Mengapa Idul Adha 1443 H di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag

News | Senin, 4 Juli 2022 15:00

Reporter : Okti Nur Alifia

Ini alasan perbedaan waktu Idul Adha 1443 H di Indonesia yang berbeda dengan Arab Saudi.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 H pada 10 Dzulhijjah atau Minggu 10 Juli 2022.

Waktu penetapan ini berbeda dengan Arab Saudi yang merayakan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah 1443 H yang jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama, Adib, menjelaskan perbedaan waktu itu disebabkan karena letak Arab Saudi lebih barat dari Indonesia.

Mengapa Idul Adha 1443 H di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag
© MEN
2 dari 6 halaman

Adib mengatakan, waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam dan hilal mungkin terlihat lebih dahulu di Arab Saudi.

“ Waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam, tetapi hilal justru mungkin terlihat lebih dahulu di Arab Saudi, karena terlihatnya di sebelah barat pada saat matahari terbenam atau dikenal dengan istilah ghurub asy-syams,” kata Adib, dalam keterangan persnya, dikutip dari laman mui.or.id, Senin 4 Juli 2022.

Berdasarkan data hisab, pada akhir Dzulqaidah 1443 H, ketinggian hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit sampai 3 derajat 13 menit dengan elongasi antara 4,27 derajat sampai 4,97 derajat.

“ Sementara pada tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dengan posisi yang ada di Indonesia. Jadi kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar,” jelas mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini.

3 dari 6 halaman

Resmi! Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah Jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022

Dream - Pemerintah resmi menetapkan awal Dzulhijjah 1443 jatuh pada hari Jumat, 1 Juli 2022. Dengan keputusan hasil sidang isbat tersebut, hari raya Idul Adha 1443 Hijriah dipastikan berlangsung pada Minggu, 9 Juli 2022.

Keputusan tersebut diperoleh setelah Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat dengan mendengarkan laporan dari para pemantau hilal, Rabu, 29 Juni 2022.

" Secara mufakat jatuh bahwa 1 Dzulhijah 1443 H jatuh pada hari jumat 1 juli 2022," ujar Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan pers hasil sidang isbat penentuan awal Dzulhijah dan Idul Adha 1443 H di kantor Kemenag, Rabu 29 Juni 2022.

Menurut Zainut keputusan awal Dzulhijah 1443 H tersebut diperoleh setelah Kemenag tak memperoleh adanya laporan pemantau di lapangan yang melihat hilal terlihat. Diketahui pemantauan hilal tahun ini dilakukan di 86 titik.

" Dari 86 titik tidak ada satupun yang melaporkan melihat hilal," ungkapnya.

Zainut berharap dengan penentuan ini hasil isbat ini bisa memberikan kepastian kepada seluruh umat Islam dalam merayakan Idul Adha secara bersama-sama. 

Penetapan Idul Adha yang jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022 ini berbeda dengan keputusan yang sudah dibuat PP Muhammadiyah. 

4 dari 6 halaman

Muhammadiyah Tetap Idul Adha 1443 Jatuh 9 Juli 2022

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam maklumatnya telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 2022 jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022. Ketetapan tersebut dibuat berdasarkan perhitungan hisab yang selama ini menjadi rujukan utama Muhammadiyah.

Ketetapan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor: 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 H.

Dalam maklumat yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto tersebut, dijelaskan pada hari Rabu, 29 Zulkaidah 1443 H atau bertepatan dengan 29 Juni 2022, ijtimak jelang Zulhijah 1443 H terjadi pada pukul 09:55:07 WIB.

Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta ( f = -07° 48¢ LS dan l = 110° 21¢ BT ) = +01° 58¢ 28² (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam itu Bulan berada di atas ufuk.

5 dari 6 halaman

Hasil Perhitungan Hisab Awal Dzulhijjah 1443 H dari Peneliti Lapan

Sementara itu Astronom dan peneliti Lapan, Thomas Djamaluddin dalam unggahan di blog miliknya, tdjamaluddin.wordpress.com sempat mengungkapkan adanya potensi perbedaan hari raya Idul Adha 1443. 

Potensi perbedaaan tersebut muncul berdasarkan analisis garis tanggal yang selama ini menggunakan kriteria yang berlaku di masyarakat. Saat ini ada dua kriteria utama yang digunakan di Indonesia: Kriteria Wujudul Hilal dan Kriteria Baru MABIMS.

Dari perhitungannya diketahui saat maghrib 29 Juni 2022, di Indonesia posisi bulan sudah di atas ufuk yang berarti kriteria Wujudul Hilal telah terpenuhi. " Itu sebabnya Muhammadiyah di dalam maklumatnya menyatakan 1 Dzulhijjah 1443 jatuh pada 30 Juni 2022 dan Idul Adha jatuh pada 9 Juli 202," tulisnya.

Hari libur nasional yang menyatakan idul adha 1443 jatuh pada 9 Juli 2022 didasarkan pada kriteria lama MABIMS, yaitu tinggi minimal 2 derajat dan elongasi 3 derajat atau umur bulan 8 jam.

Garis tanggal Kriteria Baru MABIMS menunjukkan bahwa di Indonesia pada saat maghrib 29 Juni 2022 tinggi bulan umumnya kurang dari 3 derajat dan elongasinya kurang dari 6,4 derajat. Artinya, hilal terlalu tipis untuk bisa mengalahkan cahaya syafak yang masih cukup kuat. Akibatnya, hilal tidak mungkin dapat dirukyat.

Secara hisab imkan rukyat (visibilitas hilal), data itu menunjukkan bahwa 1 Dzulhijjah 1443 akan jatuh pada 1 Juli 2022 dan Idul Adha jatuh pada 10 JUli 2022.

6 dari 6 halaman

Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Ismail Fahmi  menjelaskan Sidang Isbat Awal Zulhijah dilaksanakan dalam tiga tahap. Dimulai pukul 17.00 WIB, sesi pertama didahului dengan pemaparan posisi hilal Awal Zulhijah 1443 Hijriah oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag.

Pada sesi kedua, sidang isbat yang dimulai setelah Magrib akan memulai pertemuannya dengan penyampaian laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari sejumlah titik yang ditentukan di Indonesia.

Sidang isbat selanjutnya diakhiri dengan pengumuman hasil Sidang Isbat Awal Zulhijah yang disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV Pool dan live streaming medsos Kemenag.

Join Dream.co.id