Syarat Harus Pakai Jilbab, Presenter Terkenal AS Batalkan Wawancara Presiden Iran

Stories | Sabtu, 24 September 2022 15:01

Reporter : Okti Nur Alifia

Iran mengajukan syarat kepada jurnalis perempuan CNN untuk memakai jilbab.

Dream - Seorang jurnalis dari stasiun media dunia, CNN, Christiane Amanpour dijadwalkan melakukan wawancara dengan Presiden Iran, Ibrahim Raisi di New York, Amerika Serikat. Sosok pemimpin Iran ini menjadi sorotan seiring munculnya aksi demonstrasi besar-besaran di negaranya.

Namun momen penting yang ditunggu masyarakat dunia itu dibatalkan karena sang presiden meminta Amanpour memakai jilbab sebagai syarat wawancara bisa dilakukan.

Melansir lama BBC, seorang ajudan Raisi mengatakan syarat itu diajukan mengingat situasi di Iran saat ini. Amanpour mengatakan tidak ada presiden sebelumnya yang mengajukan syarat ini saat diwawancarai di luar Iran. 

Amanpour juga menambahkan, dia siap melakukan wawancara ketika salah satu ajudan presiden bersikeras dia harus menutup kepalanya.

" Kita ada di New York, di mana tidak ada undang-undang atau tradisi terkait jilbab," ujarnya di Twitter.

Syarat Harus Pakai Jilbab, Presenter Terkenal AS Batalkan Wawancara Presiden Iran
Christiane Amanpour (Foto: BBC.com)
2 dari 2 halaman

Ajudan Raisi kemudian mengatakan wawancara tidak akan berlangsung jika dia tidak memakai jilbab, dan hal ini berhubungan dengan " soal respek" .

Tim dari Amanpour pun membatalkan wawancara. Amanpour kemudian mengunggah foto dirinya tanpa penutup kepala di depan sebuah kursi kosong. Kursi kosong itu seharusnya diduduki Presiden Raisi untuk wawancara.

 jurnalis cnn© BBC.com

Diketahui ada seorang warga Iran bernama Mahsa Amini yang ditangkap polisi syariat di Teheran pada 13 September lalu, dia meninggal di rumah sakit setelah mengalami koma. Diduga Mahsa dipukul aparat saat ditangkap karena tidak memakai jilbab dengan benar.

Warga Iran kemudian turun ke jalan di berbagai kota setelah kematian Mahsa. Terjadi unjuk rasa yang telah memasuki hari ketujuh di 80 kota dan daerah di seluruh Iran. Dari unjuk rasa itu sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas.

Join Dream.co.id