Miris! Kesulitan Kerjakan Soal, Siswi SD Malah Dibully Guru

News | Selasa, 2 November 2021 19:01

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Pendidik yang seharunya memberikan teladan yang baik, malah melakukan perundungan (bullying) kepada siswanya.

Dream - Perlakuan seorang guru SD terhadap salah satu siswinya membuat publik mengelus dada. Guru yang seharusnya menjadi pembimbing dan sumber teladan justru melakukan perundungan kepada siswinya karena kesulitan mengerjakan soal. 

Guru itu merekam siswinya yang sedang menangis, sembari terus mengungkap aib anak itu. Video tersebut kemudian viral di media sosial.

Peristiwa menyedihkan ini disebutkan terjadi di salah satu SD di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Video tersebut diunggah kembali di sejumlah akun Instagram. 

Salah satu akun yang mengunggah video tersebut yaitu @tkpmedan. Video itu memperlihatkan seorang guru merekam siswinya yang sedang menangis tersedu di pojok depan kelas lantaran tidak bisa mengerjakan soal.

Miris! Kesulitan Kerjakan Soal, Siswi SD Malah Dibully Guru
Ilustrasi (Shutterstock.com)
2 dari 3 halaman

 Siswa SD dibully guru© Instagram

Bukannya menenangkan, sang guru malah mengejek siswinya. Dia bahkan sempat mengancam akan menyebarkan video itu ke WhatsApp grup.

" Saya kirim ke WA grup ini. Disuruh kerjakan (soal) di papan, tidak tahu, menangis lagi," ancamnya.

Mendapat perlakuan seperti itu, siswa tersebut hanya bisa menangis sambil menutupi wajahnya yang terus direkam oleh sang guru.

 

 

3 dari 3 halaman

Peristiwa miris ini dibenarkan oleh Kepala Sekolah. Tetapi, dia mengaku belum melihat keseluruhan video yang viral tersebut.

" Setiap anak mereka dipanggil ke depan untuk mengerjakan yang diberikan oleh bapak gurunya. Kemudian si anak tersebut tidak bisa mengerjakannya langsung dia menangis. Pada saat menangis itu, bapak gurunya mengambil HP-nya, baru dia rekam," kata Kepala Sekolah.

Orangtua dari siswa tersebut mengaku tidak terima dengan bullying yang diterima anaknya. Apalagi aksi itu dilakukan oleh gurunya sendiri dan disoraki teman satu kelas. 

Menurut pengakuan ibu korban, sang anak sempat tidak mau sekolah. Anak tersebut trauma dan malu bertemu teman-temannya.

Namun, berkat bujukan dari orangtuanya, korban diketahui sudah kembali bersekolah.

 

Join Dream.co.id