Munarman Ditangkap, Diduga Terlibat Terorisme

News | Selasa, 27 April 2021 17:52

Reporter : Ahmad Baiquni

Polisi juga menggeledah bekas Markas FPI di Petamburan.

Dream - Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam, Munarman, ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Lokasi penangkapan di Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada Selasa sore, 27 April 2021.

" Tim Densus 88 menangkap pengacara HRS, Munarman di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, sekira pukul 15.30," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, dikutip dari Merdeka.com.

Munarman diduga terlibat aksi terorisme. Dia diduga menggerakkan orang lain melakukan aksi teror, juga melakukan permufakatan jahat dan menyembunyikan informasi terkait terorisme.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, membenarkan penangkapan tersebut. Selain itu, polisi sudah bergerak ke bekas Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

" Berangkat ke Petamburan, ada penggeledahan di sana," kata dia.

Munarman Ditangkap, Diduga Terlibat Terorisme
Munarman Ditangkap Densus 88 (Liputan6.com)
2 dari 4 halaman

3 Polisi Jadi Tersangka Penembakan Laskar FPI

Dream - Polri menetapkan tiga polisi sebagai tersangka kasus unlawful killing atau pembunuhan tanpa proses hukum terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek. Ketiga polisi merupakan anggota Polda Metro Jaya.

" Terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, di kantornya, Selasa 6 April 2021.

Menurut Rusdi, penetapan tersangka dilakukan usai gelar perkara pada Kamis 1 April 2021. Namun, satu dari tiga tersangka, berinsial EPZ, telah meninggal dunia.

" Berdasarkan 109 KUHAP karena yang bersangkutan meninggal dunia maka penyidikannya langsung dihentikan," jelas dia.

Sehingga, tambah Rusdi, penyidik hanya melanjutkan penanganan kasus dengan dua tersangka.

" Kita tunggu saja tugas yang dilaksanakan penyidik untuk dapat menuntaskan kasus KM 50 ini secara profesional, transparan, dan akuntabel," kata Rusdi. (Sumber: Merdeka.com)

3 dari 4 halaman

Polisi Terduga Penembak Laskar FPI Tewas Kecelakaan

Dream - Salah satu polisi yang menjadi terduga kasus unlawful killing alias pembunuhan di luar proses hukum terhadap laskas Front Pembela Islam (FPI) di KM50 Tol Jakarta-Cikampek meninggal dunia.

" Saat gelar perkara saya mendapat informasi kalau salah satu tersangka meninggal dunia," tutur Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 26 Maret 2021.

" Karena kecelakaan," tambah Agus.

Meski demikian, Agus tak menjelaskan secara rinci kecelakaan yang menyebabkan salah satu terlapor kasus penembakan laskar FPI itu meninggal dunia. Dia sepenuhnya menyerahkan kasus itu kepada penyidik.

4 dari 4 halaman

Sementara itu, polisi masih belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Sebab, polisi masih melakukan pengusutan dugaan unlawful killing tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, mengatakan, apa pun hasil perkembangan penyidikan nanti akan disampaikan ke publik. Sejauh ini, tiga anggota Polda Metro Jaya masih dalam status terlapor.

" Apabila ada perkembangan dari proses penyidikan ini tentunya akan disampaikan ke publik, sampai saat ini tiga pihak yang bersangkutan masih sebagai pihak terlapor," kata Rusdi.

Pada Senin lalu, Komjen Agus Andrianto menyebut sudah ada dua alat bukti untuk menaikkan status terlapor menjadi tersangka.

Namun dia belum membeberkan bukti apa saja yang membuat ketiga anggota dari Polda Metro Jaya itu dapat ditetapkan sebagai tersangka. " Tanya ke Dirtipidum (kapan gelar perkaranya)," kata Agus.

Join Dream.co.id