkan dam atau denda.
3 dari 9 halaman

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji

Tata cara pelaksanaan ibadah haji berkaitan dengan jenis-jenis haji yang dilakukan. Tata cara pelaksanaan ibadah haji berkaitan dengan waktunya. Terdapat tiga jenis pelaksanaan ibadah haji, yaitu haji ifrad, qiran, dan tamattu’.

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji: Ifrad

Tata cara pelaksanaan haji ifrad dikerjakan dengan menjalankan haji terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan ibadah umrah. Istilah Ifrad artinya memisahkan sesuatu yang bergabung menjadi sendiri-sendiri.

Orang yang melaksanakan Haji Ifrad akan menyelesaikan ibadah haji terlebih dahulu. Setelah selesai semua rangkaian ibadah hajinya, baru kemudian ia menjalankan ibadha umroh.

Tata cara pelaksanaan ibadah haji Ifrad adalah:

  1. Ketika tiba di Tanah Suci jemaah melakukan thowaf qudum atau thowaf di awal kedatangan di Mekkah),
  2. lalu melanjutkan dengan sholat dua rakaat di belakang maqom Ibrahim.
  3. Kemudian melakukan sa’i yaitu lari-lari kecil antara bukit Shofa dan Marwah.
  4. Sambil menunggu tahalul pada 10 Dzulhijah, jemaah menetapkan diri dalam kondisi berihrom dan jemaah tidak boleh melakukan segala hal-hal yang diharamkan ketika berihram, hingga datang masa tahallul yakni pada 10 Dzulhijjah.
  5. Setelah itu, jemaah boleh melepas pakaian ihramnya dan boleh menggunakan pakaian lainnya. Jika hendak melakukan ibadah umrah maka harus berihram lagi. Haji dalam jenis ini tidak perlu membayar dam atau denda.
4 dari 9 halaman

Tata Cara Pelaksanaan Haji: Qiran

 Ilustrasi© Pexels.com

Jenis ibadah haji yang kedua adalah haji qiran. Tata cara pelaksanaan ibadah Haji Qiran dilakukan dengan cara menggabungkan antara niat haji dan umrah sekaligus. Kedua ibadah ini dikerjakan pada bulan-bulan haji secara bersamaan.

Tata cara pelaksanaan ibadah Haji Qiran adalah:

  1. Sebelum memulai thowaf, jemaah berihram untuk umrah dan berihram untuk haji.
  2. Saat memasuki kota Mekkah, jemaah melakukan thowaf qudum atau thawaf di awal kedatangan di Mekkah,
  3. Kemudian sholat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim.
  4. Lalu melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah, dilakukan untuk umrah dan hajinya sekaligus dengan satu sa’i tanpa bertahallul, tetapi masih dalam kondisi berihram, sehingga tidak halal untuk melakukan hal-hal yang diharamkan ketika ihram hingga datang masa tahallul pada 10 Dzulhijjah.

Dengan menjalankan Haji Qiran, maka haji dan umroh selesai secara bersamaan. Perbedaannya dengan macam-macam cara pelasanaan ibadah haji lainnya adalah adanya kewajiban membayar dam atau denda dengan menyembelih hewan qurban (seekor kambing, sepertujuh sapi atau unta) pada tanggal Dulhijjah atau hari tasyriq.

5 dari 9 halaman

Tata Cara Pelaksanaan Haji: Tamattu’

Jenis ibadah haji yang ketiga adalah Haji Tamattu’. Ibadah yang satu ini merupakan haji yang mendahulukan umroh dahulu baru kemudian ibadah haji. Tata cara pelaksanaan ibadah Haji Tamattu’ yaitu:

  1. Jemaah berihram untuk melaksanakan umrah pada bulan-bulan haji yakni pada bulan Syawwal, Zulqa’dah, 10 hari pertama dari bulan Zulhijjah.
  2. Jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah dengan melaksanakan thowaf umrah.
  3. Kemudian melakukan sa’i umrah.
  4. Lalu bertahallul dari ihramnya dengan cara memotong pendek atau mencukur sebagian rambut kepalanya.
  5. Setelah tahallul jemaah sudah terlepas dari kondisi ihram hingga nanti datangnya hari Tarwiyah, yakni tanggal 8 Zulhijjah.
  6. Pada hari Tarwiyah, jemaah berihram kembali dari Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji hingga sempurna.

Umat muslim yang melaksanakan Haji Tamattu’ wajib menyembelih hewan qurban sebagai dam yakni seekor kambing/ sepertujuh dari sapi/ sepertujuh dari unta pada 10 Zulhijjah atau di hari-hari tasyriq yakni tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.

6 dari 9 halaman

Doa-doa yang Dibaca saat Ibadah Haji

 Doa-doa yang Dibaca saat Ibadah Haji© Shutterstock.com

Doa sebelum Minum Air Zam-zam

Saat menunaikan ibadah haji, para jamaah tidak melewatkan untuk minum air zam-zam. Air ini sangatlah istimewa dan bahkan sumurnya pun tidak pernah kering hingga sekarang. Berikut adalah bacaan doa sebelum minum air zam-zam yang bisa sahabat Dream lafalkan

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أْسْأَلُكَ عِلْمً نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَآءً مِنْ كُلِّ دَآءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Artinya: Ya Allah, aku mohon kepadaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan sembuh dari segala sakit dan penyakit pikun dengan rahmatMu ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Doa setelah Sholat Sunah Tawaf

Saat melaksanakan sholat sunah tawaf dua rakaat, umat Islam bisa melakukannya di mana saja selama di tanah haram. Namun lebih dianjurkan jika dilakukan di belakang makam Ibrahim. Untuk bacaan sholatnya seperti sholat secara umum, tetapi disarankan membaca surat Al-Kafirun di rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas di rakaat kedua. Setelah itu, bacalah doa berikut ini:

اَللّٰهمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَا نِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَاِلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِي ذُنُوْبِيْ. اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ إِنَّكَ أَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْْتُ نَفْسِيْ فَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ الَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasiaku yang tersembunyi dan amal perbuatanku yang nyata, terimalah permohonanku, Engkau Maha Mengetahui hajatku, perkenankanlah harapanku. Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci engkau dan Maha Terpuji namaMu. Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka rahmatilah aku karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat. Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci dan Maha Terpuji namaMu. Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka terimalah tobatku, karena Engkaulah sebaik-baik penerima tobat dan lagi Maha Rahiim.”

Doa Tawaf Putaran Ketujuh

Doa untuk tawaf putaran ketujuh ini sebenarnya sama dengan doa tawaf putaran yang pertama. Kecuali untuk doa rukun syami dan yamani. Berikut adalah bacaan doa tawaf putaran ketujuh rukun syami dan yamani:

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَتَوْبَةً مِنْ كُلِّ ذَنْبً فَاغْفِرْ لِيْ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.

Artinya: Ya Allah, aku bermohon kepadaMu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang halal lagi luas, hati yang khusyuk, lidah yang selalu berdzikir dan taubat daripada segala dosa, maka berilah aku ampun, tidak ada yang dapat memberi ampun selain Engkau.”

7 dari 9 halaman

Doa-doa yang Dibaca saat Ibadah Haji

Doa Tawaf Putaran Kelima dan Keenam

Untuk doa tawaf putaran kelima ini sama dengan doa tawaf putaran yang pertama. Kecuali untuk doa dari rukun syami hingga yamani. Berikut adalah bacaan doa tawaf putaran kelima dari rukun syami hingga yamani:

َاَللّٰهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيْمٌ وَوَجْهَكَ كَرِيْمٌ وَأَنْتَ يَا اَللهُ حَلِيْمٌ كَرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْو فَاعْفُ عَنِّيْ.

Artinya: " Ya Allah, sesungguhnya rumahMu (Baitullah) ini Agung, wajahMu pun Agung, Maha Pemurah dan Engkau Maha Bijak yang sangat suka memberi ampunan, maka ampunilah aku."

Doa Tawaf Putaran Ketiga dan Keempat

Untuk doa tawaf putaran ketiga sama dengan doa tawaf putaran pertama. Kecuali untuk doa dari syami hingga yamani. Berikut bunyi bacaannya:

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعِيْمَهَا وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ.

Artinya: Ya Allah, aku mohon padaMu kebaikan yang diminta oleh Nabi Muhammad SAW, dan aku berlindung padaMu dari kejahatan dan minta perlindunganMu daripada yang diminta Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, aku mohon padaMu surga serta nikmatNya dan apapun yang dapat mendekatkan aku padaNya dari perkataan atau perbuatan ataupun amal. Dan aku berlindung padaMu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku kepadaNya, baik ucapan, perbuatan ataupun amal.”

Doa Tawaf Putaran Kedua

Doa tawaf putaran kedua sama dengan doa tawaf putaran yang pertama. Kecuali untuk doa dari rukun syami hingga yamani. Berikut bacaan doa tawaf putaran kedua dari rukun syami hingga yamani:

اَللّٰهُمَّ إِنَّ هٰذَا اْلبَيْتَ بَيْتُكَ وَالْحَرَمَ حَرَمُكَ وَاْلأَمْنَ أَمْنُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدُكَ وَهٰذَا مَقَامُ الْعَائِذِبِكَ مِنْ النَّارِ فَحَرِّمْ لُحُوْمَنَا وَبَشَرَتَنَا عَلَى النَّارِ. اَللّٰهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِى الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Baitullah ini rumahMu, Mesjid Al Haram ini MesjidMu, Negeri aman ini NegeriMu, Hamba ini hambaMu dan tempat ini adalah tempat orang berlindung padaMu dari neraka, maka peliharalah daging dan kulit kami dari neraka. Ya Allah, cintakanlah kami pada iman dan hiaskanlah hati kami dengan iman, bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat, dan durhaka, serta masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. Ya Allah, peliharalah aku dari azabMu di hari kelak Engkau membangkitkan hamba-hambaMu. Ya Allah, anugerahilah aku surga tanpa dihisab.

8 dari 9 halaman

Larangan dalam Ibadah Haji

Tak hanya mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji dan doa-doanya, Sahabat Dream juga perlu memerhatikan larangan-larangannya.

Menurut Syekh Abu Syuja dalam Kitab Taqrib, terdapat sepuluh larangan dalam ibadah haji. Jemaah haji yang melanggar larangan-larangan ini akan dikenai sanksi berupa kewajiban membayar dam atau denda. Larangan ini berlaku sejak jemaah haji memasuki masa ihram hingga selesainya seluruh rangkaian ibadah hajinya.

“ Jamaah haji yang sedang ihram haram melakukan sepuluh hal: mengenakan pakaian berjahit, menutup kepala bagi laki-laki, menutup wajah bagi perempuan, mengurai rambut, mencukur rambut, memotong kuku, mengenakan wewangian, membunuh binatang buruan, melangsungkan akad nikah, dan berhubungan badan. Demikian juga dengan bermesraan dengan syahwat.”

Para ulama Syafiiyah memberikan catatan terhadap pandangan Abu Syuja tersebut. Salah satu ulama Syafiiyah, KH Afifuddin Muhajir menyebutkan, ulama Syafiiyah berpendapat sebagian larangan haji yang disampaikan Syekh Abu Syuja masuk ke dalam makruh, bukan larangan haji. Hal ini sebagaimana terdapat dalam Kitab Fathul Qarib Al Mujib yang artinya:

“ (Mengurai) melepas (rambut). Pendapat ini lemah. Pendapat yang muktamad menyatakan bahwa hukum mengurai rambut adalah makruh bagi jamaah haji yang sedang ihram."

Larangan Ibadah Haji Menurut Ulama Syafiiyah

Menurut ulama Syafiiyah yang muktamad, berikut beberapa larangan dalam ibadah haji yang wajib ditaati para jemaah:

  1. Mengenakan pakaian berjahit.
  2. Menutup kepala bagi laki-laki.
  3. Menutup wajah (mengenakan cadar) bagi perempuan.
  4. Mencukur rambut atau bulu.
  5. Memotong kuku.
  6. Mengenakan wewangian.
  7. Membunuh binatang buruan.
  8. Melangsungkan akad nikah.
  9. Berhubungan badan.
  10. Bermesraan dengan syahwat.

Itulah beberapa larangan ibadah haji yang perlu dipahami oleh setiap umat Islam. Dengan mengetahuinya, maka ketika tiba saatnya menunaikan ibadah haji, larangan-larangan itu bisa dihindari.

Dengan bergitu seluruh tata cara pelaksanaan ibadah haji bisa dilakukan dengan lancar tanpa sanksi pembayaran dam.

9 dari 9 halaman

Hukum Melaksanakan Ibadah Haji

Sebelum membahas tata cara pelaksanaan ibadah haji, Sahabat Dream juga perlu mengetahui hukum dari melaksanakan haji. Sebab ternyata hukum ibadah haji bisa berbeda-beda. Seperti disampaikan Habib Hasan bin Ahmad dikutip dari islam.nu.or.id, hukum-hukum ibadah haji adalah:

1. Fardhu ‘Ain

Hukum fardhu ‘ain berlaku ketika syarat wajib sudah terpenuhi, yakni Islam, baligh, berakal, merdeka dan mampu. Hukum ini diberlakukan kepada seluruh umat Islam.

2. Fardhu Kifayah

Hukum fardhu kifayah berlaku ketika ibadah haji tersebut bertujuan untuk meramaikan Ka’bah di setiap tahunnya.

3. Sunah

Hukum sunah berlaku pada haji yang dilaksanakan oleh anak kecil, budak, serta hajinya orang yang mampu untuk berjalan kaki dengan jarak mencapai lebih dari dua marhalah (kurang dari 89 km) dari kota Makkah.

4. Makruh

Hukum makruh berlaku ketika saat dalam perjalanan menuju Makkah, orang tersebut mengetahui bahwa keselamatan jiwanya akan terancam.

5. Haram

Haji bisa dihukumi haram jika seorang perempuan yang berangkat sendiri tanpa adanya mahram saat keadaan dirinya sedang terancam. Atau seorang istri yang pergi haji tanpa mendapatkan restu dari suaminya.

Join Dream.co.id