Panglima TNI Akan Pidanakan Tentara yang Pukul Suporter Saat Tragedi Kanjuruhan

Stories | Senin, 3 Oktober 2022 14:35

Reporter : Okti Nur Alifia

Perwira Tinggi TNI AD itu mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan prajuritnya merupakan bentuk penyerangan kepada supporter sehingga masuk ke tindak pidana.

Dream - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, memastikan akan memidanakan prajuritnya bila terbukti melakukan tindakan kekerasan kepada suporter dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

" Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin, tidak. Tetapi pidana karena memang itu sudah sangat berlebihan," kata Andika Perkasa usai rapat di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Senin 3 Oktober 2022.

Kericuhan terjadi setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Polisi menyebut 125 orang tewas dalam tragedi Sabtu 1 Oktober 2022 itu. Setelah insiden itu, beredar rekaman prajurit TNI memukul supporter dalam peristiwa kerusuhan tersebut.

Menurut Andika, aksi prajuritnya dalam video itu bukanlah tindakan mempertahankan diri. Dia mengatakan, tindakan yang dilakukan prajurit dalam video yang viral itu merupakan bentuk penyerangan kepada suporter, sehingga masuk ke tindak pidana.

" Yang terlihat viral kemarin itu bukan dalam rangka mempertahankan diri atau misalnya bukan. Itu termasuk bagi saya masuk ke tindak pidana. Karena orang lagi, mungkin juga tidak berhadapan dengan prajurit tapi diserang," jelas Andika.

Panglima TNI Akan Pidanakan Tentara yang Pukul Suporter Saat Tragedi Kanjuruhan
Suasana Supporter Rusuh Usai Pertandingan Arema FC Vs Persebaya (Foto: Liputan6.com/Zainul Arifin)
2 dari 5 halaman

Andika akan menelusuri video tersebut. Dia juga mempersilakan masyarakat yang mengirimkan video-video lain yang menunjukkan tindakan kekerasan aparat TNI saat tragedi Kanjuruhan.

" Kita satuan akan telusuri dulu. Biarkan kami tuntaskan sampai dengan besok sore. Kita janji. Kami juga sambil menunggu nih apabila ada video-video lain yang bisa dikirim ke kami," ujarnya.

 andika perkasa© Liputan6.com/Angga Yuniar

" Siapa tahu ada penonton yang saat itu juga mengambil video yang bisa jadi bahan melengkapi investigasi dan proses hukum," sambung Andika.

3 dari 5 halaman

Penyebab Korban Meninggal Usai Pertandingan Laga Arema Malang Vs Persebaya

Dream - Korban usai pertandingan Laga Arema Malang Vs Persebaya terus bertambah. Awal dikonfirmasi oleh Kapolda Jatim Nico Afinta sebanyak 127 korban jiwa melayang usai terjadi kericuhan di Stadion Kanjuruhan. Kemudian jumlah korban bertambah menjadi 152 orang.

Awal kericuhan bermula dari Kekalahan skuad Singo Edan atas musuh bebuyutannya, Persebaya, di kandang mereka yang memantik emosi suporter Arema.

 Situasi di Stadion Kanjuruhan© Situasi di Stadion Kanjuruhan

Foto: bola.com

Kemudian suporter Arema masuk ke lapangan. Situasi semakin tidak kondusif dan memaksa petugas keamanan untuk bertindak.

Alhasil, kericuhan dan kepanikan terjadi, terutama di area tribune Stadion Kanjuruhan setelah gas air mata ditembakan.

4 dari 5 halaman

Nico Afinta mengumumkan penyebab besarnya jumlah korban tewas usai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Menurutnya, terjadi penumpukan massa hingga menyebabkan kekurangan oksigen. Banyak korban terjatuh hingga terinjak-injak sesama suporter yang dilanda kepanikan.

 Situasi di Stadion Kanjuruhan© Situasi di Stadion Kanjuruhan

Foto: bola.com

" Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen," ujar Kapolda Jatim Nico Afinta dikutip Dream dari bola.com, Minggu 2 Oktober 2022.

5 dari 5 halaman

Kini semua korban dibawa dan ditangani sejumlah rumah sakit dan klinik yakni RS Wava Husada Malang, RS Teja Husada Malang, RSUD Saiful Anwar Malang, Klinik Salsabila Malang, Klinik Hasta Husada, dan Klinik Mitra Delima.

" Oleh tim medis dan tim gabungan ini dilakukan upaya pertolongan yang ada di dalam stadion kemudian juga dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit," ujar Nico.

   

Join Dream.co.id