Penyebab Korban Meninggal Usai Pertandingan Laga Arema Malang Vs Persebaya

Stories | Minggu, 2 Oktober 2022 12:25

Reporter : Amrikh Palupi

Korban mencapai 153 meninggal dunia.

Dream - Korban usai pertandingan Laga Arema Malang Vs Persebaya terus bertambah. Awal dikonfirmasi oleh Kapolda Jatim Nico Afinta sebanyak 127 korban jiwa melayang usai terjadi kericuhan di Stadion Kanjuruhan. Kemudian jumlah korban bertambah menjadi 152 orang.

Awal kericuhan bermula dari Kekalahan skuad Singo Edan atas musuh bebuyutannya, Persebaya, di kandang mereka yang memantik emosi suporter Arema.

 Situasi di Stadion Kanjuruhan© Situasi di Stadion Kanjuruhan

Foto: bola.com

Kemudian suporter Arema masuk ke lapangan. Situasi semakin tidak kondusif dan memaksa petugas keamanan untuk bertindak.

Alhasil, kericuhan dan kepanikan terjadi, terutama di area tribune Stadion Kanjuruhan setelah gas air mata ditembakan.

Penyebab Korban Meninggal Usai Pertandingan Laga Arema Malang Vs Persebaya
Situasi Di Stadion Kanjuruhan Arema Malang Vs Persebaya (Foto:bola.com)
2 dari 8 halaman

Nico Afinta mengumumkan penyebab besarnya jumlah korban tewas usai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Menurutnya, terjadi penumpukan massa hingga menyebabkan kekurangan oksigen. Banyak korban terjatuh hingga terinjak-injak sesama suporter yang dilanda kepanikan.

 Situasi di Stadion Kanjuruhan© Situasi di Stadion Kanjuruhan

Foto: bola.com

" Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen," ujar Kapolda Jatim Nico Afinta dikutip Dream dari bola.com, Minggu 2 Oktober 2022.

3 dari 8 halaman

Kini semua korban dibawa dan ditangani sejumlah rumah sakit dan klinik yakni RS Wava Husada Malang, RS Teja Husada Malang, RSUD Saiful Anwar Malang, Klinik Salsabila Malang, Klinik Hasta Husada, dan Klinik Mitra Delima.

" Oleh tim medis dan tim gabungan ini dilakukan upaya pertolongan yang ada di dalam stadion kemudian juga dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit," ujar Nico.

4 dari 8 halaman

Kronologi Tewasnya 153 Suporter di Stadion Kanjuruhan saat Laga Arema Malang Vs Persebaya

Dream - Dunia sepak bola Indonesia berduka. Insiden yang menewaaskan ratusan suporter terjadi Stadion di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur setelah pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Informasi dari Komunitas Peduli Malang menyebutkan korban meninggal dunia akibat kericuhan tersebut mencapai 153 orang. Sementara laporan resmi dari Polda Jatim menyebutkan angka korban berjumlah 127 orang.

Dikutip bola.com, kronologi bermula dari Kekalahan skuad Singo Edan atas musuh bebuyutannya, Persebaya, di kandang mereka yang memantik emosi suporter Arema.

Situasi yang tidak kondusif memaksa petugas keamanan untuk bertindak. Alhasil, kericuhan dan kepanikan terjadi, terutama di area tribune Stadion Kanjuruhan.

Ketika wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, suasana masih tergolong kondusif.

Para pemain Persebaya Surabaya memang langsung berlari ke dalam ruang ganti sebagai langkah antisipasi terhadap sesuatu yang tidak diinginkan.

5 dari 8 halaman

Sementara itu, para pemain Arema FC berjalan ke tengah lapangan bermaksud memberikan penghormatan kepada Aremania meski Singo Edan harus kalah.

Namun, saat itu ada beberapa Aremania yang masuk lapangan. Mereka tidak melakukan aksi yang anarkis tapi justru menghampiri para pemain Singo Edan.

Ada yang memeluk Sergio Silva, ada pula yang berbicara dengan kapten tim, Ahmad Alfarizi.

6 dari 8 halaman

Situasi Berubah

Namun, situasi kemudian mulai sulit untuk dikendalikan. Seorang Aremania masuk lapangan sambil berlari membawa bendera Persebaya Surabaya yang dicoret.

Aksi itu diikuti oleh Aremania lainnya yang masuk ke dalam lapangan dan jumlahnya makin banyak.

Personel keamanan pun melakukan tindakan dengan mengamankan para pemain Arema FC untuk masuk ke ruang ganti stadion. Pasalnya para penonton mulai melemparkan botol kemasan air mineral yang ditujukan kepada tim Arema FC.

7 dari 8 halaman

Kepanikan

Setelah itu menimbulkan kepanikan. Kemudian gas air mata ditembakkan ke arah tribune dan membuat kepanikan makin besar.

Lalu banyak korban yang jatuh karena terinjak oleh suporter lain yang panik dalam situasi tersebut. Ada pula yang jatuh karena sesak napas akibat gas air mata.

Minimnya ketersediaan air buat membasuh muka memperparah keadaan. Para petugas kemanan berupaya menghalau Aremania agar tidak makin banyak yang turun ke lapangan.

Namun petugas kepolisian, TNI, dan steward yang ada kalah jumlah dari para suporter yang turun ke lapangan. Tak sanggup mengendalikan keadaan, tembakan gas air mata pun jadi opsi yang diambil.

8 dari 8 halaman

Korban Berjatuhan

Banyak korban berjatuhan hampir di setiap jengkal ruangan pintu keluar Stadion Kanjuruhan, ada Aremania yang tergeletak. Beberapa di antaranya sudah tidak bernapas lagi.

Sampai pukul 23.40, beberapa korban masih tergeletak di pinggir lapangan dan pintu keluar. Begitu banyak korban membuat tenaga medis yang ada tak bisa mengatasi semuanya, akhirnya beberapa korban tak tertangani.

Selain itu, ada dua mobil kepolisian yang rusak dan terbalik di area Stadion Kanjuruhan.

Join Dream.co.id