Penyerang Salman Rushdie Terkejut Novelis Penghina Nabi SAW Masih Hidup Setelah Ditikam 10 Kali

Stories | Jumat, 19 Agustus 2022 19:01

Reporter : Nabila Hanum

"Ketika saya mendengar dia selamat, saya terkejut," kata Hadi Matar

Dream - Hadi Matar, pelaku penikaman terhadap penulis novel The Satanic Verses, Salman Rushdie mengaku kaget korban yang diincarnya masih bisa selamat setelah insiden berdarah pada akhir pekan lalu.

" Ketika saya mendengar dia selamat, saya terkejut," kata Hadi Matar, dilansir dari Daily Star.

Diketahui, Rushdie (75), novelis asal India yang telah beralih kewarganegaraan menjadi warga negara Inggris, diserang di atas panggung di sebuah acara sastra saat hendak memberikan kuliah di Chautauqua Institution.

Rushdie dilaporkan mendapatkan beberapa tusukan di bagian tubuh setelah diserang Hadi Matar. Dalam hitungan kurang dari sehari, juru bicara pihak Rushdie mengatakan sang novelis sudah siuman bahkan bisa bercanda. 

(Baca: Kabar Terkini Kondisi Salman Rushdie, Penghina Nabi SAW, yang Ditikam 15 Kali)  

Penyerang Salman Rushdie Terkejut Novelis Penghina Nabi SAW Masih Hidup Setelah Ditikam 10 Kali
(Foto: Shutterstock)
2 dari 4 halaman

Polisi mengatakan bahwa dia ditikam sebanyak 10 kali di leher dan dada. Dia menderita kerusakan hati dan saraf di lengan dan matanya terputus.

Menurut laporan, Rushdie tetap dirawat di rumah sakit tetapi sekarang dapat berbicara dengan keluarganya.

Matar mengaku telah membaca beberapa halaman novel tersebut. Menurutnya, Rushdie adalah sosok yang menyerang Islam dan kepercayaan Muslim.

“ Saya membaca beberapa halaman. Saya tidak membaca semuanya dari depan ke belakang,” katanya.

3 dari 4 halaman

Novel itulah yang membuat pemimpin revolusi Iran Ayatollah Ruhollah Khomenei mengeluarkan fatwa mati untuk Rushdie.

Matar mengaku memuji Ayatollah Ruhollah Khomeini yang mengeluarkan fatwa mati untuk Rushdie. Namun, dia tidak mengatakan apakah fatwa itu yang mengilhami serangannya.

“ Saya menghormati Ayatollah..Saya pikir dia orang yang hebat. Sejauh itu yang akan saya katakan tentang itu,” kata Matar.

Dia kemudian menyangkal bahwa dia telah melakukan kontak dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Dia mengatakan dirinya pergi ke acara Rushdie setelah melihatnya diiklankan selama musim dingin.

4 dari 4 halaman

“ Saya tidak suka orangnya. Saya tidak berpikir dia orang yang sangat baik. Saya tidak menyukainya. Saya tidak terlalu menyukainya," katanya

“ Dia adalah seseorang yang menyerang Islam, dia menyerang iman mereka, sistem kepercayaan," imbuh Matar.

Meskipun tidak banyak membaca tulisan Rushdie, Matar yang mengaku tidak bersalah atas tuduhan terhadapnya, mengatakan bahwa dia telah menonton kuliahnya di YouTube.

“ Saya melihat banyak kuliah. Saya tidak suka orang yang tidak jujur seperti itu," katanya.

(Sah, Laporan : Erdyandra Tri Sandiva Sitorus)

Join Dream.co.id