Pasien Meninggal di RSUD Moewardi Solo Positif Virus Corona

News | Jumat, 13 Maret 2020 15:30

Reporter : Maulana Kautsar

Belum dapat dipastikan pasien tersebut meninggal karena klaster yang mana.

Dream - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto, mengonfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium pasien yang meninggal di RSUD Moewardi Solo positif virus Corona baru atau Covid-19.

Pasien tersebut berjenis kelamin pria, berusia 59 tahun. Meski demikian, Achmad Yurianto belum dapat memastikan pasien meninggal positif virus Corona baru tersebut masuk dalam klaster mana.

Sebelumnya diberitakan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi Solo merawat dua pasien di ruang isolasi karena dikhawatirkan terpapar Covid-19. Pasien tersebut mengeluh demam dan batuk setelah pulang dari luar kota.

Humas RSUD dr Moewardi Solo, Eko Haryati, mengatakan, dua pasien yang diisolasi itu merupakan warga Solo. Pasien tersebut mulai dirawat di ruang isolasi sejak Minggu malam, 8 Maret 2020.

" Satu pasien hasil rujukan dari rumah sakit lain. Kemudian yang satu datang sendiri diantar keluarganya," kata Eko.

Setelah itu, petugas medis langsung merawat pasien tersebut ke ruang isolasi karena mengeluhkan demam dan batuk setelah pulang dari bepergian luar kota. Meskipun hanya luar kota, namun kondisi itu tidak menjamin lantaran virus corona telah masuk ke Indonesia.

" Mungkin sekarang karena sudah masuk ke Indonesia sehingga tidak ada patokan bahwa setelah pergi dari luar negeri baru dilakukan isolasi. Pasien itu mengeluh demam setelah pergi dari luar proviisi terus suhu badannya mencapai 37,8 derajat celcius," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Fajar Abrori

Pasien Meninggal di RSUD Moewardi Solo Positif Virus Corona
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Pasien yang Diisolasi di RS Muwardi Solo Meninggal Dunia

Dream - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan, seorang pasien laki-laki berusia 59 tahun dinyatakan meninggal dunia di ruang isolasi RS Muwardi Surakarta. Pasien itu meninggal dunia karena gagal nafas karena pneumonia.

" Total dua pasien masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RS Moewardi," kata Yulianto.

" Dan ada satu pasien di antaranya yang meninggal dunia. Kami sedang melacak penyebab kausasifnya terkait meninggalnya pasien tersebut," ucap dia.

Yulianto mengatakan, berdasar hasil epidemologi, pasien itu tidak punya riwayat kontak dengan warga negara asing. Pasien meninggal Rabu, 11 Maret 2020, pukul 13.00 WIB.

3 dari 6 halaman

Hasil Lab Menunggu Balitbang Kemenkes

Sebelum meninggal, pasien sempat mengikuti kegiatan seminar empat hari di Bogor, sejak 25-28 Februari 2020.

" Gejalanya tiba-tiba pasien mengalami batuk dan pilek pada 29 Februari dan berobat ke dokter karena ada pemburukan di parunya yang sangat cepat," kata dia.

Untuk hasil hasil laboratorium, spesimennya sudah dikirim ke Litbangkes Jakarta. Sementara hasilnya menunggu empat sampai lima hari.

Sedangkan riwayat penyakit pasien diabetes yang sudah tidak terkontrol. " Hasil labnya sudah kami kirim Selasa kemarin. Sedangkan hasil masih menunggu dulu," ucap dia.

Terkait pemakaman jenazah pasien, untuk pencegahan penularan penyakit seperti pasien sebelumnya tidak boleh dibuka oleh keluarganya.

Sumber: Merdeka.com/Danny Adriadi Utama

4 dari 6 halaman

Dua Warga Positif Corona, Gubernur Banten: Jauhi Keramaian

Dream - Gubernur Banten, Wahidin Halim mengumumkan dua warganya terjangkit virus corona, atau Covid-19. Dia membagikan informasi ini melalui video yang diunggah ke Instagram pribadinya, Kamis, 12 Maret 2020.

"Saya kabarkan bahwa berdasarkan laporan dari tim kesehatan Banten, ada dua orang warga Banten yang positif terkena virus corona," kata Wahidin.

Wahidin mengatakan, dua warga yang positif virus corona tersebut baru saja dari Malaysia. Wahidin berharap, masyarakat tetap waspada.

      View this post on Instagram

Dengan semakin mewabahnya virus corona ke Indonesia maka saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Banten dimanapun berada. Sebaiknya hindari tempat-tempat keramaian sebagai salah satu bentuk antisipasi. Tetap waspada dan jaga pola hidup sehat. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua. . . Hubungi Dinas Kesehatan Provinsi Banten di nomor 085215779659 jika membutuhkan informasi seputar Virus Corona.

A post shared by Dr. H. Wahidin Halim, M.Si (@wh_wahidinhalim) on

"Jangan panik dan dengan menghindari pertemuan-pertemuan bersifat umum atau paling tidak menjauhi keramaian, agar kita bisa memastikan tidak tertular virus corona ini," kata dia.

Selain itu, dia juga membagikan nomor telepon Dinas Kesehatan Provinsi Banten 085215779659 untuk membutuhkan informasi seputar virus corona.

5 dari 6 halaman

Teka-teki Penularan Virus Corona ke Pasien 27 Terkuak

Dream - Teka-teki penularan virus Corona baru, Covid-19, kepada pasien nomor 27 akhirnya terungkap. Pasien tersebut terinfeksi setelah melakukan kontak dengan pasien kasus 20.

" Pasien nomor 27 yang kemarin belum kami dapat kepastian penyebabnya, sudah dapat laporan dari petugas dari yang melakukan contact tracing. Pasien nomor 27 adalah kontak dekat pasien nomor 20," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 12 Maret 2020.

Menurut Yuri, pasien nomor 20 masih dirawat di salah satu rumah sakit rujukan. Saat ini, tambah dia, tim tengah melakukan tracing orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien 27.

" Kami mencari ada tidak yang kontak dengan pasien 27," kata Yuri.

6 dari 6 halaman

Menkes Terawan: 3 Pasien Positif Virus Corona Dinyatakan Sembuh

Dream - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengatakan bahwa tiga pasien yang semula dinyatakan positif terinfeksi virus Corona Covid-19 telah sembuh.

" Hari ini saya sudah cek kondisinya, ada tiga yang kita nyatakan sembuh baik dari sisi laboratorium, baik dari sisi klinis," kata Terawan, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 12 Maret 2020.

Terawan mengaku telah mengecek langsung kondisi kesehatan tiga orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dia akan bertanggung jawab atas kesembuhan pasien.

" Saya bahagia, teorinya benar bahwa ini penyakit yang akan sembuh sendiri," ucap dia.

Sementara, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, ketiga pasien dinyatakan sembuh usai menjalani dua kali pemeriksaan laboratorium.

Adapun tiga pasien tersebut adalah pasien nomor kasus 06 (laki-laki, 39 tahun), kasus 14 (laki-laki. 50 tahun), dan kasus 19 (laki-laki, 49 tahun).

" Ada 3 pasien secara klinis sudah membaik tidak ada keluhan, secara laboratorium dua kali dilakukan pemeriksaan hasilnya negatif," kata Achmad. 

Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie

Join Dream.co.id